29 C
Jakarta
Kamis, 23 Mei, 2024

Ingin Dapat Passive Income dari Hobi? Coba Cara Jual Foto di Shutterstock

JAKARTA, duniafintech.com – Cara jual foto di shutterstock bisa jadi passive income Anda dan pastinya side job satu ini bisa akan sangat cocok bagi kamu yang memiliki hobi fotografi. Oleh karena itu, daripada koleksi foto kamu cuma jadi pajangan di kamar atau masih tersimpan di harddisk, lebih baik dijual lewat Shutterstock.

Shutterstock merupakan situs populer tempat para fotografer dan desainer menjual hasil karyanya dan dibayar menggunakan dollar AS. Tak heran banyak fotografer yang memanfaatkan situs ini untuk memasarkan hasil karyanya.

Di Indonesia sendiri, masih belum banyak orang yang tahu tentang situs Shutterstock sehingga antusiasnya tidak sebesar di luar negeri. Jadi daripada membiarkan koleksi foto memenuhi harddisk, tidak ada salahnya kamu mencoba menjualnya di situs Shutterstock karena tidak sedikit fotografer yang sukses dan mendapatkan untung besar dari menjual foto di situs tersebut.

Jual foto di Shutterstock tidak sulit seperti yang dibayangkan. Siapapun pasti bisa menjadi kontributor di situs tersebut.

Tapi sebelum kamu mengetahui cara menjual foto di Shutterstock, kamu harus mengetahui syarat jual foto di Shutterstock, lalu apa saja persyaratannya?

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Menjual Foto

  1. Perhatikan resolusi dan jenis file

Shutterstock mengharuskan semua foto yang di submit minimal memiliki resolusi 4 megapixel. Ukuran ini berlaku untuk jenis file photo dengan format jpeg, vektor dan format eps. Akan tetapi khusus untuk file vector, kontributor hanya perlu mengupload file .eps saja.

2. Pastikan Foto Memiliki Kualitas Gambar yang Baik

pastikan mengupload foto dengan kualitas gambar yang baik. Perhatikan faktor-faktor lain seperti pencahayaan, fokus foto, bahkan noise yang dihasilkan. Dengan memilih foto berkualitas, peluang untuk lolos seleksi dan foto terjual akan semakin besar.

3. Foto Tidak Mengandung Unsur SARA

Shutterstock memberikan peringatan keras bahwa setiap foto yang dijual di situs tersebut tidak boleh mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Foto yang di submit harus menarik namun tetap sopan. Jika terindikasi mengandung unsur SARA, foto akan langsung ditolak bahkan diblokir tanpa adanya review.

Cara Jual Foto di Shutterstock

  1. Melakukan pendaftaran

Langkah pertama menjual foto di situs ini adalah registrasi atau mendaftar sebagai kontributor Shutterstock terlebih dulu. Cara melakukan registrasi mudah, cukup buka situs Shutterstock kemudian cari menu registrasi dan klik jika ingin mendaftar sebagai kontributor.

Selanjutnya isi formulir yang disediakan dengan benar dan lengkap agar bisa mendapatkan akun untuk cara jual foto di Shutterstock. Setelah itu, konfirmasi pendaftaran melalui email

yang masuk. Bila konfirmasi berhasil, kamu resmi bergabung menjadi kontributor Shutterstock.

2. Verifikasi Data

Setiap kontributor baru di situs Shutterstock wajib mengonfirmasi akun yang telah dibuatnya terlebih dulu. Biasanya, akan ada instruksi lanjutan untuk verifikasi data. Kamu akan diminta mengunggah kartu identitas, seperti KTP dan memasukkan kata sandi baru.

3. Harus punya rekening virtual

Cara jual foto di shutterstock selanjutnya adalah mempunyai rekening virtual. Karena proses pembayaran atau transfer uang, Shutterstock menggunakan Paypal. Paypal adalah rekening virtual yang menyediakan jasa layanan transfer dan pembayaran secara online.

Jadi, kamu sebagai kontributor wajib memiliki akun Paypal yang sudah terverifikasi agar proses transaksi keuangan berjalan dengan lancar, terlebih dilakukan lintas negara.

4. Menyeleksi foto yang akan dijual

Selanjutnya adalah menjual foto atau gambar terbaik kamu di Shutterstock. Unggah foto yang paling bagus dan berkualitas baik yang kamu miliki.

Bebas foto jenis apapun. Tetapi perlu diperhatikan juga kriteria atau standarnya agar foto diterima dan dapat dijual, di antaranya merupakan karya seni orisinil, foto tidak ada watermark atau merek apapun, serta ada pernyataan model release bila foto menggunakan model orang.

5. Verifikasi foto oleh pihak Shutterstock

Ketika foto berhasil diunggah, pihak shutterstock akan mengecek atau melakukan verifikasi. Apakah foto tersebut sesuai dengan kriteria dan bisa lolos untuk masuk di situs atau tidak

Bila tidak sesuai, bisa karena resolusi yang kurang, foto kurang fokus, atau kekurangan lain dari hasil foto tersebut. Verifikasi foto tersebut juga tidak sembarangan.

Langsung di review oleh tim Shutterstock yang sudah malang melintang alias jam terbang tinggi di bidangnya. Jadi, tak perlu diragukan lagi profesionalitas dan kredibilitasnya.

6. Pendapatan penjualan foto

Foto yang lolos seleksi otomatis langsung dibeli oleh pihak Shutterstock. Selanjutnya mereka akan memberikan keterangan pendapatan dari total foto yang dibeli.

Akan tetapi, syarat dana tersebut bisa cair dan akan dikirim ke akun Paypal kamu jika penghasilan mencapai sekitar USD 200. Jadi, misalnya kalau satu foto seharga USD 99, kamu baru bisa menikmati hasil penjualan ini ketika sudah laku dua atau tiga foto.

 

 

 

 

Penulis: Kontributor / M. Raihan Muarif

Editor: Anju Mahendra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU