31.7 C
Jakarta
Senin, 28 November, 2022

BAGAIMANA GUNAKAN BITCOIN BUAT DANA PENSIUN ANDA

duniafintech.com – Perkembangan teknologi telah mengubah cara banyak pihak mengelola keuangan mereka, termasuk dana untuk pensiun. Seperti yang dilakukan oleh Individual Retirement Accounts (IRAs), di mana penggunanya bisa mengelola rekening mereka dengan nyaman di rumah.

IRAs diperkenalkan pada tahun 1974, sebelumnya merupakan perusahaan investasi pendanaan tradisional seperti saham, obligasi, sertifikat deposito, dan aset fisik lainnya yang bernilai. Namun seiring perkembangan teknologi, dunia investasi berubah. Sekarang semuanya hampir serba digital setiap harinya, jaman serba online. Mata uang digital juga menjadi opsi menarik dalam berinvestasi.

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang digital menggunakan teknologi Blockchain, sebuah buku besar bersifat transparan, terdesentralisasi dan berjalan secara peer to peer.  Bitcoin tidak dimiliki oleh pemerintah atau lembaga keuangan manapun. Sebagai pengganti otoritas pusat, komputer menjalankan perangkat lunak inti Bitcoin di jaringan peer-to-peer dan mengelolanya melalui konsensus.

Proses menemukan konsensus mengenai status buku besar bersama dikenal sebagai “pertambangan”. Setiap sepuluh menit, komputer dalam jaringan bersaing untuk memecahkan algoritma matematika yang disediakan oleh protokol Bitcoin. Seorang pengembang perangkat lunak bernama Satoshi Nakamoto merilis versi pertama perangkat lunak inti Bitcoin pada bulan Januari 2009. Rilisan pertama datang tiga bulan setelah Nakamoto menerbitkan makalahnya yang menggambarkan bagaimana teknologinya akan bekerja.

Tidak ada individu, perusahaan atau institusi yang memiliki protokol Bitcoin karena merupakan proyek sumber terbuka. Pengembang perangkat lunak di seluruh dunia berkontribusi terhadap perbaikannya.

Bitcoin adalah cryptocurrency pertama. Sejak penciptaannya, lebih dari seribu cryptocurency (altcoin) lainnya  bermunculan. Semua cryptocurency  bekerja dengan konsep dan teknologi yang sama, namun memiliki beragam fitur dan kasus penggunaan yang berbeda. Altcoin yang paling populer di antaranya adalah Ethereum, Litecoin, Ripple, NEM, dan Ethereum Classic.

Lebih dari 150.000 merchant di seluruh dunia sekarang ini menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk barang dan jasa. Pengguna bahkan bisa menggunakan cryptocurency untuk berbelanja di Amazon melalui bursa pembayaran Purse.io.

Bitcoin berpotensi menjadi sebuah unit akun. Individu dan organisasi dapat menggunakannya untuk mengukur dan melacak nilai aset, harga, pengeluaran dan pendapatan. Penggunaan Bitcoin yang paling populer adalah untuk pengiriman uang, karena bergerak cepat melintasi batas, dan merupakan aset investasi jangka panjang .

Keuntungan Bitcoin sebagai Investasi

Pasokan Bitcoin dibatasi, yaitu hanya akan ada 21 juta yang beredar. Jumlah yang masuk ke sirkulasi berkurang dalam empat tahun sekali. Jaringan tersebut akan menambang koin terakhir di tahun 2140. Sementara itu adopsi Bitcoin berkembang di seluruh dunia seperti yang ditunjukkan oleh setiap transaksi yang dikonfirmasikan jaringan. Rata-rata transaksi harian sekitar 50.000  di tahun 2013. Jumlah itu meningkat menjadi sekitar 320.000 transaksi pada 2017.

Keuntungan lain dari bitcoin sebagai investasi adalah Anda memiliki kontrol penuh atas kepemilikannya, dan melindungi Anda dari kesalahan manajemen pihak ketiga atau kecurangan. Infrastruktur yang ada memungkinkan dompet memiliki dua atau tiga kunci pribadi yang terpisah. Semua kunci diperlukan agar transaksi resmi dilakukan. Penyedia dompet yang aman seperti Bitgo menyimpan setiap kunci di lokasi penyimpanan “cold storage” yang terpisah (atau offline dari internet) untuk memastikan keamanan maksimal.

Bitcoin ada secara independen dari aset seperti saham, tabungan dan obligasi. Selama krisis ekonomi nilai Bitcoin tidak terpengaruh nilainya, justru secara historis nilainya meningkat.

Apakah Bitcoin diijinkan oleh IRS sebagai Aset Pensiun?

Bitcoin berusia kurang dari sepuluh tahun. Amerika Serikat dan Jepang adalah sebagian negara yang telah mengeluarkan  aturan penggunaannya.

Pada bulan Maret 2014, Internal Revenue Service (IRS) menyatakan akan memperlakukan Bitcoin sebagai komoditas untuk tujuan perpajakan, cara memperlakukannya seperti saham dan obligasi. IRS telah menyatakan bahwa Bitcoin dianggap sebagai “properti” dan karenanya memerlukan penjagaan agar mematuhi peraturan.

Self-Directed IRAs

IRA menerima aset utama seperti saham, obligasi, reksa dana dan sertifikat deposito (CD), seperti yang IRS arahkan. Pilihan terbaik yang harus Anda sertakan pada paket pensiun Anda adalah dengan menggunakan self-directed IRAs, yang memungkinkan Anda berinvestasi dalam kripto seperti Bitcoin.

Bila menggunakan self-directed IRAs, Anda bisa membeli dan menahan Bitcoin. Opsi ini memungkinkan Anda untuk membeli dan menjual tergantung pada pergerakan harga dan pendapatan dari volatilitas. Hal ini memungkinkan Anda mendelegasikan pengambilan keputusan tentang kapan harus membeli dan menjual ke investor ahli.

Bitcoin bisa dibeli di Digital Exchange, seperti di Bitcoin Indonesia (www.bitcoin.co.id), Coinbase, Kraken, dll.

 Jika Anda berinvestasi di Bitcoin IRA?

Bitcoin IRA adalah investasi khusus karena tidak terkait dengan pilihan investasi lainnya seperti keuangan, obligasi dan saham. Pada saat krisis ekonomi global, Bitcoin tidak terinfeksi dengan toksisitas pasar. Tapi sebagaimana investasi apapun, Bitcoin punya risiko juga. Bitcoin diproyeksikan terus tumbuh nilainya, tapi bisa juga mengalami penurunan.

Bagaimana Memulainya?

Ada dua pilihan yang tersedia untuk Anda

  • Lakukan sendiri (seperti menyiapkan LLC untuk kepatuhan IRS)
  • Gunakan ahli untuk membantu (seperti BitcoinIRA.com)

Untuk mengatur IRA Bitcoin Anda harus mengambil langkah untuk memastikannya sesuai dengan IRS, seperti menyiapkan LLC untuk Bitcoin Anda, namun ada banyak risiko untuk menahan Bitcoin dalam IRA LLC yang diarahkan sendiri, termasuk Daftar panjang “transaksi terlarang” yang dapat mendiskualifikasi perlindungan pajak aset dalam IRA.

Secara hukum, IRA dan pemiliknya adalah entitas yang terpisah dan harus bertindak secara terpisah. Daftar “transaksi terlarang” dimaksudkan untuk mencegah pemilik akun mendapatkan keuntungan ganda dari perlindungan pajak IRA.

Misalnya, pemilik akun tidak dapat membuat aset IRA LLC mereka sebagai jaminan pinjaman, karena hal itu akan memberi mereka keuntungan ganda dari aset dan agunan yang dilindungi pajak.

Dengan aturan yang sama, pemilik akun tidak dapat menjual Bitcoin ke IRA LLC mereka sendiri dan harus membeli dan menyimpan Bitcoin atas nama LLC, bukan nama mereka sendiri.

Bagi investor yang memiliki Bitcoin dan ingin mentransfernya ke IRA LLC, hanya ada satu pilihan: menjual Bitcoin, kemudian kontribusikan dalam dolar AS – ke IRA LLC, kemudian membeli Bitcoin atas nama LLC dengan memiliki aset kas sendiri.

Seperti halnya investasi real estate dan investasi tidak konvensional lainnya, juga menjadi tanggung jawab investor untuk melaporkan nilai pasar wajar aset mereka kepada pihak pemelihara mereka setiap tahun, apakah aset tersebut dimiliki di LLC atau tidak.

Untuk aset seperti saham dan obligasi, nilai ini dinilai secara otomatis. Untuk investasi real estate dan investasi tidak konvensional seperti Bitcoin, penilaian pihak ketiga biasanya diperlukan.

Jika pemilik akun gagal melaporkan nilai aset mereka secara akurat ke pihak pemelihara atau melakukan transaksi terlarang, maka IRA mereka dapat didiskualifikasi dan semua aset didistribusikan dan dikenai pajak. Pemilik akun juga harus mengajukan laporan tahunan dan membayar biaya kepada Sekretaris Negara tempat IRA LLC tergabung. Kesalahan memilih pemelihara yang buruk bisa membuat pemilik akun dalam masalah.

Pilihan terbaik adalah menggunakan layanan turn-key yang menangani semua langkah sambil memastikan keamanan dan kepatuhan IRS.

Source : huffingtonpost.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Mengembangkan UMKM Agar Tetap Eksis, Begini Caranya!

JAKARTA, duniafintech,com - Tips mengembangkan UMKM tengah marak jadi perbincangan banyak orang akhir-akhir ini, karena banyak bermunculan UMKM baru. Di era digital saat ini, banyak...

Empat Hal Unik Tentang Blockchain, Mari Kita Simak Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com - Blockchain mempunyai hal yang unik, untuk itu tim DuniaFintech.com akan mengulas khusus untuk Anda, yakni keunikan yang dimiliki Blockchain. GI (GovInsider) menjelaskan...

Utang Pemerintah Indonesia Naik Lagi! Tembus 7.496 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah Indonesia per 31 Oktober 2022 sebesar Rp 7.496,70 triliun. Jumlah utang pemerintah Indonesia itu naik...

Pengumuman UMP Tahun 2023 Naik Hari ini?, jadi Berapa?

JAKARTA, duniafintech.com - Hari ini adalah jadwal yang ditetapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah untuk pengumuman upah minimum provinsi (UMP) tahun 2023. Seyogianya, pengumuman UMP...

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham dengan 4 Langkah Tepat

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung nilai intrinsik saham bisa dilakukan dengan empat (4) langkah tepat. Apa saja ya langkahnya? Saham sendiri hingga kini masih menjadi...
LANGUAGE