23.7 C
Jakarta
Rabu, 3 Juni, 2020

CEO Bitocto Indonesia: Tahun Ini Bitcoin Akan Bullish

duniafintech.com – Pergerakan harga Bitcoin beberapa minggu belakangan ini telah menunjukkan performa yang luar biasa. Cryptocurrency pertama didunia ini banyak disebut oleh para analis sedang berada di dalam arus Bullish yang menjanjikan.

Mengutip data dari Indodax, sejak awal minggu ini, Bitcoin masih bergerak atas sentimen beli yang cukup kuat meskipun masih diwarnai beberapa upaya jual yang menghambat laju kenaikan pasar hingga pada Rabu malam kemarin.

Baca juga: Naik Ojek Online via Platform Anterin, Bisa Dapat Koin Crypto Loh!

Pandangan Bullish CEO Bitocto Indonesia

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Bitocto Indonesia, Milken Jonathan, menilai pergerakan harga Bitcoin saat ini masihlah berada dalam gambaran siklus pasar yang normal. Menurut Jonathan, hal tersebut menunjukkan adanya transisi dari tren Bearish ke tren Bullish. Apalagi pasar cryptocurrency berlangsung selama 24 jam 7 hari, dan tentunya semua fase cenderung berjalan lebih cepat.

Selain itu, kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini terus meningkat. Berdasarkan data dari situs CoinMarketCap pada Rabu kemarin pukul 14.55 WIB,  total kapitalisasi pasar dari token ciptaan Satoshi Nakamoto ini telah mencapai US$ 141,621 miliar.

Jonathan berpendapat, kapitalisasi pasar Bitcoin yang cenderung naik akan mendorong naik kapitalisasi pasar di keseluruhan cryptocurrency,yang tentu saja akan membuat semakin ramai pasar dari mata uang digital.

Jonathan pun memaparkan, siklus Halving juga akan membawa harga Bitcoin melambung dan mempertahankan tren Bullish-nya. Halving adalah momen bagi para penambang Bitcoin untuk meraih untung besar, di mana hadiah (reward) per blok yang ditambang akan berkurang menjadi separuhnya. Biasanya, Halving terjadi setiap empat tahun sekali atau setiap 210.000 blok dan kemungkinan akan berlangsung pada tahun 2020.

Optimisme Pasar Crypto

Sama seperti kebanyakan analis, investor, dan pecinta crypto di seluruh dunia, Jonathan pun optimistis harga Bitcoin akan mampu mencapai kisaran harga Rp 140 Juta di tahun ini. Tetapi, dengan adanya efek dari sebelum-sesudah momen Halving dan juga faktor fundamental yang semakin tampak positif, ada kemungkinan Bitcoin akan terus meroket menuju kisaran harga Rp 210 Juta!

Jonathan mengatakan, Bitcoin tentunya bisa terus bergerak naik meskipun banyak instansi di luar negeri yang masih menolak aset crypto karena perbedaan karakteristik dan sudut pandang tiap regulatornya.

Menurut sajian berita Kontan, Jonathan juga mengatakan:

“Bitcoin sangat desentralisasi, di mana instansi yg mengeluarkan asset lainnya [masih] tetap sentralisasi.”

Baca juga: Teknologi Blockchain Akan Merambah Industri Kesehatan di Indonesia!

Jonathan menegaskan bahwa Bitcoin adalah cryptocurrency pertama yang juga dilihat sebagai contoh dan acuan dari demand yang akan naik terus dari tahun ke tahun. Bahkan, meski sentimen ekonomi global mulai menekan berbagai sektor keuangan, Bitcoin masih terlihat mampu untuk terus bergerak naik dengan potensial.

Terakhir, Jonathan pun menyarankan kepada para investor Bitcoin agar membeli token tersebut dengan cara dicicil, atau tidak dibeli langsung 1 token, sehingga manajemen resiko menjadi lebih tepat dan mudah untuk dikalkulasikan saat ingin berinvestasi untuk jangka panjang dengan tidak lupa untuk memperhatikan juga bagaimana faktor fundamental terbaru secara global.

Baca

Image by Clifford Photography from Pixabay

-Syofri Ardiyanto-

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Rangkuman Kabar Startup Jelang Kuartal 2 Tahun 2020

DuniaFintech.com - Memasuki penghujung kuartal 2 tahun 2020, industri usaha rintisan (startup) mengalami gejolak, beberapa di antaranya harus menghentikan sementara aktivitasnya, bahkan...

Penetrasi Fintech di Indonesia Berpotensi Meningkat! Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Penetrasi fintech sebagai inovasi pada layanan keuangan disebut-sebut akan terus meningkat seiring dengan stabilnya pertumbuhan industri tersebut. Laporan teranyar e-Conomy...

Memanfaatkan Artificial Intelligence, Grab dan Google Hadirkan Layanan Ini

DuniaFintech.com - Grab bekerja sama dengan Google meluncurkan sebuah fitur dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence. Layanan yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence ini diberi nama Grab...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online ini Dulang Keuntungan Ditengah Pandemi

DuniaFintech.com - Pandemi corona berdampak terhadap banyak sektor, termasuk ekonomi. Namun, transaksi di aplikasi pinjaman online baik pembayaran maupun pinjaman (lending) melonjak...

3 Aplikasi Pinjaman Online ini Siap Bantu Hadapi Krisis Keuangan

DuniaFintech.com - Di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil seperti saat ini, aplikasi pinjaman online menjadi langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan...
LANGUAGE