25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Berita Fintech Indonesia: OJK Beberkan Penyebab Kredit Macet Pinjol Naik Dua Kali Lipat

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini terkait penyebab kredit macet pinjol yang naik dua kali lipat menurut OJK.

Adapun sebelumnya, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan mencatat bahwa total outstanding pinjaman online (pinjol) dari fintech lending mencapai Rp50,3 triliun pada November 2022.

Berikut ini berita fintech Indonesia selengkapnya, seperti dinukil dari Bisnis.com, Jumat (13/1/2023).

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Per November 2022, Kredit Bermasalah Pinjol Mencapai Rp1,42 T

Berita Fintech Indonesia: Sangat Dipengaruhi Beberapa Faktor

Menurut Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) I OJK, Bambang W. Budiawan, pendanaan macet sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama dalam hal kualitas credit scoring penyelenggara P2P lending.

Di samping itu, hal ini pun dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dan efektivitas penagihan.

Bambang menyampaikan, saat Covid-19 lalu, pendanaan macet sempat naik drastis karena terdampak kondisi perekonomian Indonesia.

Sementara itu, untuk tahun ini, kata dia lagi, pemerintah dan dunia usaha tetap optimistis perekonomian Indonesia tumbuh.

“Sepanjang kondisi perekonomian relatif stabil, kami yakin pendanaan macet masih dapat dikontrol dengan baik,” ucapnya.

Di lain sisi, ia pun menyatakan bahwa OJK juga selalu mendorong penyelenggara P2P lending untuk meningkatkan kualitas credit scoring sehingga potensi gagal bayarnya kecil.

Dari sisi kinerja keuangan penyelenggara fintech lending, OJK menyampaikan tingkat keberhasilan bayar atau TKB90 industri fintech lending naik menjadi sebesar 97,17 persen.

TWP90 di fintech berada di angka 2,83 persen. Kemudian, untuk return on asset (ROA), return on equity (ROE), maupun beban operasional dan pendapatan operasional (BOPO) dalam penyelenggara fintech lending masing-masing berada di angka -2,27 persen, -4,23 persen, serta 99,24 persen per November 2022.

Berita Fintech Indonesia: Per November 2022, Kredit Bermasalah Pinjol Mencapai Rp1,42 T

Sebelumnya diberitakan, menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perusahaan finansial berbasis teknologi atau financial technology (fintech) lending dengan tunggakan lebih dari 90 hari mencapai Rp1,42 triliun per November 2022.

Berdasarkan data Statistik Fintech Lending periode November 2022 yang diterbitkan oleh OJK pada 3 Januari 2023, nilai kredit macet di industri fintech lending terdiri atas pinjaman online (pinjol) perorangan dan bidang usaha masing-masing senilai Rp1,21 triliun dan Rp213,09 miliar.

Adapun secara lebih terperinci, outstanding pinjaman kredit macet untuk perorangan didominasi oleh nasabah laki-laki dengan nilai outstanding pinjaman sebesar Rp640,35 miliar.

Nilai outstanding pinjaman itu diketahui lebih rendah kalau dibandingkan dengan periode Oktober 2022 yang mencapai Rp667,74 miliar.

Di sisi lain, nasabah perempuan mencapai Rp571,61 miliar, lebih tinggi dari periode Oktober 2022 sebesar Rp564,63 miliar.

Apabila ditinjau berdasarkan usia, meski mengalami tren yang menurun, maka nasabah di rentang usia 19—34 tahun masih menjadi kontributor utama pinjaman bermasalah di atas 90 hari, yakni Rp766,40 miliar.

Sementara itu, nasabah dengan rentang usia 35—54 tahun mencatatkan outstanding pinjaman bermasalah sebesar Rp417,55 miliar dan nasabah di atas 54 tahun sebesar Rp26,30 miliar, serta nasabah dengan usia di bawah 19 tahun mencatatkan kredit macet sebesar Rp1,71 miliar.

Secara total, outstanding pinjaman fintech lending per November 2022 tercatat sebesar Rp50,29 triliun, yang terdiri dari perorangan sebesar Rp42,89 triliun dan badan usaha Rp7,4 triliun.

Dari sisi kinerja keuangan penyelenggara fintech lending, OJK menyampaikan tingkat keberhasilan bayar atau TKB90 industri fintech lending naik menjadi sebesar 97,17 persen.

TWP90 di fintech berada di angka 2,83 persen. Sementara itu, baik return on asset (ROA), return on equity (ROE), maupun beban operasional dan pendapatan operasional (BOPO) penyelenggara fintech lending masing-masing mencapai -2,27 persen, -4,23 persen, serta 99,24 persen per November 2022.

 

Daftar Pinjol Ilegal di Play Store

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) menyebutkan, setidaknya ada 80 platform pinjaman online atau pinjol ilegal per Desember 2022 yang terdapat di play store.

Pinjol ilegal punya beberapa ciri-ciri yang bisa diamati oleh masyarakat. Pertama, pinjol ilegal tidak terdaftar atau tidak berizin dari OJK.

Di samping itu, mereka menggunakan SMS atau pesan WhatsApp dalam memberikan penawaran.

Pinjol ilegal pun sering kali memberikan pinjaman dengan sangat mudah dengan bunga atau biaya pinjaman serta denda yang tidak jelas.

Adapun dalam menagih, pinjol ilegal kerap kali menggunakan ancaman teror, intimidasi, bahkan pelecehan pada nasabah yang tidak dapat membayar.

Mereka pun tidak memiliki layanan pengaduan dan tidak mengantongi identitas pengurus dan alamat kantor yang tidak jelas.

Masyarakat juga perlu memperhatikan bahwa biasanya pinjol ilegal meminta akses seluruh data pribadi yang ada di dalam gawai peminjam.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Milik Eks Bos ISAT, Startup Fintech Indonesia Ini akan Go Public di AS

Terakhir, pihak yang menagih tidak mengantongi sertifikasi penagihan yang dikeluarkan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Berikut 80 pinjol ilegal yang beredar di platform Play Store:

  1. Dana Segera Pinjam Uang
  2. Pinjaman Tunai-Cepet Cash Dana zeli 4,3 star
  3. KreditCepat – Dapat dipercaya
  4. Daun Hijau – pinjaman online
  5. PINJOL KAMI – Pinjaman Cair
  6. DigiPinjam – aman dan cepat
  7. Findaya – Pinjam Online OJK (pencatutan)
  8. Dana Sayang – dompet digital
  9. Tujuh Pinjaman
  10. Uang Beruntung
  11. Saku Penuh
  12. Simpan Uang
  13. Suasana Hijau
  14. pinjaman tepuk
  15. EasyCash – Pinjaman Online (Pencatutan)
  16. Dompet Mudah – Pinjam Cepat
  17. Dompet Ku – Pinjaman Cepat
  18. Newer Dompet – Bantuan Cash
  19. Super Dana – Aman Duit
  20. Dana Pratama – Pinjaman Online (dahulu Dana Pratama – Pinjaman Online Cepat Cair)
  21. Dana Ribu – Pinjaman Online
  22. Duit Aman – Pinjaman nyaman
  23. Dana Kita – KAT Cepat Online
  24. Pinjaman online WOW
  25. Pinjam Mudah – Uang Online
  26. Pinjamanplus – Bunga Rendah (dahulu Pinjamanplus -Pinjaman Uang Online Dana Cepat Cair)
  27. RupiahLagi
  28. Pinjaman Ekspres Kapal Selam 
  29. 360 pinjaman
  30. Pinjaman Cepat – Pinjaman Uang (dahlu Pinjaman Cepat – Pinjaman Uang Tunai Dana Cepat)
  31. Oranye-Pinjaman Cepat
  32. Tunai Kilat-Pinjaman Tunai
  33. Pinjaman Cepat AK
  34. Sumber Solusi Terdepan – Cepat (dahulu Dewa Penolong – Pinjaman easy)
  35. Pinjaman Aman – KTA Terpercaya (dahulu Pinjaman Aman – Pinjaman Online Dana Rupiah)
  36. Pinjaman Petir – Bunga Rendah
  37. Harimau Kecil – Pinjaman Cepat
  38. Pinjaman Tunai Red Sun
  39. Rupiah Cepat Cair Pinjol Advic (Pencatutan)
  40. Uang Pinjam Online Dana Cepat (dahulu Uang Pinjam-Pinjaman Dana Cepat Cash Tunai Online/ Uang Pinjam-Pinjam Dana Cepat)
  41. Dana Aman – KTA Bunga Rendah (dahulu Dana Aman –Pinjaman Online Uang Tunai Bunga Rendah)
  42. Pinjaman Cepat F&1
  43. Dompet Emas Pinjama uang cepat
  44. BoomPitih
  45. Siput Energi
  46. Telur Rebus
  47. DuniaSaku
  48. Bantu Cepat Pinjaman Tips
  49. Bantu Cepat Pinjaman Guide
  50. Dana Darurat – Kredit Tunai
  51. Dana Darurat Pinjaman Guide
  52. Tunai Cair – Pinjaman Kredit
  53. Tunai Cair
  54. Tunai Cair Pinjaman Guide
  55. Tunai Cair Pinjaman Uang Hint
  56. Uang datang
  57. Mari Pinjam
  58. Kredit Mudah – Uang Kilat
  59. Super Rupiah – Aman dan cepat 
  60. Dompet Kilat – Pinjam Online (Pencatutan)
  61. Pinjaman soto
  62. Easy Go
  63. Berikan Dan
  64. Tunai Boom
  65. Dana boom
  66. Kredit Penuh-Pinjaman Cash
  67. DearRupiah-Kredit Uang Kilat
  68. Dear Rupiah Pinjaman Guide
  69. Pinjaman Pudah
  70. KA Pinjaman Online Cepat
  71. Kilat Rupiah – Quick & Safe
  72. Pinjaman Online CKE
  73. Kilat Kas-Kita Pinjama Credit
  74. Selamat Cash – Duit Aman
  75. Platform Pinjaman Online XOT
  76. CashWallet
  77. Pinjaman Hoki-Uang Online
  78. Pinjaman Cepat Online MK
  79. Dana Impian
  80. Dana Ceria

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Aturan Modal Inti Baru Dipenuhi Separuh Fintech, Pengamat Bilang Begini

Sekian ulasan tentang berita fintech Indonesia yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE