27.1 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

CEO BITCOIN INDONESIA: BITCOIN BUKAN BUBBLE

duniafintech.com – Baru-baru ini, Turki menghebohkan dunia lewat pernyataan yang diwakili wakil perdana menteri mereka, Mehmet Simsek yang menyebut bahwa Bitcoin merupakan bubble (gelembung) terbesar yang pernah ada dalam sejarah keuangan mereka.

Kenaikan hingga 17 kali lipat tahun ini membuat banyak pihak menyebut Bitcoin sebagai bubble yang terus menggelembung besar dan hanya tinggal menunggu waktu hingga pecah. Ungkapan Bitcoin sebagai bubble sudah bergaung sejak lama, namun nyatanya sampai hari ini harga Bitcoin masih berada di atas $14.000 dan berada di kisaran harga Rp. 253 jutaan di marketplace Bitcoin.co.id.

Baca juga: duniafintech.com/komunitas-bitcoin-indonesia-berkumpul-apa-yang-dibahas

Bank Sentral di Ankara bahkan telah membentuk kelompok kerja mata uang virtual dengan pelaku pasar, pemegang kebijakan dan regulator. Tapi sampai saat ini Dewan Pasar Modal sebagai regulator pasar di Turki meminta para broker untuk tidak melakukan jual beli di dalamnya.

Gubernur Bank Sentral, Murat Cetinkaya menyebut bahwa mata uang digital memang bisa berkontribusi pada keuangan negara jika regulasi dan aturannya dibuat dengan baik. Meskipun ada kemungkinan keberadaannya dapat menimbulkan risiko terhadap pengendalian pasokan uang dan stabilitas harga yang dilakukan Bank Sentral.

Baca juga: duniafintech.com/bnp-paribas-barclays-dukung-proyek-blochchain-untuk-rantai-pasokan-pada-lingkungan

Tanggapan CEO Bitcoin Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia yang merupakan marketplace cryptocurrency terbesar di Indonesia menyebut bahwa ia sudah bosan dengan stigma publik yang menyebut Bitcoin sebagai bubble.

“Saya sudah bosan mendengar masalah Bitcoin yang disebut bubble sejak harganya masih $100 dulu,” ungkapnya.

Mengenai potensi bubble yang mungkin saja bisa terjadi di Indonesia, Oscar tak ingin gegabah untuk memastikan bagaimana masa depan Bitcoin nantinya. Sampai saat ini, baik Bank Indonesia maupun OJK sebagai pemegang kewenangan keuangan di Indonesia masih belum memutuskan status Bitcoin dan bagaimana regulasinya kelak.

Tidak ada yang tahu bagaimana arah pergerakan harga Bitcoin sampai saat ini. Namun semua pihak berharap agar Indonesia bisa segera membuat regulasi agar Bitcoin bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk kebaikan dan keuntungan publik.

Baca juga: duniafintech.com/menguasai-pasar-saham-melalui-stockbit-com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE