26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

Bank Indonesia: Permintaan dan Penyaluran Kredit Alami Peningkatan 17,9 Persen

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia melalui Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono mencatat permintaan pembiayaan baru korporasi pada Agustus 2022, terindikasi tumbuh positif. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 17,9 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono juga turut mengungkapkan kebutuhan pembiayaan terutama dipenuhi dari dana sendiri yang masih menjadi sumber pembiayaan, diikuti oleh fasulitas kelonggaran tarik. Sementara itu, pembiayaan yang bersumber dari pinjaman ke perbankan dari dalam negeri terindikasi meningkat.

Baca juga: BI Pastikan Utang Luar Negeri Indonesia Masih Terkendali

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menambahkan untuk penyaluran kredit baru oleh perbankan juga mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi jika dibandingkan dari beberapa bulan sebelumnya. Dengan itu tercatat sebesar 54,6 persen di bulan Juli 2022, hingga mengalami peningkatan sebesar 57,6 persen di bulan agustus 2022. Hal itu sejalan dengan indikasi meningkatnya permintaan pembiayaan dari korporasi ke perbankan dari dalam negeri.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengungkapkan faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru dikarenakan permintaan pembiayaan dari nasabah dan prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.

“Untuk keseluruhan periode triwulan III pada tahun 2022, penawaran penyaluran kredit baru juga diperkirakan tumbuh positif meski sedikit melambat jika dibandingkan triwulan pada tahun 2021 sebelumnya,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono.

Baca juga: Game Indonesia Ikut Menyumbang Triliunan untuk PDB

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengungkapkan dari sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi relatif stabil pada bulan Agustus 2022. Menurutnya mayoritas rumah tangga memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna.

“Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan adalah antar lain koperasi dan leasing,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono.

Baca juga: Geliatkan Potensi UMKM Indonesia, Menkop Pesan Ke Pemda Bikin Event Promosi

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE