24.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Burundi Mengikuti Perkembangan Aset Digital

duniafintech.com – Burundi merupakan salah satu negara tanpa laut yang berada di daratan Benua Afrika. Negara yang berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di selatan dan timur serta Republik Kongo di sebelah barat ini merupakan salah satu negara miskin di dunia.

Dibandingkan dengan Indonesia, pendapatan nasional per kapita warga negara Burundi 400 kali lebih kecil dari kita. Sama seperti negara-negara lain di Afrika, negara ini juga tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi, termasuk dua teknologi terbaru dunia: aset digital dan Blockchain.

Baca juga: Huobi Meluncurkan HUSD: Solusi Stablecoin All-In-One

Status Aset Digital dan Perkembangan Blockchain di Burundi

Sampai saat ini masih banyak negara yang belum benar-benar membuat regulasi terkait aset digital, termasuk Burundi. Saat ini aset digital memang bisa ditradingkan dengan bebas di negara ini. Tidak ada regulasi yang mengatur kecuali beberapa aturan tentang keuangan dan finansial secara umum.

Warga Burundi bisa melakukan trading aset kripto dengan fiat lokal, Franc Burundi (FBu) melalui beberapa platform yang tersedia seperti Hodly, Coinmama, SpectroCoin, Coindirect, Binance, Exmo dan Changelly. Platform-platform pertukaran tersebut juga sudah beroperasi dan dipercaya secara global.

Blockchain sebagai teknologi yang mendasari aset kripto sendiri sudah lama dikenal di negara ini. Salah satu buktinya adalah adanya Blockchain Training Course yang dibuka di ibukota Burundi, Bujumbura sejak akhir tahun lalu.

Pelatihan Unichrone untuk Blockchain di kota Bujumbura, Burundi adalah pelatihan definitif bagi warga negara ini, yang tertarik dalam teknologi bitcoin yang mendasari Blockchain. Peserta akan menguasai berbagai aspek Blockchain seperti membangun jaringan peer-to-peer, bahasa Ethereum Solidity, kontrak digital cerdas, hyperledger, memahami kekuatan Bitcoin dan Ethereum.

Baca juga: Turboly Solusi Manajemen Perusahaan Retail

Bagaimana Aset Digital Bisa Membantu Ekonomi di Burundi?

Dalam setahun ke belakang, Anda pasti pernah membaca bagaimana negara-negara yang mengalami krisis mulai beralih menyimpan asetnya ke dalam bentuk aset digital. Lantas bagaimana hubungan krisis di Burundi dan apakah hal yang sama bisa dilakukan oleh warga negara ini?

Di tengah krisis politik dan keamanan yang terjadi di negara ini sejak 2015, ekonomi negara tersebut mengalami penurunan tajam. Kemajuan ekonomi dan sosial yang dicapai sejak akhir perang saudara di tahun 2000an beresiko tersapu bersih. Kondisi hidup dan akses ke layanan bagi rakyat memburuk.

Pengangguran dan kemiskinan di negara ini mungkin tidak akan bisa serta merta diatasi dengan menggunakan Bitcoin. Tapi demi menghindari penurunan nilai aset yang dimiliki warga, Bitcoin dan aset digital lain bisa menjadi solusi penyimpanan yang cukup baik.

Source: news.bitcoin.com, coinstaker.com

Written by: Dita Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE