25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com – Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para pengendara berkeluh kesah bahwa menggunakan Pertalite malah cenderung boros berbeda halnya jika menggunakan Pertamax yang dinilai lebih irit.

Namun, para pengendara tidak semuanya mampu untuk mengeluarkan Pertamax dalam melakukan berkendara dan tidak semuanya pengendara memiliki tingkat ekonomi yang mapan.

Dalam beberapa unggahan netizen di beberapa sosial media mengeluhkan bahwa kualitas Pertalite mengalami penurunan sehingga menjadi boros. Biasanya para netizen mengisi bahan bakal dengan maksimal 2 liter, habis dalam tiga sampai empat hari. Namun saat ini, penggunaan 2 liter bisa habis dalam waktu satu hari.

Pertamina Bantah Kualitas Pertalite Menurun

PT Pertamina (Persero) menegaskan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) sesuai dengan standard dan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal itu sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standard dan Mutu (Spesifikiasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensi 90 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri.

“Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar diantaranya adalah parameter Reid Vapor Pressure (RVP). Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diijinkan yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal),” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.

Baca juga: Tips Pilih BBM yang Pas, Terkait Viral Pertalite Boros

Pertamina

Pertamina Ungkap Proses Quality Control Produk BBM

Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) mengungkapkan terdapat tujuh proses Quality Control dalam memastikan produk BBM sesuai dengan spesifikasi dan memenuhi standard.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan proses Quality Control dimulai dari masuknya BBM ke tanki timbun di Fuel Terminal (TBBM) hingga seblum sebelum dialurkan ke pom bensin.

Irto menjelaskan saat produk tersebut disuplai dari kilang atau impor, saat penyimpanan, hingga sebelum di salurkan ke pom bensin. Dalam tiap-tiap proses, produk BBM harus dinyatakan layak, memenuhi syarat atau standard spesifikais yang ditentukan Dirjen Migas.

“Jika uji sample tidak layak, tidak akan bisa keluar dari Teminal BBM,” kata Irto.

Sebelum produk BBM masuk tank timbun, Pertamina harus memastikan produk BBM yang disuplai dari kilang ataupun impor harus memiliki certificate of quality. Ketika sudah mendapatkan certificate, produk BBM yang disuplai lewat pipa akan diuji speknya selama proses pompa ke tanki timbun.

“Ini adalah tahap awal. Sduah ada beberapa proses Quality Control untuk memastikan produk yang disuplai sesuai dengan spesifikasi dan stadard untuk dijual kepada masyarakat,” kata Irto.

Saat penyimpanan di tank timbun, proses Quality Control juga dilakukan secara periodik. Prosesnya pemeriksaan secara berkala diuji tepat setelah proses pemompoaan baik dari pipa kilang atau impor, hingga sebelum disalurkan ke mobil tanki. Lalu sebelum mobil tanki keluar dari Fuel Terminal BBM dan menuju SPBU tujuannya, produk BBM akan kembali diuji di pintu keluar.

“Jadi proses Quality Control dilakukan periode dan tahapannya jelas. Ini adalah komitmen untuk memastikan seluruh produk dikonsumi masyarakat sesuai spek, standard kualitas dan kelayakan,” kata Irto.

Irto menambahkan saat tiba di SPBU juga terdapat pengcekan. Apabila terdapat tidak sesuai spesifikasi produk BBM tersebut, maka tidak akan dijual kepada masyarakat.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Perusahaan berkomitemn seluruh produk BBM yang dijual di lembaga penyalur resminta sudah sesuai dengan standard yang ditetapkan,” kata Irto.

Baca juga: Tips Mudah Merawat Mesin Kendaraan agar Tetap Prima ala Pertamina

Kementerian BUMN Buka Suara Soal Pertalite Bikin Boros

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansyuri memastikan formula dan spesifikasi BBM Pertalite tidak berubah sama sekali. Menurutnya produksi BBM di kilang-kilang juga tidak ada perubahan spesifikasinya.

“Tidak ada indikasi perubahan formula. Formula dari produsen itu spesifikasinya BBM Pertalite tidak berubah sama sekali,” kata Pahala.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait formula dan spesifikasi BBM jenis Pertalite kepada masyarakat. Dia juga memastikan bahwa tidak ada perubahan formula dan spesifikasi BBM Pertalite menjadi boros.

“Kita perlu edukasi dan memastikan tidak ada perubahan dari BBM Pertalite,” kata Pahala.

Ahli ITB Ungkap Keborosan Pertalite

Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswijajanto Zaenuri mengungkapkan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan borosnya Pertalite yaitu kandungan kalor didalamnya. Menurutnya nilai kalor tersebut yang menentukan besaran energi densitas per liter yang dihasilkan dari massa jenis bahan bakar.

Dia menambahkan nilai kalor akan mengalami perubahan dari proses pengolahan minyak mentah di kilang menjadi nafta. Kemudian yang menjadi permasalahannya adalah nafta yang dihasilkan terkadang bisa menjadi tinggi atau bisa rendah tergantung dari kualitas minyak.

“Spesifikasi nafta hasil produksi kilang berubah-ubah terus, maka setiap parameter spesifikasi bahan bakar dinyatakan dalam batasan minimum dan maksimum,” kata Tri.

Dalam konteks Pertalite, batasan rentang massa jenis densitas energi 715 kg/m3 sampai 770 kg/m3. Saat massa jenis paling rendah, maka densitas energi yang dihasilkan lebih kecil. Sehingga energi per liter Pertalite yang dibakar mesin menjadi tenga kecil.

Menurutnya hal itulah yang membuat BBM Pertalite jadi lebih boros karena untuk tenaga setara butuh volume bahan bakar lebih banyak.

Baca juga: BBM Subsidi Pertalite, Pengguna Keluhkan Lebih Boros?

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE