28.7 C
Jakarta
Minggu, 29 Januari, 2023

CEO BITCOIN INDONESIA: BITCOIN BUKAN BUBBLE

duniafintech.com – Baru-baru ini, Turki menghebohkan dunia lewat pernyataan yang diwakili wakil perdana menteri mereka, Mehmet Simsek yang menyebut bahwa Bitcoin merupakan bubble (gelembung) terbesar yang pernah ada dalam sejarah keuangan mereka.

Kenaikan hingga 17 kali lipat tahun ini membuat banyak pihak menyebut Bitcoin sebagai bubble yang terus menggelembung besar dan hanya tinggal menunggu waktu hingga pecah. Ungkapan Bitcoin sebagai bubble sudah bergaung sejak lama, namun nyatanya sampai hari ini harga Bitcoin masih berada di atas $14.000 dan berada di kisaran harga Rp. 253 jutaan di marketplace Bitcoin.co.id.

Baca juga: duniafintech.com/komunitas-bitcoin-indonesia-berkumpul-apa-yang-dibahas

Bank Sentral di Ankara bahkan telah membentuk kelompok kerja mata uang virtual dengan pelaku pasar, pemegang kebijakan dan regulator. Tapi sampai saat ini Dewan Pasar Modal sebagai regulator pasar di Turki meminta para broker untuk tidak melakukan jual beli di dalamnya.

Gubernur Bank Sentral, Murat Cetinkaya menyebut bahwa mata uang digital memang bisa berkontribusi pada keuangan negara jika regulasi dan aturannya dibuat dengan baik. Meskipun ada kemungkinan keberadaannya dapat menimbulkan risiko terhadap pengendalian pasokan uang dan stabilitas harga yang dilakukan Bank Sentral.

Baca juga: duniafintech.com/bnp-paribas-barclays-dukung-proyek-blochchain-untuk-rantai-pasokan-pada-lingkungan

Tanggapan CEO Bitcoin Indonesia

Menanggapi hal tersebut, Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia yang merupakan marketplace cryptocurrency terbesar di Indonesia menyebut bahwa ia sudah bosan dengan stigma publik yang menyebut Bitcoin sebagai bubble.

“Saya sudah bosan mendengar masalah Bitcoin yang disebut bubble sejak harganya masih $100 dulu,” ungkapnya.

Mengenai potensi bubble yang mungkin saja bisa terjadi di Indonesia, Oscar tak ingin gegabah untuk memastikan bagaimana masa depan Bitcoin nantinya. Sampai saat ini, baik Bank Indonesia maupun OJK sebagai pemegang kewenangan keuangan di Indonesia masih belum memutuskan status Bitcoin dan bagaimana regulasinya kelak.

Tidak ada yang tahu bagaimana arah pergerakan harga Bitcoin sampai saat ini. Namun semua pihak berharap agar Indonesia bisa segera membuat regulasi agar Bitcoin bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk kebaikan dan keuntungan publik.

Baca juga: duniafintech.com/menguasai-pasar-saham-melalui-stockbit-com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Allianz vs Prudential, Pilih Mana? Simak Perbandingan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Allianz vs Prudential, pilih mana? Sejatinya, keduanya adalah perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, ada banyak perusahaan asuransi global...

Malacca Trust: Profil, Produk, hingga Cara Klaim Asuransinya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Finance merupakan sebuah perusahaan multifinance yang memiliki berbagai macam jasa pembiayaan. Di antara pembiayaannya, yaitu produk asuransi umum yang berdiri...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...
LANGUAGE