25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Cara Menabung Haji dan Umroh, Insya Allah Berangkat

Cara menabung haji dan umroh penting diketahui sebab dapat menunaikan dua ibadah ini memang menjadi impian bagi setiap muslim atau umat Islam. Namun, sering kali karena terkendala biaya yang tidak murah, orang-orang mesti punya trik khusus dalam menabung.

Biaya yang lumayan banyak ini tentu akan mendorong setiap orang untuk senantiasa mengalokasikan uang yang mereka miliki demi menggapai impiannya itu. Orang-orang biasanya akan langsung memilih tabungan khusus rencana haji dan umroh di bank pilihan mereka. Bank yang menyediakan tabungan khusus ini biasanya berbentuk bank syariah.

Akan tetapi, penting untuk memahami dengan betul bagaimana sistem yang diterapkan oleh bank syariah penyedia jasa tabungan rencana haji dan umroh itu. Pasalnya, tabungan tersebut ini punya perbedaan dibandingkan tabungan lainnya.

Menabung di Bank untuk Haji dan Umroh

Menabung di tabungan khusus rencana haji dan umroh pada dasarnya sama saja seperti menabung biasa atau konvensional. Perbedaanya sendiri, yaitu tabungan ini khusus digunakan sebagai wadah atau tempat alokasi dana khusus haji dan umroh dengan jangka waktu tertentu. Calon nasabah dapat langsung membuka rekening di bank syariah tertentu yang menyediakan tabungan khusus rencana haji dan umroh.

Kemudian, penuhi syarat yang sudah ditentukan, misalnya besar setoran awal yang diwajibkan bagi setiap nasabah baru, mengisi sejumlah data diri, biaya administrasi (jika ada), dan seterusnya. Apabila nasabah telah mengetahui target dana yang diinginkan, bank akan langsung membagi berdasarkan kemampuan menabung yang dipilih oleh nasabah tersebut.

Sebagai contoh, dengan target dana Rp25 juta untuk umroh, bank akan mengatur tentang kemampuan menabung setiap bulan sebesar Rp750.000. Itu berarti, nasabah akan langsung menabung selama 33 bulan atau 2 tahun tujuh bulan dengan besaran yang sama per bulannya.

Di sisi lain, kendati ada sejumlah bank umum yang menyediakan tabungan khusus ini, tetapi tentu akan lebih baik jika calon nasabah menabung di bank syariah. Hal itu karena bank syariah biasanya akan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi ketimbang tabungan biasa. Sejumlah bank syariah yang menyediakan tabungan khusus ini, antara lain, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, Bank BRI Syariah, dan Permata Syariah.

Cara Menabung yang Dapat Dilakukan

Jika calon jamaah diketahui baru pertama kali ke luar negeri, tentu ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyimpan uang. Inilah 5 cara menabung agar bisa tercapai keinginan untuk berangkat umroh dan haji:

  1. Niatkan Sedini Mungkin

Berniat lebih awal tentu saja akan membuat seseorang fokus dengan tujuan untuk haji dan umroh nantinya. Dalam umroh, niat untuk berbuat baik saja sudah dianggap amalan sehingga terkait haji dan umroh ini, tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda niatnya.

  1. Manfaatkan Fasilitas Pinjaman dari Bank Syariah

Cara berikutnya, yaitu memanfaatkan layanan dan produk bank syariah atau yang dikenal sebagai produk pembiayaan haji dan umroh. Produk itu memang dikhususkan untuk bisa membantu calon jamaah haji dan umrah agar bisa berangkat lebih cepat. Akan tetapi, kalau ingin lebih cepat, bisa dengan meminjam uang kepada pihak bank syariah untuk kebutuhan biaya umroh.

  1. Menabung di Perusahaan Penyelenggara Haji dan Umroh

Biasanya, sejumlah perusahaan travel haji dan umroh menyediakan fasilitas tabungan jenis ini. Pada umumnya, dalam tabungan haji dan umroh, nasabah cukup memberikan tanda jadi sebagai jamaah sebesar Rp3,5 juta. Kemudian, ia akan memperoleh voucher untuk berangkat umroh.

Adapun sisanya akan dipenuhi dengan cara menabung hingga lunas sesuai dengan harga yang berlaku saat sudah menyelesaikan tabungan, bukan ketika membayar uang muka haji dan umroh. Hal yang menjadi perhatian lainnya, yaitu penting untuk melihat sistem yang berlaku di perusahaan tersebut.

Di samping itu, juga cari tahu dengan pasti reputasi dan pengalaman orang-orang yang sudah menggunakan jasa perusahaan ini. Kalau memang perusahaan ini sudah terbukti bisa memberangkatkan jamaah dan sejauh ini tidak ada desas desus cedera janji, tidak ada salahnya untuk menabung di perusahaan travel itu.

Biasanya, pilihan ini menjadi alternatif kedua bagi mereka yang ingin haji dan umroh dengan cara menabung.

  1. Menabung dengan Besaran Tetap

Kekuatan bunga berbunga atau lebih populer dengan istilah compound interest kadang kala diremehkan oleh banyak orang. Padahal, dengan perhitungan yang sama, kalau ingin haji dan umroh bersama pasangan, seseorang hanya perlu menabung Rp200 ribu. Hal itu tentu tidak bisa dilakukan dengan menabung melalui bank biasa.

Untuk dapat mencapainya, menabung melalui koperasi syariah terpercaya biasanya akan memberikan bagi hasil melebihi 20% per tahun. Di samping itu, kalau menabung di bank syariah, pemerintah akan menjamin simpanan ini, sepanjang nilainya tidak lebih dari Rp2 miliar dan bunga yang diberikan tidak melebihi batas atas bunga simpanan yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan untuk haji dan umroh.

  1. Jadikan Menabung Haji sebagai Prioritas

Menabung di bank hingga target dana terkumpul harus menjadi prioritas utama bagi mereka yang ingin berangkat haji atau umroh. Setelah dana terkumpul, biaya haji dan umroh akan dibayar lunas ke perusahaan penyelenggara umroh yang telah dipercaya. Dalam hal ini, biasakan untuk mengalokasikan dana sekitar Rp100 ribu per bulan untuk haji dan umroh. Kalau diperhitungkan, seseorang bisa berangkat umroh pada usia 25 tahun dengan cara ini.

Pertimbangan Lain: Deposito Syariah sebagai Usaha

Bukan hanya menabung di tabungan khusus, deposito syariah juga dapat menjadi pilihan cara menabung lainnya. Dana primer untuk haji dan umroh di deposito syariah akan aman dari gonjang-ganjing pasar keuangan. Di samping itu, dana dan bunga ini tidak akan berkurang.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE