25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Berita Fintech Indonesia: Cara Kembangkan UMKM dengan Pinjaman Modal dari Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini akan mengulas tentang cara mengembangkan UMKM dengan pinjaman modal fintech.

Seperti diketahui bersama, hingga saat ini, perkembangan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia berlangsung dengan semakin cepat.

Bahkan, tidak sedikit pula UMKM yang sudah merambah ke bisnis online. Oleh sebab itu, di samping punya produk yang dijual di toko fisik, para pelaku UMKM pun saat ini berjualan online di sosial media atau di banyak e-commerce.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Mengenal Kembali Fintech Syariah

Nah, tujuannya tentunya untuk mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi yang semakin maju sekaligus juga untuk mampu menjaring pelanggan yang lebih luas lagi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Terkait perkembangan pesat UMKM ini, tentu saja akses kebutuhan terhadap modal atau pendanaan juga ikut meningkat. Dalam hal ini, salah satu sumber permodalan yang paling banyak dipilih oleh pelaku bisnis UMKM adalah pinjaman online berbasis fintech Peer to Peer Lending (fintech P2P Lending) yang saat ini juga tengah menjamur di Indonesia.

Kehadiran pinjaman online ini memang sangat membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya untuk dapat lebih maju, berkembang, dan mendatangkan omzet yang besar. Dengan demikian, secara otomatis, hal itu juga akan meningkatkan tingkat perekonomian negara.

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengembangkan UMKM dengan bantuan fintech lending supaya bisnis bisa berjalan dengan lancar dan hasil sesuai dengan harapan? Kamu akan mendapatkan jawabannya dalam ulasan di bawah ini. Simak yuk!

Berita Fintech Indonesia: Apa Itu Fintech Lending?

Merujuk pada Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016, fintech lending/peer-to-peer lending/P2P lending adalah sebuah layanan atau metode pinjam-meminjam uang dalam mata uang rupiah di Indonesia secara langsung yang menghubungkan kreditur atau lender sebagai pemberi pinjaman dan debitur atau borrower sebagai penerima pinjaman yang berbasis teknologi informasi.

Adapun di Indonesia, fintech lending ini juga dikenal sebagai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). Total jumlah penyelenggara fintech atau P2P lending Indonesia yang terdaftar dan berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini adalah 102 perusahaan.

OJK sebagai regulator jasa keuangan pun telah mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jasa penyelenggaraan fintech P2P lending Indonesia yang sudah terdaftar atau berizin dari OJK.

Sebagai informasi, sistem P2P Lending Indonesia ini pun sangat mirip dengan konsep yang diterapkan pada marketplace secara online, yakni menyediakan wadah sebagai tempat pertemuan antara pembeli dengan penjual. Akan tetapi, di P2P Lending Indonesia, sistem yang ada nantinya akan mempertemukan pihak peminjam dengan pihak yang memberikan pinjaman.

berita fintech indonesia

Cara Kembangkan Bisnis UMKM dengan Pinjaman Modal dari Fintech—Berita Fintech Indonesia

1. Pilih Fintech Lending yang Terdaftar di OJK

Untuk mengembangkan UMKM, hal pertama yang perlu dilakukan, yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dijual dan di situlah penambahan modal perlu dilakukan. Buat kamu yang saat ini sedang mengalami kendala dalam kekurangan modal, kamu tidak perlu bingung lagi sebab ada banyak fintech lending yang siap menyalurkan sejumlah pembiayaan untuk penambahan modal usaha.

Namun, pilihlah fintech lending yang sudah terdaftar dan berizin di OJK dengan mengunjungi website www.ojk.go.id. Di samping itu, kamu juga bisa mendapatkan informasi lainnya seputar fintech, dengan tujuan agar terhindar dari penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Industri Harapkan Pajak Pinjol Direvisi

2. Ajukan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

Tindakan langsung mengajukan dana pinjaman dengan jumlah besar tanpa adanya melakukan pertimbangan jelas adalah kesalahan yang sangat fatal. Pasalnya, tidak ada yang bisa mengira, omzet penjualan menurun drastis atau kemungkinan besar UMKM yang sedang berjalan bangkrut sehingga akhirnya tidak bisa membayar cicilan utang yang membuat utang semakin menggunung.

Maka dari itu, ajukanlah pinjaman online sesuai dengan modal yang dibutuhkan alias tidak dilebih-lebihkan. Jangan lupa pula untuk melakukan pertimbangan setiap fintech dengan perhitungan yang detail, mulai dari bunga yang ditawarkan, biaya denda, hingga tenornya.

3. Lakukan Riset Pasar secara Berkala-berita fintech Indonesia

Tentunya, memasuki dunia bisnis atau UMKM yang sangat luas tanpa adanya pembekalan ilmu dasar seputar bisnis adalah hal yang akan membuat pebisnis kalah sebelum berperang. Oleh sebab itu, melakukan riset pasar secara berkala merupakan hal yang paling diutamakan.

Adapun riset ini dapat dilakukan dengan cara terjun langsung ke tengah masyarakat atau melalui internet. Dengan demikian, sebagai pebisnis, kamu bisa mengetahui siapa yang akan menjadi target sasarannya dan apa yang tengah dibutuhkan oleh pasar atau masyarakat dari produk yang kamu jual.

4. Tingkatkan Kreativitas dan Berani Berinovasi

Selanjutnya, hasil riset yang sudah dilakukan sebelumnya tadi akan memudahkan seorang pebisnis untuk menciptakan sebuah produk dengan kualitas yang bagus dan tentunya bisa disukai masyarakat.

Proses tersebut diharapkan para pelaku UMKM tidak mudah menyerah karena banyaknya kompetitor membuat barang yang dijual bisa bersaing dengan ketat. Dalam hal ini, perlunya mengasah kreativitas menciptakan ide-ide yang baru dan jangan takut untuk berinovasi.

Kamu pun bisa mencari inspirasi dengan sering bergaul, peka terhadap lingkungan sekitar, melihat dari internet atau sosial media.

5. Lakukan Promosi dengan Tepat-berita fintech Indonesia

Adapun promosi juga menjadi bagian yang terpenting di dunia bisnis. Pasalnya, akan percuma saja jika produk yang dijual bagus, tetapi tidak melakukan promosi yang baik dan benar. Kamu bisa melakukan kegiatan yang satu ini dengan mengunggah sebuah postingan promo di sosial media atau di kertas selebaran yang dibagi-bagikan kepada orang.

Di samping itu, pastikan juga bahwa kamu aktif dalam melakukan promosi ini karena hal ini akan menentukan laris atau tidaknya penjualan produk. Pada intinya, kian aktif dan konsisten promosi, kian sering pula pelanggan yang membeli produk sehingga omzet penjualan akan terus meningkat.

Sekian berita fintech Indonesia hari ini tentang cara mengembangkan bisnis UMKM dengan pinjaman modal dari fintech.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: 4 Tips Menghindari Joki Pinjol

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE