26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Jokowi: Bensin di Singapura Rp32.000, Kita Bersyukur Pertalite Rp7.650

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membandingkan harga eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan harga di berbagai negara termasuk Singapura.

Jokowi kembali menyinggung soal gawatnya kondisi global saat ini yang membuat harga pangan hingga energi meroket. Sebab usai pandemi COVID-19, ekonomi dunia kini dibikin khawatir dengan adanya perang di Eropa.

Sejumlah negara di dunia yang tak tahan dengan melambungnya harga komoditas pun mengambil keputusan menaikkan harga BBM. Misalnya di Jerman, yang menurut Jokowi, sudah menjual bensin Rp31.000 per liter, naik dua kali lipat.

“Di Thailand (bensin) Rp20.800 kalau saya rupiahkan, di Amerika Rp18 ribu kurang lebih, di Singapura Rp32 ribu,” kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Pro Jokowi (Projo), di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5).

Baca juga: Mulai Senin Depan, Presiden Jokowi Kembali Buka Keran Ekspor Minyak Goreng

Meski begitu, Jokowi juga menyinggung soal subsidi energi di APBN. Imbas dari naiknya harga minyak mentah dunia, sementara harga BBM Pertalite ditahan, membuat alokasi subsidi energi yang ditanggung kas negara jadi besar sekali.

“Masalahnya adalah tahan kita sampai kapan kalau perangnya enggak rampung-rampung?” lanjut Jokowi.

Selain perang Rusia dan Ukraina, saat ini pun tengah ramai ketegangan China dan Korea Utara yang juga mengkhawatirkan global.

Sementara untuk wabah pandemi, kata Jokowi, Indonesia sudah lebih baik karena kasusnya semakin landai. Dia membandingkan dengan di Eropa yang kasus wabah ini masih tinggi. Pun di Amerika, menurutnya, saat dia 10 hari lalu ke sana, kasus hariannya masih 78.000 kasus.

“Negara lain masih pada proses mengatasi yang namanya pandemi. Sekali lagi ini yang harus kita syukuri, kita masih tahan dengan harga pertalite Rp7.650,” ujarnya.

Baca juga: Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga memastikan BBM pertalite tak naik tahun ini. Konsekuensinya, pemerintah menambah anggaran subsidi energi sebesar Rp74,9 triliun di APBN 2022.

Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan kompensasi tahun ini sebesar Rp216,1 triliun, terdiri dari tambahan kompensasi BBM Rp194,7 triliun dan kompensasi listrik Rp21,4 triliun.

“Untuk kompensasi meledak tinggi karena barang-barang tadinya tidak diatur juga tidak dinaikkan, pertalite dalam hal ini tidak diubah harganya,” ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis (19/5).

Baca juga: Jokowi Kebut Pengerjaan Mega Proyek Tol Terpanjang di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Penarikan Uang di Indodax, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah meraih untung dalam trading kripto, cara penarikan uang di Indodax tentunya sangat penting untuk diketahui.  Ini tentunya akan bermanfaat untuk menarik...

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...
LANGUAGE