28.7 C
Jakarta
Senin, 8 Agustus, 2022

Sinyal Kenaikan Harga Pertalite Kian Kuat, Ini Hitung-hitungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Sinyal atau tanda akan adanya kenaikan harga Pertalite atau BBM RON 90 akan naik kian menguat belakangan ini. Adapun rencana kenaikan ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya minyak dunia saat ini.

Adapun tanda-tanda kenaikan harga Pertalite itu memang kian jelas sebab Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, bahkan mengatakan bahwa sudah ada hitung-hitungan terkait kenaikan harga ini.

Kata Sugeng, harga Pertalite diperkirakan naik Rp2.000 hingga Rp3.000 per liter sehingga harga Pertalite bakal ada di kisaran Rp9.500 per liter. Adapun sekarang, harga Pertalite masih berada di harga Rp7.650 per liter.

“Sudah ada semacam hitung-hitungan Pertalite sudah lah naik kurang lebih Rp3.000 per liter, paling tinggi ya, idealnya di angka Rp2.000 sehingga harganya di Rp9.500 menggantikan Pertamax yang lalu,” ucapnya, dikutip pada Senin (18/4) dari Detik.com.

Ia memandang, kenaikan tersebut akan membantu arus kas PT Pertamina (Persero). Pasalnya, volume konsumsi Pertalite cukup besar.

Disampaikan Sugeng lagi, arus kas Pertamina pun harus diselamatkan karena perusahaan perminyakan nasional ini mengemban tugas penugasan. Sugeng pun bilang, arus kas Pertamina sekarang ini sudah sangat kritis.

“Itu sudah agak lumayan. Cash flow Pertamina sudah agak mulai terbantu karena ini volumenya tinggi. Sekali lagi cash flow Pertamina juga harus kami selamatkan sebagai BUMN yang mendapatkan tugas sebagai public service obligation atau PSO,” jelasnya.

“Mengingat cash flow Pertamina hari ini sudah sangat sangat kritis.”

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, sebelumnya juga memberi isyarat bahwa harga Pertalite dan solar bakal naik. Kata Arifin, dalam jangka menengah dan panjang akan dilakukan penyesuaian harga Pertalite dan solar.

Di samping itu, juga akan dilakukan pengamanan dengan peningkatan cadangan operasional dari 21 hari menjadi 30 hari.

“Dalam jangka menengah dan panjang kita akan melakukan optimalisasi campuran bahan bakar nabati dalam solar, penyesuaian harga Pertalite, minyak solar dan mempercepat bahan bakar pengganti antara lain KBLBB, BBG, bioetanol, BioCNG, dan lain-lain,” ucap Arifin pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4) lalu.

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Profil Asuransi Mobil BESS hingga Daftar Bengkel Rekanannya

JAKARTA, duniafitech.com – Asuransi Mobil BESS atau BESS Car Insurance merupakan salah satu perusahaan asuransi kendaraan terbaik dan populer di Indonesia. Sebagai informasi, perusahaan ini...

Harus Cepat Dihindari, Inilah Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Bahaya FOMO bagi trader kripto merupakan istilah rasa ketakutan yang berlebihan akan suatu hal.  FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa...

Mudah! Begini Cara Top Up OVO lewat Bank Bukopin via Wokee

JAKARTA, duniafintech.com – Mau tahu cara top up OVO lewat Bank Bukopin? Pada dasarnya, caranya  sebenarnya sangat gampang kok untuk kamu lakukan. Seperti diketahui, belakangan...

Luhut: Kita Salah Satu Negara yang Punya Utang Terkecil di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Letnan Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal utang pemerintah Indonesia yang sudah menembus...

Tol Serang-Panimbang Pakai Utang China, Luhut: Jangan Mubazir!

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan...
LANGUAGE