25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

BITCOIN LAMPAUI $9.000 DAN JADI MATA UANG TERBESAR NOMOR 30 DI DUNIA

duniafintech.com – Setiap minggunya, kabar tentang perkembangan Bitcoin memang selalu saja membuat kejutan. Setelah minggu lalu Bitcoin melambung harganya hingga $ 8.000, saat artikel ini ditulis angkanya sudah melesat ke $ 9.721,08. Sebuah kenaikan fantastis sekaligus pemecahan rekor baru.

Mata uang virtual ini melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di $ 9.671,84 beberapa jam setelah menembus level $ 9.400 pada hari Minggu, menurut situs industri CoinDesk. Kemudian diperdagangkan dengan harga $ 9.631,21 pada pukul 10:00 pagi HK / SIN, meningkat sekitar 3,27 persen pada hari itu.

Perusahaan pertukaran Bitcoin terbesar di Amerika Serikat, Coinbase, menambahkan sekitar 100.000 akun antara Rabu dan Jumat – sekitar liburan Thanksgiving hari Kamis – dengan total 13,1 juta. Itu sesuai data publik yang tersedia di situs web Coinbase dan catatan sejarah yang disusun oleh Alistair Milne, co-founder dan chief investment officer di Altana Digital Currency Fund. Data Milne menunjukkan bahwa Coinbase memiliki sekitar 4,9 juta pengguna pada November lalu. Sementara di Indonesia, terdapat Bitcoin Indonesia (bitcoin.co.id) sebagai Digital Exchange terbesar di Indonesia yang  melayani berbagai jenis perdagangan mata uang digital seiring perkembangan cryptocurrency.

Lonjakan permintaan juga muncul pasca pengumuman CME yang akan mencantumkan futures Bitcoin di minggu kedua bulan Desember. Peluncuran produk derivatif untuk mata uang digital akan menandai langkah lain dalam membangun Bitcoin sebagai kelas aset yang sah.

Mengukuhkan Diri Sebagai Mata Uang Terbesar ke-30 Di Dunia

Prestasi membanggakan ini membuat nama Bitcoin semakin menarik perhatian dunia. Trace Mayer, investor Bitcoin tahap awal terkemuka yang telah mendanai Kraken, Armory, dan BitPay, mengungkapkan bahwa Bitcoin telah menjadi mata uang terbesar ke-30 di dunia, dan telah melampaui nilai mata uang utama seperti dolar Singapura dan Amerika Serikat. Dirham Arab Emirates, menutup tutup pasar Mastercard.

Dari bulan Januari 2017 sampai November, valuasi pasar Bitcoin meningkat dari kurang dari $ 15 miliar menjadi $ 156 miliar. Itu terjadi tanpa adanya masukan dan keterlibatan investor institusi, bank investasi, dan hedge fund berskala besar.

CEO Coinbase Brian Armstrong mencatat bahwa sekitar $ 10 miliar uang institusional akan diinvestasikan di pasar Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang, yang kemungkinan akan meningkatkan pangsa pasar Bitcoin lebih dari seratus miliar dolar.

Meski dengan hanya segelintir penyedia layanan keuangan utama dan institusi yang secara aktif memberikan layanan Bitcoin dan terlibat dalam perdagangan Bitcoin, pangsa pasar Bitcoin telah melampaui valuasi beberapa perusahaan keuangan terbesar di dunia, seperti Goldman Sachs. Analis memperkirakan Bitcoin akan melampaui Mastercard, jaringan kartu kredit kedua yang paling banyak digunakan setelah Visa, memberi batas pasar Mastercard sebesar $ 171 miliar.

Source: cryptocoinsnews.co, cnbc.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE