27.9 C
Jakarta
Rabu, 24 Juli, 2024

Bos Pertamina: BBM di Indonesia Termasuk yang Termurah di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com – Menjawab kritik yang dialamatkan kepadanya terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati akhirnya memberikan jawaban yang gamblang. Bahkan, ia pun menyatakan bahwa harga BBM di Indonesia termasuk yang paling murah sejagat raya.

Sebagaimana diketahui, harga Pertamax resmi naik dari yang sebelumnya Rp9.200, kini menjadi Rp12.500 per liter. Menurut Nicke, pihaknya terpaksa menaikkan harga Pertamax demi menghindari kerugian akibat lonjakan harga minyak mentah dunia sebagai dampak dari konflik bersenjata di Ukraina.

Diakuinya, dirinya tidak habis pikir dengan berbagai kritik yang datang. Padahal, sambungnya, BBM yang dijual di SPBU Pertamina termasuk yang paling murah secara global berdasarkan harga jual.

“BBM di Indonesia itu termasuk yang termurah di dunia dan untuk itu pemerintah mensubsidinya luar biasa besar,” kata Nicke, dikutip pada Kamis (7/4) dari Kompas.com.

Lantas, ia pun membandingkan dengan harga BBM di luar negeri. Misalnya di Inggris, untuk BBM RON 92 atau setara Pertamax, kini telah dijual seharga Rp44.500 per liter, sementara Pertamina menaikkan harga ke Rp12.500 per liter.

Disampaikan Nicke, untuk BBM jenis Solar, pemerintah mensubsidi sebesar Rp7.800 per liter serta untuk Pertalite disubsidi Rp4.000—Rp4.500 per liter. Sementara itu, untuk BBM yang tidak disubsidi pemerintah, misalnya Pertamax, Nicke menyatakan pihaknya pun memberikan subsidi Rp3.500 per liter.

Tentunya, imbuh Nicke, Pertamina sebagai perusahaan negara sedapat mungkin menjaga harga BBM supaya terjangkau bagi masyarakat. Akan tetapi, jika dihadapkan pada kondisi harga minyak dunia yang melonjak, lanjut Nicke, terpaksa diperlukan penyesuaian harga.

“Karena kami ini BUMN, kami memahami kesulitan masyarakat, tetapi tidak bisa juga menanggung seluruhnya karena Pertamina badan usaha. Semua juga mengharapkan Pertamina untung kan? Bisa ada dividennya. Jadi, mohon dipahami,” urainya.

Bandingkan dengan kompetitor

Di lain sisi, Nicke mengaku heran lantaran Pertamina sampai dihujani kritik bertubi-tubi akibat perkara harga Pertamax. Padahal, para kompetitor Pertamina pun melakukan hal serupa karena ikut menaikkan harga BBM yang dijualnya di tanah air.

“Pertamina naiknya Petamax itu Rp12.500 dan untuk itu Pertamina itu mensubsidi Rp3.500 per liter,” jelasnya.

“Perusahaan lain, kompetitornya Pertamina naik Rp16.000, pada ribut enggak? Sama loh itu RON 92.”

Adapun harga bensin pesaing senilai Rp16.000 per liter yang disentil oleh Nicke itu boleh jadi merujuk pada harga BBM yang dijual SPBU Shell. Sebagai informasi, PT Shell Indonesia kembali menaikkan harga BBM terhitung sejak Sabtu, 2 April 2022 lalu.

Menurut data dari situs resmi Shell Indonesia, kenaikkan harga terjadi pada seluruh jenis BBM perusahaan pemasok BBM itu. Untuk jenis bensin RON 92, Shell Super, mengalami kenaikan sebesar Rp3.010 per liter, dari Rp13.990 per liter menjadi Rp16.000 per liter.

Selanjutnya, bensin dengan RON 95, Shell V-Power, naik sebesar Rp2.000 per liter, dari Rp14.500 per liter menjadi Rp16.500 per liter. Kemudian, untuk bensin dengan RON 98, Shell V-Power Nitro+, harganya naik Rp3.050 per liter, dari Rp14.990 per liter menjadi Rp18.040 per liter.

Sementara itu, BBM jenis solar, Shell V-Power Diesel, mengalami kenaikkan harga paling tinggi, yakni sebesar Rp4.350 per liter, dari Rp13.750 per liter menjadi Rp18.100 per liter. Harga Shell Extra Diesel yang hanya tersedia di Jawa Timur dan Sumatera Utara, diperdagangkan pada harga Rp17.500 per liter.

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU