25.9 C
Jakarta
Sabtu, 20 April, 2024

Ada Naik Ada Turun, Inilah Harga Emas Selasa 26 Januari 2021

DuniaFintech.com – Harga emas pada Selasa 26 Januari mengarah pada jalan yang berbeda. Laman PT Pegadaian menyebutkan bahwa emas milik Antam mengalami perbedaan dengan UBS terkait performa dan nilai jual.

Untuk Antam, performa mereka kali ini merosot cukup signifikan, mulai dari bobot 2 gram dengan koreksi nilai sebanyak Rp 6.000, mulai Rp 1.944.000 menjadi Rp 1.938.000. Selanjutnya, untuk bobot 5 gram, Antam mengalami penurunan signifikan dari Rp 4.780.000 menjadi Rp 4.765.000.

Selain itu, harga emas Antam 10 gram juga mengalami koreksi besar-besaran, dibuka dengan harga Rp 9.502.000 kini nilainya merosot ke harga Rp 9.471.000.

Di tempat lain, harga emas UBS justru menunjukkan performa sebaliknya. Dimulai dari bobot 0,5 gram, hari ini harga jual merangsek naik dari Rp 500.000 menjadi Rp 503.000. Sementara, harga emas UBS untuk ukuran 1 gram dijual dengan harga Rp 941.000, merangkak naik dari nilai sebelumnya yakni Rp 935.000.

Baca juga:

Harga Emas Selasa 26 Januari 2021

Berikut adalah daftar harga emas per Selasa 26 Januari 2021 di pasar Pegadaian. Ada pun daftar meliputi emas UBS dan Antam.

BobotAntamUBS
0,5 gramRp 503.000
1 gramRp 941.000
2 gramRp 1.938.000Rp 1.867.000
5 gramRp 4.765.000Rp 4.613.000

Sebagai salah satu jenis investasi yang populer di dunia, beberapa orang kerap menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka pendek, seperti indeks harga saham. Meski demikian, beberapa orang juga menjadikan logam mulia sebagai jaminan simpanan serta safe haven.

Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan dan penurunan nilai emas, salah satu yang paling berpengaruh ialah perubahan nilai mata uang Dollar Amerika Serikat. Disebutkan, semakin rendah nilai tukar mata uang negeri Paman Sam tersebut terhadap Rupiah, maka harga logam mulia tersebut semakin meroket.

Faktor selanjutnya ialah produksi emas dunia. Sejak tahun 2000, jumlah produksi emas semakin menurun lantaran sumber daya yang semakin berkurang serta kesulitan dalam penambangan. Hal ini tentunya membuat logam mulia menjadi instrumen investasi yang diperebutkan.

DuniaFintech/Fauzan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE