31 C
Jakarta
Senin, 6 Desember, 2021

Crowde, Platform Fintech P2P Lending untuk Pembiayaan Petani

Dewasa ini perusahaan startup financial technology peer to peer lending (Fintech P2P Lending) bermunculan cukup banyak di Indonesia. Dari semua perusahaan fintech p2p lending tersebut, ada satu perusahaan yang punya misi memberikan pembiayaan kepada petani, yaitu Crowde.

Apa itu Crowde?

Crowde adalah platform fintech P2P lending yang menyediakan pembiayaan atau permodalan kepada petani di Indonesia. CEO Crowde Yohanes Sugihtononugroho menyebut bisnis crowdlending miliknya ini akan mengumpulan dana investor atau pemberi modal. Kemudian menyalurkan dana tersebut kepada para petani yang memiliki suatu proyek.

Perusahaan fintech p2p lending ini telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka punya tujuan untuk meningkatkan kesejehteraan para petani di Indonesia. Salah satu cara atau aksi nyatanya adalah membentuk suatu wadah untuk permodalan.

Tidak hanya itu, Crowde juga kerap aktif melakukan edukasi dan sharing informasi kepada masyarakat

Kemudian, barulah Yohanes dkk mengajak masyarakat untuk berinvestasi melalui Crowde dengan nilai awal yang sangat kecil, yaitu Rp 10.000 saja.

Visi Misi Crowde

Perusahaan Crowde terbentuk atas dasar keresahan terhadap nasib para petani di Indonesia. Pasalnya, para petani di Tanah Air kerap menghadapi berbagai macam permasalahan, mulai dari kebutuhan selama masa tanam hingga panen, dan lain sebagainya.

Platform peer to peer lending milik anak bangsa ini telah eksis sejak 2015 dan punya keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia. Caranya dengan menghimpun dana dari para pemodal untuk memodali kerja para petani. Hasil modal tersebut akan kembali kepada pemodal dengan skema bagi hasil.

Meski Indonesia merupakan salah satu negara agraris  yang mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber mata pencarian banyak masyarakat, akan tetapi masih sanagat banyak petani yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mulai dari harga tengkulak murah, hingga masih banyaknya petani yang tidak punya modal dan lahan untuk bekerja.

Jenis Permodalan di Crowde

Ada beberapa jenis permodalan yang dari platform Crowde, apa saja itu? Berikut penjelasannya.

Sistem Pinjaman

Sistem pinjaman di platform ini sama dengan pinjaman pada umumnya, yaitu pihak pemodal memberikan modal, kemudian akan dikembalikan oleh peminjam beserta bunga tambahan. Apabila pembayaran yang dilakukan peminjam mengalami keterlambatan atau gagal bayar, maka akan ada denda yang akan diberikan kepada peminjam modal.

Sistem Bagi Hasil

Sistem ini adalah konsep berbagi hasil dan risiko secara bersama-sama antara kedua pihak. Ini biasanya akan dijelaskan secara teknis pada awal perjanjian, agar para pihak memahami tanggung jawab dan kewajiban masing-masing apabila terjadi suatu hal di luar dugaan.

Sistem Syariah

Berikutnya, adalah sistem syariah, yaitu sistem bagi hasil yang dilakukan atas dasar hukum dan prinsip-prinsip islam, yaitu murabahah dan musyarakah.

Sistem Proyek Petani

Terakhir, adalah sistem proyek petani, yaitu proyek yang tersedia di website Crowde yang telah diajukan oleh petani yang ingin menggarap kegiatan pertaniannya, namun kekurangan dana. Beberapa proyek yang kerap diajukan di antaranya adlaah proyek budidaya, proyek berkebun, proyek beternak, distribusi hasil pertanian sampai proses jual beli hasil pertanian.

Cara Berinvestasi di Crowde

Bagi kamu yang ingin menjadi pemiilik modal atau yang meminjamkan modal kepada petani, kamu sudah dapat memulai investasi tersebut dengan nominal mulai dari Rp 10.000 lho. Hanya saja, sebelum itu kamu harus memiliki akun di website Crowde terlebih dahulu.

1. Klik “Cek Sekarang”

2. Masuk ke akun Crowde kamu lalu pilih “Proyek Permodalan”

3. Kemudian, pilih dan tentukan proyek petani yang membutuhkan dana

4. Jika sudah menemukan proyek yang tepat, silakan masukkan jumlah uang pada proyek yang ingin dimodali, dan klik “Modali Sekarang”

5. Jika ingin membayar menggunakan “Wallet Balance”, kamu dapat memilih “Wallet Balance” di akun kamu.

6. Jika kamu ingin untuk membayar melalui transfer, pilih transfer lewat ATM, Mobile Banking, Flip Id atau Midtrans.

7. Setelah selesai bayar, jangan lupa untuk kirim bukti transaksi ke email [email protected] (proses verifikasi dan konfirmasi akan dilakukan paling lambat 2×24 jam).

8. Jika konfirmasi pembayaran yang kamu kirim tidak diterima selama 2×24 jam, maka kamu dapat melaporkan via Live Chat atau email di [email protected]

9. Terakhir tinggal menunggu konfirmasi permodalan dari Crowde yang akan dikirimkan lewat email.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

Cek di sini untuk mengetahui daftar fintech P2P Landing berizin di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Dukung Produksi Susu Nasional, ADB pesan 19,4 Juta Lembar Saham Cimory

JAKARTA, duniafintech.com - Asian Development Bank (ADB) telah memesan sebanyak 19,4 juta lembar saham sebagai bagian dari rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO)...

Turun 20% Hal Biasa di Dunia Kripto, Ini Momentum Tepat untuk Membeli

JAKARTA, duniafintech.com - Pasar aset kripto dalam beberapa hari terakhir sedang mengalami penurunan harga lebih dari 20% yang menyebabkan para investor pemula di kripto...

Ini Syarat Pihak Asuransi Mau Tanggung Kerusakan Kendaraan Akibat Bencana Alam

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil bencana alam menjadi hal yang mesti dipersiapkan di tengah ketidakpastian bencana yang terjadi di tanah air. Misalnya saja dari...

Panduan Cara Klaim Asuransi Astra hingga Cara Cek Polis

JAKARTA, duniafintech.com  - Cara klaim asuransi Astra penting diketahui oleh nasabah perusahaan asuransi yang satu ini atau bagi Anda yang berminat untuk menjadi nasabahnya....

5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Crypto, Trader Harus Tahu!

JAKARTA, duniafintech.com - Faktor yang mempengaruhi harga crypto? Apa saja faktor-faktornya? Sebelum mulai membahas tentang faktor hal tersebut, perlu diketahui sebelumnya, bahwa crypto sama...
LANGUAGE