27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Berita Kripto Hari Ini: Genesis Capital dan Gemini Diperiksa SEC, Ini Penyebabnya

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait pemeriksaan terhadap Genesis Global Capital LLC dan Gemini Trust Company LLC.

Untuk diketahui, Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) mengumumkan bahwa mereka telah memeriksa kedua perusahaan pertukaran kripto itu terkait penawaran dan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar kepada investor ritel lewat program peminjaman aset kripto Gemini Earn. 

Berikut ini berita kripto hari ini selengkapnya, seperti dinukil dari Liputan6.com.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Genesis Resmi Ajukan Perlindungan Kebangkrutan

Berita Kripto Hari Ini: Kumpulkan Aset Kripto Miliaran Dolar

Melangsir Yahoo Finance, lewat penawaran yang tidak terdaftar itu, Genesis Capital dan Gemini mengumpulkan aset kripto senilai miliaran dolar dari ratusan ribu investor. 

Pada Desember 2020, kata SEC, Genesis menandatangani perjanjian dengan Gemini untuk menawarkan kepada pelanggan Gemini, termasuk investor ritel di AS, kesempatan untuk meminjamkan aset kripto mereka ke Genesis dengan imbalan janji Genesis untuk membayar bunga.

Adapun kedua perusahaan ini menawarkan program peminjaman cryptocurrency Gemini Earn kepada investor ritel antara Februari 2021 hingga November 2022.

“Lebih dari 50 aset kripto memenuhi syarat untuk diinvestasikan dalam program Gemini Earn, termasuk bitcoin, ether, USD Koin, dan dogecoin,” ujar SEC.

SEC menambahkan, investor Gemini Earn menawarkan aset kripto mereka kepada Genesis, dengan Gemini bertindak sebagai agen untuk memfasilitasi transaksi.

Lantas, Genesis menjalankan kebijaksanaannya dengan cara menggunakan aset kripto investor untuk menghasilkan pendapatan dan membayar bunga kepada investor Gemini Earn.

Dirincikan SEC, Genesis mengumumkan pada November tahun lalu investor Gemini Earn tidak akan diizinkan untuk menarik aset kripto mereka “karena Genesis kekurangan aset likuid yang cukup untuk memenuhi permintaan penarikan menyusul volatilitas di pasar aset kripto.”

Saat itu, “Genesis memiliki sekitar USD 900 atau setara Rp 13,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.110 per dolar AS) juta aset investor dari 340.000 investor Gemini Earn.”

Pada akhirnya, Genesis pun mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di New York, Jumat, 20 Januari 2023.

Perusahaan ini menjadi yang terbaru di industri yang mengajukan kebangkrutan karena dampak dari jatuhnya harga kripto tahun lalu.

berita kripto hari ini

Berita Kripto Hari Ini: Salah Satu Kreditur FTX Terbesar, Perusahaan Kripto Genesis Capital Bangkrut

Sebelumnya, perusahaan pemberi pinjaman kripto Genesis Global Capital ternyata adalah kreditur tanpa jaminan terbesar dari FTX.com dan perusahaan afiliasi FTX. 

Dilansir dari Yahoo Finance, Senin (23/1/2023), Genesis Global Capital memimpin “Daftar 50 Teratas” yang mewakili FTX dan kreditur utama perusahaan afiliasinya, karena berutang USD 226,3 juta atau setara Rp 3,4 triliun (asumsi kurs Rp 15.063 per dolar AS), menurut pengajuan pengadilan.

FTX menyatakan bangkrut pada 11 November, menyebabkan gejolak besar di seluruh sektor kripto yang juga berdampak pada berbagai perusahaan kripto lainnya. 

Genesis Global Holdco LLC dan anak perusahaannya Genesis Asia Pacific Pte. Ltd. dan Genesis Global Capital LLC semuanya mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada Jumat 20 Januari 2023. 

Menurut laporan perusahaan, Genesis dan penasihatnya telah terlibat dalam diskusi yang produktif dan berkelanjutan dengan penasihat kreditor dan perusahaan induknya, Digital Currency Group (DCG) untuk mengevaluasi jalur paling efektif untuk mempertahankan aset dan memajukan bisnis.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Pengguna Binance Sekarang Bisa Beli Kripto lewat Apple Pay

Pengajuan kebangrkutan Genesis Capital memperkirakan perusahaan memiliki antara USD 1 miliar atau setara Rp 15 triliun (asumsi kurs Rp 15.063) hingga USD 10 miliar atau setara Rp 150,5 triliun aset.

Dari total aset yang dimiliki, Genesis juga memiliki kewajiban membayar sekitar USD 1 miliar hingga USD 10 miliar, dengan lebih dari 100.000 kreditor yang diperkirakan. 

File dokumen pengadilan pada Jumat menunjukkan Genesis memegang kewajiban pembayaran USD 5,1 miliar atau setara Rp 76,8 triliun beberapa minggu setelah pembekuan penarikannya pada 16 November 2022.

Pengajuan Bab 11 sudah lama datang untuk Genesis, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Digital Currency Group (DCG), ini mengalami kerugian besar mulai Juni tahun lalu dan akhirnya tidak dapat lagi beroperasi setelah runtuhnya pertukaran kripto FTX.

Perusahaan Pinjaman Kripto Genesis PHK 30 Persen Karyawan

Sebelumnya, perusahaan pemberi pinjaman kripto, Genesis memotong 30 persen stafnya dalam putaran PHK terbaru, kata perusahaan Kamis, 5 Januari 2023. Putaran terakhir PHK ini terjadi dua bulan setelah perusahaan membekukan penarikan pelanggan.

Melangsir Yahoo Finance, Jumat (6/1/2023), genesis adalah perusahaan layanan keuangan kripto dengan bisnis perdagangan, peminjaman, pembuatan pasar, dan kustodian yang dimiliki oleh Digital Currency Group (DCG).

DCG juga memiliki Grayscale, sponsor kepercayaan bitcoin terbesar di dunia, GBTC, serta outlet media kripto, Coindesk, dan pemodal penambangan kripto, Foundry. Genesis sendiri mengalami beberapa pukulan besar selama gejolak pasar kripto sepanjang 2022.

Perusahaan mengalami kerugian USD 2,4 miliar (Rp 37,5 triliun) setelah mitra peminjam utama Three Arrows Capital gagal memenuhi margin call atas pinjamannya mulai 16 Juni;.

Three Arrows secara resmi mengajukan kebangkrutan pada 2 Juli. Kemudian, pada Agustus, perusahaan juga mengumumkan pengunduran diri CEO dan PHK 20 persen tenaga kerjanya. Baru-baru ini, Genesis menghilangkan penarikan pinjaman pelanggan pada November.

Perusahaan itu juga dikenal sebagai pemberi pinjaman yang signifikan untuk Alameda Research, bagian perdagangan dari platform kripto FTX yang bangkrut.

Sejak Genesis menghentikan penarikan, CEO perusahaan induknya DCG, Barry Silbert, mengatakan sedang mencari dana antara USD 500 juta (Rp 7,8 triliun) dan USD 1 miliar (Rp 15,6 triliun) untuk perusahaan tersebut.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Pengawasan Kripto Pindah ke OJK untuk Lindungi Konsumen

Sekian ulasan tentang berita kripto hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE