32.8 C
Jakarta
Sabtu, 6 Juni, 2020

Binance Bermitra dengan Perusahaan Blockchain Analytics untuk Meningkatkan AML

duniafintech.com – Pertukaran cryptocurrency ketiga teratas dunia, Binance, mengumumkan bahwa ia telah bermitra dengan perusahaan Blockchain Analytics, CipherTrace. Kemitraan diumumkan dalam posting blog yang diterbitkan pada 11 April.

Per pengumuman, kemitraan ini dimaksudkan untuk memperkuat kepatuhan peraturan perusahaan dengan meningkatkan langkah-langkah Anti-Pencucian Uang (AML). Dalam posting diklaim bahwa perusahaan Blockchain Analytics CipherTrace juga melayani regulator, lembaga keuangan, dan auditor.

CEO perusahaan Blockchain Analytics CipherTrace Dave Jevans dikutip dalam pengumuman itu menekankan pentingnya transparansi dalam mendapatkan kepercayaan di pasar.

Baca juga

Changpeng Zhao, CEO Binance, baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan akan meluncurkan platform perdagangan terdesentralisasi akhir bulan ini.

Pada Februari 2017, dikabarkan pula bahwa  tak diragukan lagi, penetrasi Teknologi Blockchain memang terbukti berpotensi menambah kemajuan masa depan dunia. Teknologi ini memiliki konsep media penyimpanan data secara sederhana namun diimbangi dengan tingkat keamanan yang tinggi melalui jaringan peer-to-peer, sehingga semakin dipercaya oleh negara-negara besar di dunia sebagai teknologi yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai sektor, seperti sektor keuangan, pendidikan, industri, kesehatan, pariwisata, dan lain-lain.

Terkait perkembangan teknologi Blockchain, Lesetja Kganyago, Gubernur dari South African Reserve Bank (SARB) juga mengemukakan bahwa: “Teknologi Blockchain berpotensi membantu jutaan orang yang tidak mapan di bidang ekonomi, dan meningkatkan pelayanan pemerintah menjadi jauh lebih efisien.” Ia juga tertarik untuk mempertimbangkan manfaat Blockchain lebih lanjut untuk Afrika Selatan.

Hari ini, dikabarkan pula Startup blockchain yang berbasis di New York, Flexa telah mengumpulkan $ 14.1 juta untuk mengembangkan jaringan pembayaran untuk pengecer. Pengembangan diumumkan dalam siaran pers yang diterbitkan pada 11 April.

Per rilis, Flexa telah mengumpulkan $ 14.100.000 dalam pendanaan dari peserta seperti dana awal tahap 1kx, perusahaan investasi Access Ventures dan Nima Capital, dan dana lindung nilai Pantera Capital, yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka hampir menyelesaikan pendanaan untuk dana ventura ketiga, dimana sudah mengumpulkan $ 160 juta.

Perusahaan bermaksud untuk membuat jaringan pembayaran untuk pengecer yang akan mengurangi biaya, overhead, dan penipuan dengan cara penyelesaian berbasis blockchain. Flexa juga berencana untuk merilis aplikasi mobile di mana pelanggan dapat melakukan operasi dengan cryptocurrency yang sudah mereka miliki.

picture:pixabay.com

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Prediksi Bitcoin Tahun 2020, Ini Analisa Bloomberg

DuniaFintech.com - Setelah Bitcoin Halving Day pada 12 Mei 2020 terjadi, kabar terkait prediksi bitcoin semakin banyak dicari. Prediksi bitcoin di tahun 2020...

Waktunya Cuan! Nilai Tukar Rupiah Berada Dibawah 14.000

DuniaFintech.com - Nilai tukar Rupiah dikabarkan menguat dan tembus dibawah 14.000. Kabar ini disampaikan melalui cuitan sebuah wadah informasi digital keuangan, Big...

Terdaftar di OJK, Inilah 3 Pinjaman Online dengan Layanan Langsung Cair

DuniaFintech.com - Saat ada situasi mendesak yang membutuhkan dana ekstra, sementara simpanan dana darurat tak memadai, pinjaman online dengan layanan langsung cair dapat menjadi...

Kedutaan Dukung Startup Fintech Inggris Investasi di Tanah Air

DuniaFintech.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London memberikan saran kepada startup fintech di Inggris untuk menanamkan permodalannya di Tanah Air. Hal...

DanaLaut

Tentang DanaLaut DanaLaut adalah platform yang mempertemukan Peminjam dengan Pendana secara langsung dan menjadi perantara yang mengurus akad...
LANGUAGE