30.9 C
Jakarta
Rabu, 27 Oktober, 2021

BI Prediksi Transaksi E-commerce Naik Tahun 2021 Capai 33,2%

Duniafintech.com – Bank Indonesia (BI) memprediksi transaksi ecommerce naik hingga 33,2% di tahun 2021. Kenaikan ini sejalan dengan tren digital di masa pandemi. Adanya aturan PSBB dari pemerintah membuat masyarakat melek digital sehingga mampu memaksimalkan teknologi ini dengan baik.

Proyeksi BI terhadap kenaikan jumlah transaksi ecommerce terus meningkat dari tahun ke tahun. Seperti tahun 2019, BI hanya memproyeksikan senilai Rp205,5 triliun. Proyeksi transaksi ecommerce naik di tahun 2020 senilai Rp253 triliun, kemudian di tahun 2021 meningkat lagi menjadi Rp337 triliun.

Perry Warjiyo selaku Gubernur BI mengungkapkan, “pandemi memberi banyak hikmah di sektor transaksi digital sehingga membuat ekonomi dan keuangan digital Indonesia bergerak luar biasa.”

Baca Juga:

Transaksi ecommerce naik bukan tanpa alasan, penggunaan paylater yang melambung tinggi membuat masyarakat lebih memilih berbelanja online. Saat ini pembayaran menggunkan paylater lebih diminati oleh masyarakat ketimbang membayar langsung.

Sejumlah raksasa ecommerce di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, dan yang lainnya tengah berlomba untuk menjalin kolaborasi dengan startup fintech. Seperti taralite yang diakuisi oleh OVO dan kredivo yang bekerja sama dengan banyak ecommerce. Anak usaha dari Gojek yang bernama Gopay mencatatkan kenaikan pada fitur paylaternya di tahun 2020 sebanya 2,7 kali lipat disbanding dengan tahun sebelumnya.

Selain prediksi transaksi ecommerce naik, transaksi di sektor uang elektronik diperkirakan ikut meroket sebesar 32,3%. Dari estimasi tahun 2020 sebesar Rp201 triliun menjadi Rp266 triliun. Tak hanya itu, transaksi digital banking juga diproyeksikan akan meningkat sebesar 19,1% atau senilai Rp32,206 triliun dari proyeksi tahun sebelumnya senilai Rp27,036 triliun.

“Sektor perbankan harus lebih agresif untuk mengembangkan digital bankingnya. Tren digital semakin digandrungi sehingga perbankan harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tidak ditinggalkan konsumennya,” ungkap Perry.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Langkah Mudah Melakukan Investasi bagi Anak Muda

Investasi menjadi salah satu bagian yang terpenting bagi anak muda yang melek dalam kondisi masa depan nanti. Sehingga banyak yang memulai untuk mempelajari apa...

5 Sektor Saham Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang

Sektor saham adalah hal penting untuk dipahami ketika memutuskan saham apa saja yang ingin dikoleksi untuk jangka panjang saat dihadapkan dengan ratusan saham untuk...

Apa Itu Premi, dan Tujuan Membayar Premi Asuransi

Mengapa premi tertera pada perjanjian asuransi? Dan apa yang dimaksud dengan premi asuransi? Berikut penjelasan pengertian premi asuransi. Setelah Anda mengetahui pengertian asuransi dan risiko,...

Ketahui Syarat dan Cara Mendapatkan Pinjaman UMKM agar Cepat Cair

Pinjaman UMKM cepat cair adalah solusi dalam berwirausaha yang seringkali terkendala pada modal awal untuk memulai usaha. Padahal, usaha tanpa modal sebenarnya sudah bisa...

Aplikasi GoTrade, Solusi Mudah Beli Saham Listing di Luar Negeri

GoTrade adalah sebuah merek dagang yang bernama TR8 Securities Inc., sebuah perusahaan berlisensi untuk menjalankan bisnis oleh lembaga pengatur dan pengawas dari Pemerintah Malaysia....
LANGUAGE