28.6 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Berita Kripto Hari Ini: Jaksa Agung New York Gugat Mantan CEO Celsius Network

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait pemberi pinjaman kripto Celsius Network yang masih harus menghadapi konsekuensi.

Hal itu terjadi sejak perusahaan ini dinyatakan bangkrut pada 2022 lalu. Terbaru, Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, sudah menggugat mantan CEO Celsius, Alex Mashinsky.

Alasannya, Alex Mashinsky diduga telah menipu investor hingga mencapai miliaran dolar dalam cryptocurrency. 

Berikut ini berita kripto hari ini selengkapnya, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Kesepakatan Binance AS untuk Beli Voyager Digital Ditolak SEC

Berita Kripto Hari Ini: Dituduh Menyesatkan Pelanggan

Melangsir Yahoo Finance, Jumat (6/1/2023), eksekutif ini dituduh telah menyesatkan pelanggan tentang kesehatan keuangan Celsius yang memburuk dan tidak mendaftar sebagai penjual atau sebagai pedagang komoditas dan sekuritas.

Adapun Kantor Kejaksaan Agung mengklaim Mashinsky secara keliru membanggakan investasi berisiko rendah dan mitra pemberi pinjaman yang andal sementara “secara rutin” mengekspos investor ke pendekatan berisiko tinggi yang mengakibatkan kerugian yang disembunyikan kepala perusahaan dari pelanggan. 

Ia pun membuat pernyataan yang tidak benar tentang keamanan, strategi, dan jumlah pengguna, menurut gugatan tadi. Dalam hal ini, mantan kepala Celsius diduga menipu ratusan ribu investor (lebih dari 26.000 di negara bagian), dengan beberapa di antaranya, menurut James, mengalami “kehancuran finansial”.

Terkait hal itu, New York pun berharap untuk melarang Mashinsky melakukan bisnis di negara bagian tersebut. Ia pun ingin Mashinsky membayar ganti rugi dan memberi kompensasi kepada investor yang terdampak. 

Pada sebuah pernyataan, Celsius hanya menegaskan kembali Mashinsky mengundurkan diri sebagai CEO pada September dan “tidak lagi terlibat” dalam mengelola perusahaan. Celsius merupakan salah satu korban paling menonjol dari kehancuran kripto tahun lalu.

Nilai tokennya anjlok dari USD 7,00 (Rp 109.446) pada 2021 menjadi hanya USD 3,00 (Rp 46.905) pada pertengahan 2022  Hal itu sangat merusak perusahaan yang menawarkan pinjaman dengan sedikit agunan dan menjanjikan imbal hasil setinggi 18,6 persen.

Celsius pun tidak memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk bertahan dari krisis.  Lantas, Celsius membekukan penarikan pada Juni lalu untuk menstabilkan asetnya, tetapi memilih kebangkrutan pada bulan berikutnya untuk merestrukturisasi dan memberikan kesempatan yang lebih baik untuk berkumpul kembali.

Berita Kripto Hari Ini: Kesepakatan Binance AS untuk Beli Voyager Digital Ditolak SEC

Diberitakan sebelumnya, kesepakatan Binance Amerika Serikat (AS) untuk membeli Voyager Digital. Dalam hal ini, Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) diketahui sudah mengajukan keberatan terbatas terhadap usulan akuisisi Binance AS senilai USD 1 miliar atau Rp 15,60 triliun (asumsi kurs Rp 15.609 per dolar AS) atas pemberi pinjaman mata uang kripto Voyager Digital yang bangkrut.

Demikian terungkap dalam pengajuan pengadilan kebangkrutan pada Rabu, 4 Januari 2022 kemarin. Mengutip Channel News Asia, Kamis (5/1/2022), regulator menunjukkan kegagalan untuk memasukkan informasi yang diperlukan pada pernyataan pengungkapan Binance AS.

Lantas, dikatakan dalam perjanjian pembelian tidak punya perincian mengenai kemampuan pertukaran kripto untuk menutup kesepakatan dan sudah meminta informasi lebih lanjut soal sifat operasi bisnis perusahaan setelah kesepakatan.

Namun, pengacara Voyager Digital dan Binance AS tidak segera menanggapi permintaan komentar. Sementara itu, pada bulan lalu, Komite Penanaman Modal Asing Amerika Serikat (CFIUS) AS mengatakan bahwa peninjauannya bisa menunda/memblokir kesepakatan.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Kripto Milik Pengembang Bitcoin Core Dicuri Peretas tidak Dikenal

Binance sendiri sudah menjadi subjek penyelidikan pencucian uang oleh jaksa AS. Binance AS, yang berbasis di California’s Palo Alto, mengatakan bahwa pertukaran Amerika-nya yang terpisah alias “sepenuhnya independen” dari platform utama Binance.

berita kripto hari ini

Binance US Akuisisi Perusahaan Kripto Bangkrut Voyager Digital

Binance US sendiri sebelumnya sudah dipilih oleh Voyager Digital sebagai penawaran tertinggi dan terbaik untuk asetnya sebagai bagian dari proses kebangkrutan Bab 11.

Hal ini disampaikan Voyager pada Senin, 19 Desember 2022.  Pada posting blog terpisah, Binance US mengumumkan perjanjian ini, menetapkan jalur yang jelas ke depan agar dana pelanggan Voyager dibuka secepat mungkin, dan dikembalikan kepada mereka dalam bentuk mata uang kripto yang sebelumnya disimpan di akun Voyager mereka.

Menurut CEO dan presiden Binance US, Brian Shroder, dalam postingan blog, pihaknya berharap pilihan perusahaan mengakhiri proses kebangkrutan bisa mengembalikan dana pelanggan yang terseret secara tidak adil ke dalamnya bukan karena kesalahan mereka sendiri.

Di kala itu, Voyager akan meminta persetujuan di pengadilan kebangkrutan untuk menandatangani perjanjian pembelian aset dengan Binance US pada sidang yang dijadwalkan pada 5 Januari 2023.

“Setelah kesepakatan ditutup, pelanggan Voyager akan dapat mengakses pencairan kepemilikan kripto mereka di masa mendatang melalui platform Binance US dari real kebangkrutan Voyager Digital,” ucap Shroder dikutip dari Yahoo Finance.

Sebelumnya, Voyager menyetujui tawaran FTX untuk mengakuisisi rekening simpanan pelanggannya dalam kesepakatan senilai USD 1,42 miliar yang dicapai pada akhir September.

Tawaran ini tengah ditinjau oleh Dewan Sekuritas Texas sebelum jatuh pada November setelah FTX menyatakan kebangkrutan.

Menyusul kebangkrutan FTX, perusahaan mitra bursa AS, Binance menghadapi pengawasan ketat. Binance US merupakan badan hukum terpisah dengan perjanjian lisensi dari pertukaran kripto utama Binance. Mayoritas dimiliki oleh CEO Binance, Changpeng Zhao.

Pada pekan sebelumnya, pertukaran untuk sementara menghentikan penarikan stablecoin USDC dengan alasan batasan jam perbankan harian selama periode rekor penarikan pelanggan.

Sebagian penarikan itu muncul karena kekhawatiran setelah publikasi laporan bukti cadangan yang tidak memenuhi harapan pelanggan.

Sekian ulasan tentang berita kripto hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Pembiayaan Kendaraan di Thailand, BMW Gunakan Blockchain

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE