28.9 C
Jakarta
Sabtu, 24 Februari, 2024

Cara Klaim Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan: Jenis-Jenis Klaimnya !

JAKARTA, duniafintech.com – Cara klaim santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan merupakan proses untuk memperoleh hak santunan jika seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia akibat kecelakaan atau penyakit yang terkait dengan pekerjaan.

Penting untuk diingat bahwa proses klaim santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan mungkin memerlukan waktu, dan penting untuk bersabar dan menjalani prosedur yang ada dengan benar untuk memastikan klaim Anda diproses dengan lancar. Berikut ulasannya:

Cara Klaim Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Via On Site

1. Langkah 1: Persiapan Dokumen
Sebelum mengajukan klaim, pastikan Anda telah mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan. Dokumen yang umumnya diperlukan meliputi:

– Formulir klaim

Formulir klaim ini biasanya dapat diunduh dari situs web BPJS Ketenagakerjaan atau diperoleh dari kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.

– Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan

Kartu ini digunakan untuk mengidentifikasi peserta.

– Fotokopi KTP

KTP peserta yang sudah berlaku.

– Bukti kematian

Surat kematian yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan kematian dari rumah sakit (jika berlaku).

– Bukti kecelakaan atau penyakit yang terkait pekerjaan

Bukti medis atau laporan kecelakaan yang menjelaskan hubungan antara penyakit atau kecelakaan dengan pekerjaan peserta.

2. Langkah 2: Kunjungi Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Setelah Anda memiliki semua dokumen yang diperlukan, kunjungi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Bawa semua dokumen yang telah Anda siapkan ke sana.

Baca juga: Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan: Syarat dan Jumlah Benefitnya !

3. Langkah 3: Isi Formulir Klaim

Pegawai BPJS Ketenagakerjaan akan membantu Anda mengisi formulir klaim. Pastikan untuk memberikan informasi yang akurat dan lengkap pada formulir ini.

4. Langkah 4: Serahkan Dokumen

Serahkan semua dokumen yang diperlukan kepada petugas di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Mereka akan memeriksa dokumen-dokumen tersebut untuk memastikan semuanya lengkap dan sesuai.

5. Langkah 5: Proses Verifikasi

BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi terhadap klaim Anda. Mereka akan memeriksa keabsahan klaim dan dokumen yang Anda ajukan. Proses verifikasi ini mungkin memerlukan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada kompleksitas kasus.

6. Langkah 6: Pencairan Santunan

Setelah klaim Anda disetujui, BPJS Ketenagakerjaan akan mencairkan santunan kematian kepada ahli waris atau keluarga peserta yang sah. Cara pencairan santunan dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan BPJS Ketenagakerjaan dan hukum yang berlaku di wilayah Anda. Biasanya, santunan akan ditransfer ke rekening bank yang dimiliki oleh ahli waris atau keluarga peserta.

Catatan Penting:

Pastikan untuk menghubungi BPJS Ketenagakerjaan segera setelah terjadi kematian peserta atau setelah mendapatkan diagnosa penyakit yang terkait dengan pekerjaan. Klaim yang diajukan dalam waktu yang lama setelah kejadian mungkin akan mengalami kendala.

Selalu periksa syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku pada saat klaim, karena ini dapat berubah sesuai dengan kebijakan BPJS Ketenagakerjaan yang berlaku.

Baca juga: Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan: Cara Klaim Melalui Online

Cara Klaim Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Melalui Via Online

1. Langkah 1: Persiapan Dokumen

Sebelum memulai proses pengajuan klaim secara online, pastikan Anda telah mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan. Dokumen-dokumen yang biasanya diperlukan meliputi:

– Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

– Fotokopi KTP peserta yang masih berlaku.

– Surat keterangan kematian dari instansi yang berwenang atau rumah sakit yang menjelaskan penyebab kematian.

– Laporan kecelakaan atau dokumen medis yang menjelaskan hubungan antara penyakit atau kecelakaan dengan pekerjaan peserta.

2. Langkah 2: Akses Portal BPJS Ketenagakerjaan

Buka situs web resmi BPJS Ketenagakerjaan di alamat https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/.

3. Langkah 3: Login atau Registrasi

Jika Anda sudah memiliki akun BPJS Ketenagakerjaan, masuk ke akun Anda dengan menggunakan nomor peserta dan kata sandi yang telah Anda daftarkan sebelumnya. Jika Anda belum memiliki akun, Anda perlu mendaftar terlebih dahulu.

Baca juga: Klaim Kacamata BPJS: Cara, Syarat, hingga Daftar Optik

4. Langkah 4: Pilih Menu Klaim Kematian

Setelah masuk ke akun Anda, cari menu yang berkaitan dengan klaim santunan kematian. Biasanya, ini dapat ditemukan di dalam menu “Klaim” atau “Pengajuan Klaim.”

5. Langkah 5: Isi Formulir Klaim Online

Klik opsi untuk mengajukan klaim santunan kematian secara online. Anda akan diminta untuk mengisi formulir klaim secara online. Isilah formulir tersebut dengan informasi yang akurat dan lengkap sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

6. Langkah 6: Unggah Dokumen

Selama proses pengisian formulir klaim, Anda akan diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Pastikan untuk mengunggah dokumen dengan format yang sesuai dan ukuran yang tidak melebihi batas yang ditentukan.

Baca juga: Cara Klaim Asuransi Pendidikan Anak Tipsnya Supaya Tak Ditolak!

7. Langkah 7: Verifikasi dan Submit

Setelah mengisi formulir dan mengunggah dokumen, periksa kembali informasi yang Anda masukkan. Pastikan semuanya benar dan sesuai. Setelah yakin, klik tombol “Submit” atau “Kirim” untuk mengirimkan klaim Anda.

8. Langkah 8: Tunggu Proses Verifikasi

BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi terhadap klaim Anda. Proses verifikasi ini mungkin memerlukan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada kompleksitas kasus.

9. Langkah 9: Konfirmasi dan Pencairan Santunan

Setelah klaim Anda disetujui, Anda akan menerima konfirmasi dari BPJS Ketenagakerjaan. Santunan kematian akan dicairkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, biasanya melalui transfer ke rekening bank yang dimiliki oleh ahli waris atau keluarga peserta.

Jenis Klaim Santunan BPJS Ketenagakerjaan

1. Santunan Kematian Akibat Kecelakaan Kerja (SKAKK)

Klaim ini diajukan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi dalam lingkungan kerja atau dalam perjalanan dinas yang terkait dengan pekerjaan. Santunan ini diberikan kepada ahli waris peserta yang meninggal karena kecelakaan kerja.

2. Santunan Kematian Akibat Penyakit (SKAP)

Klaim ini diajukan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia akibat penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan atau faktor pekerjaan, seperti penyakit yang disebabkan oleh paparan bahan kimia berbahaya di tempat kerja. Santunan ini diberikan kepada ahli waris peserta yang meninggal karena penyakit terkait pekerjaan.

3. Santunan Kematian Normal (SKN)

Klaim ini diajukan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia karena alasan yang bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja atau penyakit yang terkait pekerjaan. Santunan ini diberikan kepada ahli waris peserta yang meninggal karena alasan lain yang tidak terkait dengan pekerjaan.

Baca juga: Cara Klaim Asuransi Mobil Sinar Mas serta Syarat dan Biayanya

4. Santunan Kematian Peserta Aktif (SKPA)

Klaim ini diajukan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia saat masih aktif bekerja dan membayar iuran. Santunan ini diberikan kepada ahli waris peserta aktif yang meninggal karena alasan apa pun, termasuk kecelakaan kerja, penyakit, atau alasan lainnya.

5. Santunan Kematian Peserta Penerima Pensiun (SKPPP)

Klaim ini diajukan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menerima pensiun meninggal dunia. Santunan ini diberikan kepada ahli waris peserta yang telah menerima pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan.

6. Santunan Kematian Peserta Penerima Bantuan Sosial (SKPBS)

Klaim ini diajukan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sedang menerima bantuan sosial meninggal dunia. Santunan ini diberikan kepada ahli waris peserta yang sedang menerima bantuan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.

7. Santunan Kematian Peserta Bukan Pekerja (SKBP)

Klaim ini diajukan jika peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bukan pekerja formal meninggal dunia. Santunan ini diberikan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia dan bukan pekerja formal, seperti peserta yang terdaftar sebagai bukan pekerja formal (non-PBI).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE