BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, kembali menjadi sorotan dalam berita bitcoin setelah mengajukan permohonan peluncuran produk exchange traded fund (ETF) kedua yang berfokus pada bitcoin (BTC). Produk ini dirancang untuk memberikan eksposur terhadap aset kripto sekaligus menawarkan potensi imbal hasil tambahan bagi investor.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (27/1/2026), ETF bernama iShares Bitcoin Premium Income akan berisi kombinasi bitcoin, dana tunai, serta saham dari ETP Bitcoin BlackRock yang telah beroperasi selama dua tahun, yakni iShares Bitcoin Trust (IBIT). Langkah ini semakin memperkuat posisi BlackRock dalam berbagai berita bitcoin global.
Berdasarkan dokumen pengajuan, BlackRock berencana menghasilkan pendapatan premium bulanan dengan menjual opsi beli (call option) atas saham IBIT. Strategi tersebut memungkinkan ETF ini memberikan arus pendapatan meski tidak berinvestasi langsung pada bitcoin spot, sebagaimana banyak dibahas dalam berita bitcoin belakangan ini.
Dalam pengajuan resminya disebutkan bahwa meskipun saham iShares Bitcoin Premium Income bukan investasi langsung pada bitcoin atau ETF bitcoin spot, produk ini menawarkan alternatif bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap bitcoin melalui pasar sekuritas sambil memperoleh pendapatan premium. Model ini menjadi pendekatan baru yang ramai diperbincangkan di berbagai kanal berita bitcoin.
Baca juga :
IBIT sendiri mencatat kinerja impresif sejak diluncurkan pada 2024. ETF ini kini menjadi produk kripto terbesar dengan kepemilikan Bitcoin hampir USD 70 miliar atau sekitar Rp 1.172 triliun, berdasarkan data DefiLlama. Jaraknya cukup jauh dibandingkan pesaing terdekat, ETF Bitcoin milik Fidelity, yang mengelola sekitar USD 17 miliar. Dominasi ini kerap menjadi topik utama dalam berita bitcoin internasional.
Pengajuan ETF baru tersebut mencerminkan besarnya permintaan terhadap produk Bitcoin dari institusi keuangan tradisional. Tren ini juga terlihat dari rencana Morgan Stanley yang awal bulan ini mengumumkan peluncuran ETF Bitcoin spot miliknya sendiri, memperkuat narasi positif dalam berita bitcoin global.
BlackRock dikenal sebagai salah satu institusi paling agresif dalam mengadopsi aset kripto. CEO BlackRock Larry Fink secara terbuka menyatakan pandangannya mengenai keterbatasan pasokan Bitcoin dan ketahanannya terhadap inflasi fiat. Ia juga menilai bahwa pemindahan pasar keuangan ke blockchain merupakan langkah yang diperlukan, sebuah pandangan yang kembali menguatkan sentimen positif dalam berita bitcoin.
Dalam struktur produk ini, Coinbase akan berperan sebagai kustodian Bitcoin untuk iShares Bitcoin Premium Income ETF, sementara BNY Mellon ditunjuk sebagai kustodian dana tunai dan saham IBIT.







