26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Februari, 2023

Cinta Sedekah Mendorong Masyarakat Membantu Sesama

duniafintech.com – Sedekah memiliki banyak keutamaan. Salah satunya membuka pintu rezeki. Dengan kata lain, sedekah tidak akan membuat seseorang jatuh miskin. Oleh sebab itu, Yayasan Cinta Sedekah mengajak masyarakat untuk senantiasa bersedekah dalam membantu sesama.

Yayasan Cinta Sedekah adalah lembaga nirlaba yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sesuai syariat untuk mewujudkan masyarakat muslim yang bermartabat. Berawal dari bincang ringan dengan pembina group Bimbingan Islam terkait problematika dakwah dan banyaknya potensi umat yang belum digarap secara optimal, maka munculah gagasan untuk mendirikan Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah (LAZIS) yang dikelola secara profesional sesuai petunjuk syariat Islam.

Sebagai lembaga dakwah dan sosial yayasan ini menyelenggarakan Program Sedekah Sosial dengan tiga program utama, yaitu cinta pendidikan, cinta sosial dan kemanusiaan, dan program khusus. Cinta pendidikan berupa pembangunan dan pembinaan rumah tahfizh. Cinta sosial dan kemanusiaan mencakup berbagai kegiatan penanggulangan bencana alam dan kemanusiaan, seperti peduli banjir Jawa Timur, peduli pengungsi Rohingya, dan peduli gempa Aceh. Sementara itu, program khusus berupa tebar hewan kurban dan donasi pakaian. Intinya adalah mengajak kaum muslimin untuk membantu kepada mereka yang membutuhkan. Program Sedekah Sosial ini bertujuan untuk membantu dan meringankan saudara-saudara kita di seluruh pelosok Indonesia yang terkena musibah atau mengalami kondisi tertentu.

Program-program tersebut akan terus dikembangkan mutu dan variasinya agar dapat memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat, khususnya kaum muslimin di Indonesia. Selain itu, laporan mengenai program-program tersebut dapat dilihat di web yayasan ini.

Salah satu program yang dijalankan oleh yayasan ini adalah mengumpulkan donasi untuk Abah Olih. Ia adalah seorang bapak yang berumur 75 tahun. Abah Olih kini hidup sendiri karena istrinya sudah meninggal dan tidak dikaruniai anak. Hanya keponakan beliau yang sekali-kali datang ke rumahnya yang menjadi hiburan kesendiriannya.

Abah Olih adalah seorang veteran yang dahulu berjuang melawan penjajah. Tanda bekas peluru di kakinya menjadi saksi hal tersebut. Beliau tinggal di Kampung Kudang Desa Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat. Abah Olih setiap harinya berjualan gulali dari pagi hari sampai jam 2 siang.

Cinta Sedekah mengajak Anda untuk ikut program “Berbagi Cinta Berbagi Sedekah” guna membantu Abah Olih dan masyakat yang tidak mampu lainnya. Abah Olih hanya satu dari banyak orang yang sangat membutuhkan santunan kita.

Source: cintasedekah.org

Written by: Sebastian Atmodjo

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Menteri Erick Pastikan BUMN Siap Optimalisasi Kedaulatan Pangan Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan BUMN siap mengoptimalisasi industri dan kerjasama di sektor pangan demi kedaulatan pangan...

Game Penghasil Crypto tanpa Modal, Intip Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Game penghasil crypto tanpa modal penting diketahui apabila kamu ingin mendapatkan cuan dari suatu permainan. Saat ini, ada banyak game penghasil crypto...

Tips Investasi untuk Pemula dan Daftar Instrumen Investasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Tips investasi untuk pemula perlu diketahui saat kamu yang masih awam ingin terjun ke dunia penanaman modal. Saat ini, tersedia berbagai jenis...

Platform Trading Crypto Terpercaya di Indonesia, Cek Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Platform trading crypto terpercaya tentu saja penting diketahui jika ingin terjun ke dunia investasi kripto. Dalam beberapa waktu terakhir, aset kripto memang...

Cara Trading Bitcoin tanpa Modal dan Sejumlah Tipsnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara trading Bitcoin tanpa modal tentu perlu diketahui dan dipahami oleh para trader dan peminat aset kripto. Bitcoin sendiri hingga saat ini...
LANGUAGE