25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Estimasi Biaya Haji dan Umrah di Indonesia serta Perbedaannya

Pengetahuan tentang biaya ibadah haji dan umrah di Indonesia menjadi “syarat wajib” yang harus dimiliki oleh calon jemaah haji dan umrah. Hal itu agar para calon jemaah dari salah satu ibadah yang dianjurkan untuk umat muslim apabila mampu secara finansial dan fisik ini dapat memperkirakan atau membuat estimasi sederhana tentang biaya yang harus mereka persiapkan atau yang harus ditabung agar dapat menuju tanah suci Mekkah.

Namun, sebelum mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan di antara keduanya, di bawah ini akan dipaparkan terlebih dahulu tentang estimasi biaya haji dan umrah yang perlu diketahui.

Estimasi Biaya Ibadah Haji dan Umrah

Mengutip dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), inilah beberapa rincian biayanya:

Biaya haji

– Haji plus

Ini merupakan program haji yang diselenggarakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang diawasi langsung oleh Kemenag RI. Di antara fasilitas unggulannya, yakni proses pergi haji yang cepat. Untuk daftar tunggu pada program ini juga relatif memakan waktu yang singkat. Adapun perkiraan biaya ibadah haji plus 2021 sebesar $11 ribu untuk paket Quad yang diperuntukkan untuk peserta yang berangkat sendiri atau rombongan.

BERITA TERKAIT :

Sementara itu, jika ingin melakukan ibadah haji bersama keluarga, bisa memilih paket Triple atau Double. Untuk paket Triple, pendaftar akan dikenakan biaya $11.750 dan paket Double $12.750 atau dalam rupiah biayanya sekitar Rp156 juta hingga Rp180 juta.

– Haji reguler

Biasanya, biaya haji ini akan murah ketimbang haji plus. Untuk masa waktunya juga lebih lama daripada haji plus, yakni sekitar 11 tahun hingga 29 tahun. Menurut data terbaru Kemenag RI, biaya haji reguler 2021 sekitar Rp44,3 juta.

– Haji Furoda

Dalam program haji ini, calon jemaah haji berangkat tidak menggunakan jatah kuota haji Indonesia. Adapun visa hajinya berupa undangan langsung dari pemerintah Arab Saudi. Melalui program ini, calon jemaah tidak perlu menunggu antrean, layaknya pada haji plus dan haji reguler. Untuk estimasi biayanya pada tahun 2021 diketahui mulai dari $17 ribu hingga $30 ribu per orang atau dalam rupiah sekitar Rp241 juta hingga Rp425 juta.

Estimasi Biaya Umrah

Di tengah pandemi saaat ini, estimasi biaya umrah sekitar Rp22 juta hingga Rp40 juta-an. Angka itu bergantung berapa lama jemaah ingin melaksanakan ibadah umrah dan penginapan atau hotel yang dipilih. Kian lama dan semakin bagus penginapan atau hotel yang dipilih, akan semakin besar pula harga yang harus dibayar.

Baik biaya ibadah haji maupun ibadah umrah, keduanya mengalami peningkatan dari segi harga daripada tahun lalu. Biaya ibadah haji bahkan naik hingga Rp9,1 juta. Penyebabnya adalah ini terjadi lantaran ketentuan protokol kesehatan.

Karena itu, calon jemaah haru mempersiapkan sejumlah dana khusus untuk melaksanakan protokol kesehatan saat melaksanakannya nanti.

Perbedaan antara Haji dan Umrah

Sebagaimana diketahui, antara ibadah haji dan umrah memiliki perbedaan dalam pelaksanaannya. Apabila ibadah haji hukumnya wajib dan termasuk ke dalam rukun islam yang kelima, ibadah umrah sendiri hukumnya, yaitu sunnah dan dapat ditunaikan kapan saja. Perbedaan mendasar lainnya adalah terkait berdiam diri atau wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. 

Pasalnya, untuk ibadah haji, jemaah diketahui wajib melakukan wukuf dan menjadi syarat sah melakukan ibadah haji, sementara pada umrah hal itu tidak diwajibkan. Untuk mengetahui perbedaan antara haji dan umrah, inilah pemaparannya:

  1. Ibadah haji hukumnya wajib, sedangkan umrah sunah

Adapun perbedaan pertama antara ibadah haji dan umrah adalah hukum melaksanakan ibadahnya. Berdasarkan QS Ali Imran ayat 98 yang artinya, “Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98). Karena itu, wajib bagi umat muslim melaksanakan ibadah haji bila sudah mampu dan memenuhi syarat. 

Lain halnya dengan ibadah umrah yang sifatnya sunnah muakad. Berdasarkan QS al-Baqarah ayat 196 yang artinya, “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah untuk Allah,” (QS al-Baqarah: 196). Oleh sebab itu, apabila seseorang sudah mampu secara finansial dan sudah memenuhi syarat, sebaiknya segera laksanakan ibadah haji terlebih dahulu yang hukumnya wajib jika mampu. 

  1. Rukun yang berbeda

Selanjutnya, perbedaan antara kedua ibadah ini terletak pada jumlah rukun saat melaksanakan ibadahnya. Rukun ibadah haji ada lima, yakni niat ihram, wukuf di padang Arafah, tawaf, sa’i antara Safa dan Marwah, serta mencukur rambut. Rukun umrah, di antaranya niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut saja.

Ketika melaksanakan umrah, jemaah tidak dapat melakukan wukuf di Padang Arafah sebab kegiatan ini hanya bisa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Rukun-rukun ini harus dilaksanakan saat jemaah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Jika satu rukun terlewatkan, jamaah harus membayar sejumlah denda.

  1. Ibadah umrah bisa kapan saja

Terkait waktu pelaksanaannya, ibadah umrah lebih fleksibel daripada ibadah haji. Jemaah dapat melaksanakan ibadah umrah kapan saja, kecuali tanggal-tanggal yang dimakruhkan, antara lain, hari Arafah tanggal 10 Dzulhijjah, hari-hari tasyrik pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Sementara itu, ibadah haji hanya bisa dilakukan satu tahun sekali antara awal bulan syawal hingga Hari Raya Idul Adha di bulan Dzulhijjah.

  1. Beda kewajiban

Persamaan kewajiban antara kedua ibadah ini, yaitu dalam menjalankan serangkaian kegiatan manasik. Jika hal itu ditinggalkan, jamaah harus membayar sejumlah denda. Kewajiban antara jamaah haji dan jamaah umrah diketahui berbeda.

Dalam hal ini, jemaah wajib melakukan niat ihram dari miqat, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’, dan terakhir melempar umrah. Kewajiban jemaah umrah hanya ada dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan ihram. Miqat merupakan batas-batas yang sudah ditetapkan untuk memulai ibadah haji dan umrah.

Bagi jemaah yang tinggal di Makkah, mereka dapat melakukan ihram haji di rumahnya sendiri dan ihram untuk umrah keluar dari tanah haram Makkah seperti Ji’ranah, Taneim, atau Hudaibiyah. Untuk jemaah haji yang datang dari belahan dunia bagian timur, seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura, niat ihramnya dilakukan di Yalamlam atau Jeddah.

Sementara itu, jemaah haji yang datang dari barat, seperti Mesir, miqatnya dilaksanakan di Juhfah dan yang datang dari Selatan seperti Yaman dari Qarnul Manazil. Terakhir, bagi jemaah yang datang dari Madinah, niat ihramnya di Dzulhulaifah Bir Ali (Abyar ‘Ali), sedangkan dari bagian Iraq di Dzatu ‘Irq.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE