27.9 C
Jakarta
Rabu, 24 Juli, 2024

Sinyal Kenaikan Harga Pertalite Kian Kuat, Ini Hitung-hitungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Sinyal atau tanda akan adanya kenaikan harga Pertalite atau BBM RON 90 akan naik kian menguat belakangan ini. Adapun rencana kenaikan ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya minyak dunia saat ini.

Adapun tanda-tanda kenaikan harga Pertalite itu memang kian jelas sebab Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, bahkan mengatakan bahwa sudah ada hitung-hitungan terkait kenaikan harga ini.

Kata Sugeng, harga Pertalite diperkirakan naik Rp2.000 hingga Rp3.000 per liter sehingga harga Pertalite bakal ada di kisaran Rp9.500 per liter. Adapun sekarang, harga Pertalite masih berada di harga Rp7.650 per liter.

“Sudah ada semacam hitung-hitungan Pertalite sudah lah naik kurang lebih Rp3.000 per liter, paling tinggi ya, idealnya di angka Rp2.000 sehingga harganya di Rp9.500 menggantikan Pertamax yang lalu,” ucapnya, dikutip pada Senin (18/4) dari Detik.com.

Ia memandang, kenaikan tersebut akan membantu arus kas PT Pertamina (Persero). Pasalnya, volume konsumsi Pertalite cukup besar.

Disampaikan Sugeng lagi, arus kas Pertamina pun harus diselamatkan karena perusahaan perminyakan nasional ini mengemban tugas penugasan. Sugeng pun bilang, arus kas Pertamina sekarang ini sudah sangat kritis.

“Itu sudah agak lumayan. Cash flow Pertamina sudah agak mulai terbantu karena ini volumenya tinggi. Sekali lagi cash flow Pertamina juga harus kami selamatkan sebagai BUMN yang mendapatkan tugas sebagai public service obligation atau PSO,” jelasnya.

“Mengingat cash flow Pertamina hari ini sudah sangat sangat kritis.”

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, sebelumnya juga memberi isyarat bahwa harga Pertalite dan solar bakal naik. Kata Arifin, dalam jangka menengah dan panjang akan dilakukan penyesuaian harga Pertalite dan solar.

Di samping itu, juga akan dilakukan pengamanan dengan peningkatan cadangan operasional dari 21 hari menjadi 30 hari.

“Dalam jangka menengah dan panjang kita akan melakukan optimalisasi campuran bahan bakar nabati dalam solar, penyesuaian harga Pertalite, minyak solar dan mempercepat bahan bakar pengganti antara lain KBLBB, BBG, bioetanol, BioCNG, dan lain-lain,” ucap Arifin pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4) lalu.

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU