28.2 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Sektor Perbankan Digital Disasar Grab?

duniafintech.com – Perusahaan startup ternama yang bergerak di bidang jasa transportasi online, Grab tengah berupaya menjajal sektor perbankan digital Singapura.

Baca juga : Mengenal GXChain, Aset Kripto yang Sedang Naik di Indodax

Startup aplikasi transportasi online tersebut dilaporkan akan segera menyewa konsultan untuk memberi nasihat tentang potensi bisnis perbankannya dan bersiap-siap untuk mengajukan permohonan izin untuk sektor perbankan khusus digital di Singapura jika regulator perbankan memutuskan untuk membuka sektor tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena saat ini regulator di negara kota Asia Tenggara itu tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan lisensi bisnis bagi bank-bank yang hanya beroperasi online.

Jika Grab berhasil mendapatkan lisensi dari sektor perbankan digital tersebut, maka perusahaan yang sudah berdiri selama tujuh tahun tersebut bisa memanfaatkan data pengguna layanan transportasinya, transaksi pembayaran, dan perilaku konsumen.

Baca juga : Halving Bitcoin: Akankah Jadi Kesempatan & Indikasi Bull Run Seperti Sebelumnya?

Tidak hanya itu, Grab bersama induk usaha Citibank, Citigroup kerap dikabarkan telah meluncurkan kartu kredit co-branding. Mereka berdalih untuk mendongkrak basis pelanggan mereka di Asia Tenggara sebesar 13 persen.

Co-branding dianggap strategi yang cukup efektif untuk memperkenalkan suatu merek ke pelanggan melalui merek lain. Kerja sama strategis ini pernah dilakukan sebelumnya antara Goldman Sachs dengan Apple.

Kartu kredit co-branding  tersebut pun yang menandai langkah terbaru pesaing Gojek itu untuk masuk di sektor perbankan digital atau dengan kata lain, Grab ingin menjadi digital banking.

Dimulai sebagai layanan transportasi online, perusahaan rintisan dengan valuasi terbesar di Asia Tenggara tersebut kini makin agresif melakukan ekspansi ke layanan jasa keuangan. Bahkan, sejak awal tahun ini mereka mengaku sedang mengejar lisensi pinjaman di seluruh Asia Tenggara melalui layanan GrabPay.

Namun ternyata, bukan hanya Grab yang berminat dalam menyasar perbankan digital tersebut. Para pemain global di sektor fintech juga tertarik. Bahkan, beberapa di antaranya dikabarkan ingin membentuk usaha patungan.

Afiliasi dari Alibaba Group Holding Ltd dan Xiaomi Corp, dan konsorsium yang dipimpin oleh Standard Chartered PLC dan BOC Hong Kong Holdings Ltd juga dilaporkan ingin mendapatkan lisensi perbankan khusus digital tersebut.

Baca juga : Kartu Debit Crypto Dapat Anda Gunakan Kini Plus Keunggulan Lain

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...
LANGUAGE