24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Bank akan Sediakan Kustodian Kripto Aset Tahun Depan?

duniafintech.com – Perkembangan teknologi Ripple dan Blockchain yang bisa kita saksikan belakangan ini. Chief Executive Officer di Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan bank akan sediakan kustodian aset kripto. Distributed Ledger Technology (DLT) berkembang di seluruh dunia dan Ripple adalah salah satu perusahaan terpenting di dunia. 

Chief Executive Officer di Ripple, Brad Garlinghouse, tampaknya punya pemikiran yang sangat positif tentang perkembangan masa depan dalam industri keuangan.

Garlighouse mengatakan bahwa lembaga keuangan seperti bank akan bekerja untuk mengintegrasikan Ripple dan aset digital lainnya. Selama pernyataan yang dibuat di festival SG FinTech pada tahun 2018 tersebut, Garlinghouse menyebutkan beberapa perkembangan yang terjadi di dunia kripto aset.

Baca juga: Huobi NEXT Bertemu Proyek Komunitas Lokal Eropa

Ripple memiliki jaringan keuangan dan perbankan yang menjangkau lebih dari 150 klien dari seluruh dunia. Ripple juga telah memungkinkan perusahaan untuk mengirim dan menerima uang dengan cara cepat dan murah dibandingkan dengan sistem lama seperti SWIFT. Mereka juga meningkatkan kepercayaan pelanggan di lembaga keuangan yang sekarang dapat memproses pembayaran lintas perbatasan dengan cara yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih mudah.

Brad Garlinghouse sangat antusias tentang gagasan XRP yang digunakan oleh lembaga keuangan. Timnya sendiri mengatakan kepadanya untuk tidak mengumumkan bahwa rencana mereka itu akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, saat ini ada bank dan lembaga yang sudah menerapkan produk xRapid yang menggunakan mata uang XRP.

Pada saat yang sama, Ripple baru-baru ini bermitra dengan Pan European Infrastructure and Target Instant Payment Settlement untuk meningkatkan kemudahan pembayaran di seluruh dunia.  Pelanggan di seluruh dunia dan klien Eropa akan dapat bertransaksi menggunakan kripto aset antar platform digital. Hal ini akan meningkatkan penggunaan kripto aset di seluruh dunia.

Baca juga: TBDF Peroleh Perjanjian 500 Juta Dolar AS

Ripple Alami Kenaikan Harga

Gagasan-gagasan baru yang diluncurkan Ripple tampaknya membawa dampak kenaikan harga kripto aset tersebut. Kemarin, Ripple mengalami kenaikan harga sebanyak 4%, sekali lagi mengalahkan Ethereum sebagai kripto aset nomor dua terbesar di dunia dari segi kapitalisasi pasar.

Kenaikan ini terjadi pasca Garlinghouse mengumumkan kerangka pembayaran global yang akan segera diterapkan oleh perusahaan. Garlinghouse juga sempat menyebut kripto aset populer lain yang dia anggap gagal.

Kepada Bloomberg, Garlinghouse menyebut bahwa Ripple merupakan solusi pembayaran lintas batas terbaik.  Dia juga menyebut bahwa semua nilai dari digital aset mereka akan didasarkan pada kemampuannya mengatasi masalah keuangan yang ada.

Ripple di Indonesia

Popularitas dan kenaikan harga Ripple ini tentu saja juga bisa dirasakan oleh pemegang kripto aset di Indonesia. Di Indodax sendiri, kripto aset ini masih menjadi salah satu yang paling populer dan banyak di-trading-kan.

Melihat prospek menjanjikan yang ditawarkan Ripple, ini adalah saat yang tepat bagi siapapun untuk mulai berinvestasi Ripple. Daftarkan diri Anda sekarang juga hanya melalui Indodax.com untuk mendapatkan keuntungan dan kenyamanan trading terbaik.

Source: forbes.com, bitcoinexchangeguide.com

Written by: Dita Safitri

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE