Harga Bitcoin kembali tertekan dan diperdagangkan di kisaran US$73.996 pada sesi Asia, turun sekitar 2,5% dalam 24 jam terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk, menyusul aksi militer Amerika Serikat terhadap kapal Iran.
Penyitaan Kapal Picu Kekhawatiran Pasar
Eskalasi terbaru terjadi ketika kapal perang AS, USS Spruance, menghentikan kapal kargo berbendera Iran bernama Touska. Setelah mengabaikan perintah berhenti selama enam jam, kapal tersebut akhirnya dilumpuhkan dengan menonaktifkan ruang mesinnya.
Pemerintah Iran melalui Supreme National Security Council of Iran mengecam tindakan tersebut sebagai ilegal dan mengancam akan melakukan pembalasan terhadap aset militer AS. Insiden ini menjadi yang pertama sejak AS mulai memperketat blokade pelabuhan di kawasan tersebut.
Dampaknya langsung terasa di pasar global:
- Harga minyak melonjak karena kekhawatiran gangguan pasokan
- Aset berisiko, termasuk kripto, mengalami tekanan
- Sentimen investor berubah menjadi lebih defensif
Tekanan Geopolitik Bayangi Kripto
Sekitar 20% pasokan minyak dunia biasanya melewati jalur strategis di Teluk, khususnya Selat Hormuz. Ketidakpastian di wilayah ini membuat pasar global semakin sensitif terhadap perkembangan militer.
Di sisi lain, delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan melanjutkan negosiasi dengan Iran di Islamabad. Namun, muncul keraguan apakah perundingan tersebut akan berjalan lancar setelah insiden terbaru.
Presiden Donald Trump bahkan mengeluarkan ancaman tambahan, termasuk potensi serangan terhadap infrastruktur strategis Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
Pasar Menanti Tenggat Gencatan Senjata
Pergerakan harga Bitcoin saat ini berada dalam rentang harian US$73.886 hingga US$76.165, dengan tekanan jual paling terasa pada awal pekan.
Beberapa poin penting kondisi pasar:
- Kapitalisasi pasar BTC sekitar US$1,48 triliun
- Volume transaksi harian mencapai US$62 miliar
- Secara mingguan, BTC masih naik sekitar 4,3%
Fokus utama pelaku pasar kini tertuju pada tenggat gencatan senjata hari Rabu. Hasil dari negosiasi tersebut akan menjadi penentu arah berikutnya:
- Jika diplomasi berhasil → potensi pemulihan harga
- Jika gagal → risiko eskalasi dan tekanan lanjutan
Kesimpulan
Penurunan Bitcoin kali ini menegaskan bahwa pasar kripto semakin terintegrasi dengan dinamika global. Ketegangan militer di kawasan strategis seperti Teluk Persia tidak hanya memengaruhi harga minyak, tetapi juga berdampak langsung pada aset digital.
Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi, volatilitas Bitcoin diperkirakan akan tetap besar, dengan pergerakan harga yang sangat sensitif terhadap setiap perkembangan konflik.





