30.7 C
Jakarta
Minggu, 3 Maret, 2024

Crowdfunding adalah: Cara Kerja, Manfaat, hingga Kelebihan dan Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – Crowdfunding adalah istilah yang sering terdengar belakangan ini dalam dunia keuangan dan bisnis. Pada era teknologi dan internet seperti sekarang, baik pemilik bisnis UKM maupun mereka yang memulai usaha baru, seperti startup dan inisiatif bisnis lain yang membutuhkan pendanaan, dapat mempertimbangkan crowdfunding sebagai solusi yang sangat relevan.

Crowdfunding berasal dari gabungan kata “crowd” yang berarti kerumunan dan “funding” yang merujuk pada pengumpulan dana. Ini merupakan metode pengumpulan dana yang melibatkan kontribusi finansial dari banyak orang untuk mendukung kegiatan atau bisnis tertentu. Di Indonesia, kitabisa.com adalah salah satu situs penggalangan dana pionir yang telah memberikan bantuan kepada berbagai yayasan, panti sosial, dan individu yang memerlukan dana untuk menyelesaikan proyek-proyek mereka.

Sejarahnya dimulai di Amerika Serikat pada tahun 2003 melalui situs Artistshare, yang bertujuan membantu musisi mendapatkan dana untuk memproduksi karya mereka. Antara tahun 2014 dan 2016, popularitas penggalangan dana terus meningkat dengan munculnya lebih dari 2000 platform, mengumpulkan pendanaan sekitar 60 miliar dolar Amerika.

Keberhasilan penggalangan dana disokong oleh beberapa faktor, termasuk aksesibilitas, kemudahan penggunaan, diversifikasi investasi, dan sebagai inovasi finansial. Semua faktor tersebut menjadikan penggalangan dana sebagai salah satu metode pengumpulan modal awal bisnis yang terus diminati hingga saat ini.

Baca juga: BPS Ventures Senter Startup Blockchain Hingga Crowdfunding untuk Didanai

Cara Kerja Crowdfunding adalah

Penting untuk dipahami bahwa crowdfunding melibatkan dua elemen kunci: adanya situs web atau platform yang dapat diakses oleh publik dan, tentu saja, para pendana. Usaha atau bisnis yang mencari pendanaan akan mendaftar di platform penggalangan dana, di mana informasi terkait akan diunggah untuk publik, memungkinkan calon pendana untuk berinvestasi dalam bisnis tersebut sambil membantu mendorong perkembangannya.

Proses pengumpulan dana biasanya memakan beberapa hari hingga mencapai target yang telah ditentukan. Setelah dana terkumpul, pendanaan dapat dicairkan ke rekening pemilik usaha. Namun, beberapa langkah dapat diambil untuk mengoptimalkan proses ini, antara lain:

1. Membuat Proposal

Untuk menarik minat calon pendana, persiapkan proposal usaha yang menarik, interaktif, dan informatif. Proposal sebaiknya mencakup informasi lengkap tentang jenis usaha, manajemen, strategi pemasaran, dan tujuan utama bisnis. Gunakan berbagai format seperti teks, gambar, atau video untuk menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik.

2. Mendaftarkan ke Platform Crowdfunding

Pilih platform penggalangan dana yang terpercaya dan memiliki regulasi resmi untuk memastikan keamanan transaksi. Pastikan platform tersebut memiliki reputasi baik dan telah terbukti membantu proyek-proyek sukses sebelumnya.

3. Memantau Perkembangan Proposal

Setelah proposal diunggah, penting untuk terus memantau perkembangan proses pendanaan. Jika ada pertanyaan dari calon pendana, berikan jawaban yang singkat, padat, dan jelas. Ini akan membangun kepercayaan para pendana dan meningkatkan kemungkinan mereka untuk berinvestasi dalam bisnis tersebut.

Manfaat Crowdfunding adalah

Selain memberikan akses yang lebih mudah ke jaringan pemberi dana yang lebih luas, penggalangan dana juga menawarkan sejumlah manfaat yang penting untuk diketahui, di antaranya:

1. Melakukan Pemasaran

Penggalangan dana melalui penggalangan dana memungkinkan inisiasi kegiatan pemasaran melalui berbagai saluran seperti media sosial, email, dan strategi pemasaran lainnya. Hal ini berkontribusi pada percepatan pengumpulan dana melalui platform penggalangan dana.

2. Jangkauan Lebih Luas

Platform penggalangan dana memfasilitasi pencarian orang-orang yang berminat untuk mendukung proyek penggalangan dana di berbagai daerah. Melalui penggalangan dana, interaksi dan kolaborasi antar kampanye penggalangan dana menjadi lebih mudah.

3. Kesempatan untuk Mengenalkan Bisnis

Crowdfunding memberikan kesempatan untuk memperkenalkan bisnis atau proyek penggalangan dana dengan memberikan informasi yang mendalam. Ini mencakup daya tarik bisnis, penawaran unik, target pasar, dan nilai perusahaan, membantu calon investor memahami proyek dengan lebih baik.

4. Untuk Mengembangkan Dana

Crowdfunding memungkinkan individu, bisnis, atau proyek mengumpulkan dana dari sejumlah orang melalui platform online, memberikan peluang kepada mereka yang membutuhkan modal untuk mengembangkan ide bisnis atau proyek mereka.

5. Dapat Menentukan Sistem Pendanaan untuk Bisnis

Crowdfunding memungkinkan pemilik bisnis memilih sistem pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, apakah melalui penjualan saham (equity crowdfunding), pinjaman dengan bunga (debt crowdfunding), atau pendanaan melalui hadiah atau produk (reward crowdfunding). Pemilik bisnis memiliki kontrol atas jenis pendanaan yang mereka pilih.

  1. Bisnis Bisa Lebih Cepat Diterima oleh Target Pasar

Melalui platform penggalangan dana, bisnis atau proyek dapat mencapai audiens yang lebih luas dengan lebih cepat. Dengan menyajikan ide atau produk secara menarik, mereka dapat mendapatkan dukungan dan pembeli potensial dari target pasar mereka secara efisien.

Kelebihan dan Kekurangan Crowdfunding adalah

Mengetahui kelebihan dan kekurangan penggalangan dana sangat penting bagi semua pihak yang terlibat, termasuk pengusaha yang mencari pendanaan dan investor yang berencana berinvestasi. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan penggalangan dana yang perlu diperhatikan:

  1. Kelebihan Crowdfunding
  • Aksesibilitas secara Online

Crowdfunding memungkinkan pendanaan bisnis secara fleksibel melalui platform online. Calon investor dapat dengan mudah mengajukan dana melalui situs penggalangan dana, menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

  • Memikat Potensial Investor

Crowdfunding memberikan peluang lebih besar untuk bertemu dengan investor yang sesuai. Semakin unik dan menarik ide bisnis yang diajukan, semakin banyak orang yang bersedia berinvestasi. Calon investor dapat dengan mudah memahami bisnis melalui platform penggalangan dana, membuka peluang untuk mendapatkan dukungan finansial.

  • Suku Bunga Kompetitif

Crowdfunding menawarkan suku bunga yang kompetitif bagi pelaku bisnis. Berbeda dengan lembaga keuangan tradisional, penggalangan dana menetapkan suku bunga flat, biasanya antara 6,48% hingga 17% per tahun. Ini memberikan fleksibilitas dan kejelasan bagi pemilik bisnis.

  1. Kekurangan Crowdfunding
  • Skalabilitas Terbatas

Crowdfunding umumnya hanya menghasilkan satu putaran pendanaan. Oleh karena itu, perencanaan bisnis yang cermat sangat diperlukan, termasuk perhitungan kebutuhan dana setelah mencapai tujuan awal. Pengusaha harus mempertimbangkan dengan matang bagaimana bisnis akan berkembang setelah fase pendanaan ini selesai.

  • Proyek tidak Fleksibel

Setelah syarat dan ketentuan disepakati, sulit untuk membuat perubahan besar. Perubahan signifikan biasanya memerlukan persetujuan investor dan dapat berdampak pada jalannya bisnis serta kepentingan investor. Oleh karena itu, rancangan bisnis yang realistis dan perencanaan yang matang sangat penting untuk menghindari kerugian yang tidak diinginkan.

Jenis-jenis Crowdfunding dan Perbedaannya adalah

Mengenal jenis-jenis penggalangan dana serta perbedaannya memiliki signifikansi penting, karena setiap jenis penggalangan dana menawarkan manfaat dan risiko yang berbeda. Pemahaman mendalam tentang perbedaan ini dapat membantu pengusaha memilih model crowdfunding yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan memungkinkan investor memahami jenis proyek atau bisnis yang mereka investasikan. Berikut adalah jenis-jenis crowdfunding dan perbedaannya:

  1. Donation Crowdfunding

Donation Crowdfunding adalah jenis penggalangan dana yang menghimpun dana melalui donasi. Biasanya diterapkan untuk tujuan sosial seperti bencana alam, panti sosial, atau membantu masyarakat yang membutuhkan. Apabila digunakan untuk bisnis, penting untuk memastikan bahwa bisnis tersebut memiliki relevansi dengan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat mendorong orang untuk memberikan donasi guna mendukung perkembangan bisnis tersebut.

  1. Reward Crowdfunding

Reward Crowdfunding merupakan bentuk pendanaan di mana hadiah digunakan untuk menarik investor. Meskipun serupa dengan Equity Crowdfunding, perbedaannya terletak pada jenis imbalan yang diberikan. Investor menerima reward dalam bentuk penawaran, seperti diskon, keanggotaan eksklusif, uji coba gratis, dan sebagainya. Keberadaan reward ini membantu investor merasa terlibat dalam tahap pengembangan awal bisnis.

  1. Debt Crowdfunding

Debt Crowdfunding adalah jenis crowdfunding yang mirip dengan peminjaman uang. Prosesnya melibatkan pinjaman uang yang kemudian dapat dikembalikan dengan insentif. Secara garis besar, debt crowdfunding serupa dengan Peer-to-Peer atau P2P Lending, namun perbedaannya terletak pada pengumpulan dana melalui donasi yang melibatkan pemilik bisnis, pemberi dana, dan platform penyedia.

Baca juga: Berita Fintech Hari Ini: Crowdfunding Salurkan Milliaran UMKM Bali

crowdfunding adalah

  1. Equity Crowdfunding

Equity Crowdfunding (ECF) adalah bentuk pendanaan di mana pemilik bisnis menawarkan saham perusahaan kepada investor. Model ini cocok untuk mengumpulkan dana dalam jumlah besar. Dalam sistem ECF, pemilik bisnis menawarkan saham perusahaan dengan target dana tertentu dalam jangka waktu yang ditentukan kepada investor melalui platform yang digunakan. Dana akan tercatat apakah sudah mencapai target atau belum sesuai dengan ketentuan platform tersebut. Laba bisnis kemudian akan dibagi sesuai dengan porsi dana yang telah diberikan oleh investor.

Risiko Crowdfunding adalah

Memahami risiko crowdfunding sangat penting untuk para pengusaha dan investor guna membuat keputusan yang bijak serta mengelola ekspektasi dengan realistis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa risiko crowdfunding perlu dipahami:

  1. Ide Bisnis Rentan Dicuri

Dalam proses crowdfunding, detail ide bisnis harus dijelaskan kepada publik untuk menunjukkan keunikan dan perbedaannya. Namun, informasi ini tidak hanya terlihat oleh calon investor, tetapi juga pesaing yang dapat memonitor pendanaan di platform crowdfunding. 

Dalam situasi terburuk, pesaing dengan sumber daya yang cukup dapat mengembangkan bisnis serupa dengan ide tersebut, bahkan lebih cepat, terutama jika upaya penggalangan dana tidak mencapai hasil yang diharapkan. Untuk mengatasi risiko ini, perlindungan hak cipta produk sebelumnya sangat disarankan.

  1. Keamanan Platform

Keamanan platform crowdfunding harus dipastikan sebelum memulai kampanye. Semua data bisnis dan investor akan disimpan di platform tersebut. Platform yang tidak memiliki tingkat keamanan yang memadai dapat menjadi sasaran kejahatan digital.

Pilih platform yang terverifikasi dan telah mematuhi standar keamanan digital yang ketat, seperti GandengTangan, Akseleran, KickStarter, Indiegogo, dan Fundable.

  1. Tidak Mencapai Target Dana

Keberhasilan crowdfunding sangat bergantung pada dukungan investor. Meskipun informasi yang disajikan menarik, tidak semua upaya penggalangan dana akan mencapai targetnya. Menurut riset Statista (Juli 2021), hanya sekitar 38,92% kampanye di Kickstarter yang berhasil mengumpulkan dana. 

Risiko besar timbul jika target pendanaan tidak tercapai, dapat mengakibatkan penundaan atau bahkan terhentinya proses produksi, meningkatkan risiko kegagalan bisnis.

Apa Itu IDO (Initial Dex Offering) dalam Kripto dan Hubungannya dengan Crowdfunding

IDO (Initial Dex Offering) adalah metode pendanaan inovatif dalam ekosistem kripto yang terkait dengan penawaran awal token kripto melalui platform pertukaran terdesentralisasi (DEX). Dengan istilahnya, IDO merupakan cara bagi proyek kripto untuk mengeluarkan token mereka melalui pertukaran yang tidak bergantung pada otoritas pusat.

Melalui IDO, investor dapat mengunci dana mereka dalam smart contract tepat sebelum proyek meluncurkan token asli mereka. Pada saat token proyek diluncurkan, investor secara otomatis menerima token baru sebagai imbalan atas kontribusi dana mereka, yang kemudian ditransfer ke proyek saat penciptaan token.

Banyak proyek telah mencapai kesuksesan luar biasa dengan memanfaatkan model IDO ini. Sebagai contoh, Battle Infinity berhasil mencatatkan kenaikan harga sebesar 700% dari harga presale melalui IDO-nya. 

Informasi mengenai IDO yang akan datang dapat ditemukan di CoinMarketCap, yang juga menyediakan daftar lengkap token yang sedang ditawarkan serta yang sudah direncanakan. CoinGecko juga secara rutin memperbarui daftar platform peluncuran (launchpad) yang populer.

Penting untuk dicatat bahwa sementara IDO memiliki prinsip dasar yang mirip dengan crowdfunding, yaitu memungkinkan proyek kripto baru mendapatkan dana dari investor dengan memberikan token baru sebagai imbalan, metode ini memiliki perbedaan signifikan dengan pendanaan tradisional dan penawaran Initial Coin Offering (ICO). 

IDO menggunakan pertukaran terdesentralisasi (DEX), memungkinkan transaksi langsung antara pembeli dan penjual tanpa perlu perantara pusat.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Securities Crowdfunding Dukung Kemudahan Akses Permodalan bagi UKM

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE