32.3 C
Jakarta
Senin, 27 Mei, 2024

Berita Fintech Indonesia: Akulaku akan Dapat Suntikan Dana dari Investor Jepang

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru mengulas tentang startup fintech Akulaku yang akan mendapatkan suntikan dana.

Adapun suntikan dana terbaru itu datang dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Jepang. 

Berikut ini laporan selengkapnya, seperti dinukil dari Katadata.co.id, Selasa (27/12/2022).

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Ini Kunci Utama Aktivitas Fintech Menurut OJK

Berita Fintech Indonesia: Investasikan US$ 200 Juta

MUFG mengungkapkan, unit bisnis mereka di sektor perbankan akan menginvestasikan US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun di startup teknologi finansial (fintech) Indonesia Silvrr Technology Co Ltd atau yang dikenal dengan Akulaku.

“Indonesia sangat penting untuk ekspansi MUFG di Asia mengingat ukuran ekonomi negara ini dan potensi pertumbuhan yang tinggi di antara negara lain di Asia Tenggara,” tulis MUFG dalam pernyataan pers dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Akulaku menerima US$ 100 juta dari bank Thailand, Siam Commercial Bank Pcl.

Startup fintech tersebut menyediakan layanan Beli Sekarang Bayar Nanti alias paylater.

Sementara itu, MUFG sendiri memang masif berinvestasi di sektor keuangan. Pada bulan lalu, perusahaan Jepang tersebut mengakuisisi unit Home Credit di Indonesia dan Filipina sekitar US$ 632 juta 

Di samping itu, MUFG menjadikan Bank Danamon sebagai anak perusahaan terkonsolidasi pada April 2019.

“MUFG juga berencana mengakuisisi perusahaan paylater yang berbasis di Jepang hampir US$ 150,56 juta,” begitu isi laporan surat kabar Nikkei.

Pada pernyataan pers, MUFG pun telah mempertimbangkan untuk mengakuisisi saham di Kanmu.

Berita fintech Indonesia

Berita Fintech Indonesia: Akulaku Jadi Unicorn

Sebagai informasi, Akulaku masuk dalam daftar unicorn baru Indonesia pada April, demikian laporan Cento Ventures.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Julo Resmi Diperkuat Mantan Eksekutif Grab dan Tokopedia

Unicorn adalah sebuah sebutan bagi startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Di lain sisi, decacorn lebih dari US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun. Dalam laporan Cento Ventures bertajuk ‘SE Asia Tech Investment 2021’, Akulaku masuk dalam kolom startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar.

Fintech tersebut diketahui berada di bagian yang sama dengan Bukalapak, Xendit, Ajaib, dan Codapay. 

Akan tetapi, Codapay adalah startup asal Singapura, bukan Indonesia. Cento Ventures pun sudah memberikan catatan bahwa daftar ini tidak lengkap.

CB Insights bertajuk ‘The Complete List of Unicorn Companies’ pun mencatat bahwa Akulaku telah berstatus unicorn.

Untuk diketahui, startup fintech lending yang satu ini memiliki valuasi US$ 2 miliar lebih.

Salurkan Kredit Lebih dari US$ 2,2 M

Pada tahun lalu, Akulaku menyalurkan kredit lebih dari US$ 2,2 miliar kepada 10 juta lebih pengguna.

Startup tersebut juga menggabungkan platform wealth management, e-commerce, dan perbankan digital.

Dengan demikian, total pendapatan perusahaan meningkat 120% menjadi US$ 598 juta pada 2021.

Sekian ulasan tentang berita fintech Indonesia yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Penyaluran Pendanaan Fintech Mencapai Rp476,89 T

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU