27.3 C
Jakarta
Kamis, 4 Juni, 2020

Halving Bitcoin: Akankah Jadi Kesempatan & Indikasi Bull Run Seperti Sebelumnya?

duniafintech.com – Halving Bitcoin atau crypto adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada periode dalam masa hidup crypto di mana hadiah (reward) pada setiap blok yang dibuat pada blockchain dipotong menjadi setengahnya. Basis hadiah Bitcoin (BTC) saat ini untuk menambang satu blok di blockchain yang dipatok secara global ialah 12,5 BTC.

Karena seluruh proses penambangan BTC semata-mata didasarkan pada serangkaian fungsi matematika, dan dengan penambangan harian sebanyak 1.800 blok, para ahli memperkirakan Halving pada BTC akan jatuh tempo pada tahun depan, 2020.

Dengan jumlah Bitcoin saat ini yang beredar berkisar sekitar 17.750.000 Bitcoin, fase Halving berikutnya diyakini terjadi dalam empat tahun berikutnya dari Halving sebelumnya. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan kredibilitas Bitcoin yang berkepanjangan.

Selama keseluruhan pasokan Bitcoin tetap sama atau meningkat seiring waktu, Halving Bitcoin akan selalu memunculkan peningkatan nilai cryptocurrency secara bergantian.

Menurut Greyscale – sebuah perusahaan manajemen aset, Halving tampaknya telah menjadi titik masuk terbaik bagi mereka yang ketinggalan pada setiap Bull Run terakhir untuk menggali pasar untuk menghindari FOMO di tahun-tahun mendatang.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan investasi cryptocurrency global, telah dikumpulkan bahwa sejumlah Investor yang masuk akal tidak menyadari dampak dari pemblokiran ini hingga Halving, dengan menyatakan:

“Bagi investor dengan cakrawala investasi multi-tahun dan toleransi risiko tinggi, pertemuan harga diskon, peningkatan fundamental jaringan, aktivitas investasi relatif yang kuat, dan Halving mendatang, dapat menawarkan titik masuk yang menarik ke dalam Bitcoin. Ini sangat relevan bagi investor yang membangun posisi strategis inti seiring waktu dalam Bitcoin.”

Meskipun beberapa pendukung blockchain mengantisipasi lonjakan “meteorik” ini terjadi beberapa bulan sebelum Halving terjadi. Miliarder investor blockchain, John McAfee, memprediksi kenaikan harga ini terjadi setahun setelah Halving. John pun lebih lanjut menyebarkan ide ini, menyatakan bahwa harga akan melambung hingga USD $ 1 juta pada tahun 2020:

“Saya masih berharap Bitcoin mencapai setidaknya $ 1 juta pada tahun 2020, dengan [hitungan] matematika sederhana.”

John pun juga mengatakan:

“Orang-orang akan mulai menggunakan bitcoin untuk pembayaran dan penerimaan. Mereka akan berhenti menggunakan dolar AS, Euro, Yuan Cina, yang dalam jangka panjang, mendevaluasi mata uang ini.”

Kita masih perlu mengamati setiap faktor fundamental maupun tanda-tanda teknikal untuk memperkirakan apa yang akan terjadi terhadap Bitcoin dan Altcoin saat fase Halving mereka tiba, dimana Stablecoin pun kini mulai menunjukan “Pesona”nya kepada para investor untuk menyaingi popularitas cryptocurrency tradisional menjelang tahun yang digadang-gadang akan menjadi momen terjadinya fase Halving.

Image by Clifford Photography from Pixabay

-Syofri Ardiyanto-

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Aman Ajukan Pinjaman Online Agar Terhindar dari Penipuan

DuniaFintech.com - Pertumbuhan pinjaman online sangat luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Fintech pinjaman bertambah beberapa kali lipat hanya dalam waktu singkat....

Rangkuman Kabar Startup Jelang Kuartal 2 Tahun 2020

DuniaFintech.com - Memasuki penghujung kuartal 2 tahun 2020, industri usaha rintisan (startup) mengalami gejolak, beberapa di antaranya harus menghentikan sementara aktivitasnya, bahkan...

Penetrasi Fintech di Indonesia Berpotensi Meningkat! Ini Alasannya

DuniaFintech.com - Penetrasi fintech sebagai inovasi pada layanan keuangan disebut-sebut akan terus meningkat seiring dengan stabilnya pertumbuhan industri tersebut. Laporan teranyar e-Conomy...

Memanfaatkan Artificial Intelligence, Grab dan Google Hadirkan Layanan Ini

DuniaFintech.com - Grab bekerja sama dengan Google meluncurkan sebuah fitur dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence. Layanan yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence ini diberi nama Grab...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online ini Dulang Keuntungan Ditengah Pandemi

DuniaFintech.com - Pandemi corona berdampak terhadap banyak sektor, termasuk ekonomi. Namun, transaksi di aplikasi pinjaman online baik pembayaran maupun pinjaman (lending) melonjak...
LANGUAGE