25 C
Jakarta
Selasa, 4 Oktober, 2022

Jadi Trending Twitter, Apa Itu Binance Coin (BNB)?

JAKARTA, duniafintech.com – Binance Coin (BNB) sedang trending di Twitter pada hari ini, Selasa (30/11), dan masih cukup hype sampai sekarang. Popularitas aset crypto yang satu ini di platform tersebut didongkrak naik oleh banyaknya pengguna Twitter yang menyematkan tagar alias hashtag terkait koin BNB di cuitan mereka.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Cryptocurrency yang satu ini, simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Binance Coin (BNB)

Pada dasarnya, binance coin, sebagaimana dikutip dari Wikipedia, adalah mata uang kripto yang diterbitkan oleh platform exchange kripto, Binance Exchange. Koin ini pun punya simbol BNB.

Adapun koin BNB ini berjenis token ERC-20 yang ada di jaringan blockchain Ethereum. BNB sejauh ini memiliki total persedian 200 juta token. Koin ini pada mulanya hanya diperuntukkan untuk mendukung operasional exchange ini. Pasalnya, BNB punya beragam kegunaan, meliputi pembayaran untuk biaya perdagangan, biaya pertukaran, biaya pencatatan, dan biaya-biaya lain yang terdapat di bursa itu.

Resmi dirilis pada 26 Juni 2017 di jaringan blockchain Ethereum, harga awal dari 1 BTC untuk 20.000 BNB atau 1 ETH untuk 2.700 BNB. Lantas, BNB meluncurkan platform sendiri, dengan suplai maksimal koin sebanyak 200 juta token.

Adapun pendiri dan CEO dari Binance bernama Changpeng Zhao alias CZ. Ia adalah kepala pengembangan perdagangan berjangka di Bloomberg pada tahun 2001. Empat tahun berkutat di Bloomberg, ia lantas bermitra dengan Fusion Systems. Sejak tahun 2013, ia diketahui telah aktif berkecimpung di dunia teknologi blockchain dan cryptocurrency.

Keunggulan Binance Coin (BNB)

Untuk diketahui, kepopuleran Binance coin sendiri tidak hanya karena potongan harga yang diberikan untuk para trader ketika melakukan perdagangan dengan koin ini di bursa Binance, tetapi juga lantaran BNB bisa dipakai untuk berinvestasi di ICO yang terdaftar melalui Launchpad Binance Cryptocurrency yang nantinya bakal listing di bursa Binance.

Di samping itu, koin yang satu ini semakin populer di kalangan trader karena telah bekerja sama dengan berbagai platform, mulai dari layanan jual-beli cryptocurrency, streaming video, pembayaran, hingga aplikasi seluler.

Binance juga diketahui akan melakukan proses pembakaran atau burning per empat bulan sekali dalam rangka mempertahankan nilainya agar tetap kompetitif. Selain itu, Binance pun bakal membeli token yang telah beredar di pasaran sebesar 50%. Dalam arti, jika total persedian BNB sebanyak 200 juta, Binance akan membeli kembali 50% tokennya ini atau sebanyak 100 juta token BNB.

Keunggulan lainnya adalah koin ini sudah menarik minat investor terhadap cryptocurrency. Pada awal tahun ini, harganya naik signifikan dan memecahkan rekor All-Time High (ATH). Di sisi lain, menurut banyak pengamat aset kripto, harga BNB coin ini bakal terus naik dang sanggup memecahkan rekor ATH berikutnya.

Penggunaan Koin BNB

BNB pada mulanya diperkenalkan sebagai alat tukar, bukan instrumen investasi. Akan tetapi, yang terjadi kemudian adalah sebaliknya. Menurut perkiraan, jutaan koin BNB sudah digunakan untuk membiayai perjalanan dan membeli cindera mata virtual.

Di samping itu, BNB pun bisa digunakan dalam pinjaman, sebagai hadiah, untuk membuat smart contracts, serta beragam transaksi lain. Diketahui juga, 2 juta pengguna BNB menggunakan koin ini untuk membiayai 127 miliar trading. Total transaksi dengan aset kripto ini untuk membayar fee trading sudah mencapai 40 juta BNB atau 20% dari total suplai BNB, yang bisa dilakukan di sejumlah platform trading.

Sebagai informasi, pembayaran fee trading menggunakan BNB ini juga cukup populer. Hal itu karena ada diskon bagi pengguna yang membayar fee dengan BNB. Standar fee trading-nya adalah senilai 0,1% dan dapat dibayar pula dengan aset Anda punya apabila Anda tidak berminat untuk mengejar diskon fee.

Lebih jauh, selain efektif dipakai untuk membayar fee trading, BNB pun menjadi nyawa dari Binance DEX dalam rantai Binance. Di sisi lain, ribuan aplikasi dalam Binance Smart Chain (BSC) bergantung pada token ini.

Demikianlah ulasan mengenai aset kripto Binance Coin (BNB) yang perlu Anda pahami. Dengan popularitasnya yang kian meningkat dalam beberapa waktu terakhir, koin ini tentu sangat cocok  untuk instrumen investasi bagi Anda. Di samping itu, grafiknya pun hampir sejalan dengan Bitcoin. Untuk memantau harga dan membeli koin ini, Anda bisa mengunjungi laman https://indodax.com/market/BNBIDR.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Blibli.com Kembali Ajukan Rencana IPO di Tahun Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali buka suara terkait rencana Blibli.com untuk IPO/Initial Public Offering tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK...

Bulog Endus Perusahaan Swasta Rusak Harga Beras di Pasar

JAKARTA, duniafintech.com - Perum Bulog/Badan Urusan Logistik mengendus adanya permainan perusahaan swasta yang menyebabkan harga beras melonjak. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan perusahaan...

BSU Tahap 4 Sudah Cair, Begini Cara Cek Status Pencairannya

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah memastikan program bantuan subsidi upah (BSU) tahap 4 akan diberikan kepada para pekerja atau buruh. Bantuan sebesar Rp600.000 ini akan sampai...

Cara Tarik Tunai GoPay di Alfamart, ATM BCA, & Bank Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara tarik tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart berikut ini tentu sangat penting diketahui. Seperti diketahui juga, GoPay merupakan...

Cara Menabung di Bank Mandiri lewat ATM dan Teller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menabung di Bank Mandiri pada ulasan berikut ini sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Mandiri. Seperti diketahui bersama, Bank Mandiri...
LANGUAGE