25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

DANADIDIK RAIH PENDANAAN UNTUK DORONG OPERASIONAL BISNIS

duniafintech.com – Sejumlah platform crowdfunding yang ditujukan untuk sarana pengumpulan dana sudah cukup banyak dijumpai, baik tingkat nasional atau internasional. Di level internasional, Kickstarter, Indiegogo, ataupun Launchgood merupakan layanan yang kerap digunakan. Di Indonesia, DANAdidik menjadi salah satu penyedia platform crowdfunding khusus di ranah pendidikan.

Belum lama ini, DANAdidik mengumumkan telah memperoleh pendanaan tahap awal atau seed funding dari Garden Impact Investments Pte Ltd (GII). Namun, DANAdidik tidak menginformasikan terkait seberapa besar dana yang didapatkan.

Pendanaan yang diperoleh DANAdidik ini akan digunakan untuk meningkatkan operasional bisnis secara umum.

Kami percaya betul bahwa kualitas pendidikan akan berdampak bagi ekonomi Indonesia. Dengan investasi ini, kami ingin memberikan dampak untuk mahasiswa yang kurang mampu. Kami ingin mengundang banyak korporasi dan rekanan lainnya untuk membantu para mahasiswa melalui platform DANAdidik,” ujar Co-founder dan CEO DANAdidik Dipo Satria.

Secara model bisnis, mahasiswa dapat mengajukan pinjaman maksimal Rp10 juta pada 12–18 bulan sebelum masa kelulusan. Apabila sebelum masa kelulusan dan/atau belum berpenghasilan mahasiswa sudah mampu mengembalikan pinjaman, mereka dapat keringanan bunga 0%.

Sementara, untuk yang sudah berpenghasilan skema yang dianut adalah bagi hasil dengan kisaran antara 10%–30% tergantung besaran pendapatan mahasiswa nantinya. Adapun tenornya, minimal 30 bulan setelah dihitung lulus kuliah.

DANAdidik sendiri merupakan salah satu startup binaan program akselerasi Plug and Play Indonesia. Dilansir dari situsnya, DANAdidik menawarkan kepada masyarakat luas yang mau mendanai mahasiswa mulai dengan Rp50 ribu. Bagi hasil dari pendapatan nanti akan diberikan sesuai kesepakatan. Dengan kata lain, dana bisa dikembalikan ke sponsor (pemberi dana/pinjaman). Sponsor juga bisa memilih opsi agar dananya didonasikan; pengembalian akan diputarkan lagi kepada mahasiswa lainnya secara otomatis.

Dengan konsep seperti ini, mau tidak mau pelajar dipaksa untuk aktif menyebarkan kampanye mereka. Sedangkan DANAdidik hanya berperan sebagai perantara antara pelajar yang ingin mencari pinjaman dengan para sponsor yang tertarik memberi pinjaman.

DANAdidik mencoba menyelesaikan permasalahan pembiayaan studi lanjut (kuliah) yang sering dialami masyarakat Indonesia. Melalui platform-nya, mahasiswa dapat terlebih dulu meminjam uang untuk pembiayaan kuliah. Lalu, mengembalikan sebelum atau setelah ia lulus. Saat masih belum bekerja, penerima dana tidak diwajibkan mencicil pinjaman. Baru setelah mereka memperoleh pekerjaan, ada biaya bagi hasil yang harus mereka berikan.

Startup ini pun memberikan jaminan kalau dana yang berhasil terkumpul pada layanannya bisa sampai pada pihak yang tepat. DANAdidik akan melakukan proses verifikasi, baik pengecekan data pribadi, di tingkat kampus serta keluarga. Selain itu, mahasiswa yang turut serta dalam program ini haruslah mahasiswa tingkat akhir, baik mahasiswa D1, D2, D3, ataupun S1.

Dalam situsnya, DANAdidik pun mengungkapkan kalau beragam mahasiswa telah berhasil mereka danai, baik mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas swasta atau perguruan tinggi negeri. Dengan memperoleh pendidikan yang layak, DANAdidik pun berharap agar mahasiswa tersebut bisa membawa keluarganya memperoleh kondisi ekonomi yang lebih baik. Tidak lagi berada di bawah garis kemiskinan.

Saat ini, layanan DANAdidik sudah terdaftar di OJK. DANAdidik mengklaim pihaknya telah menerima lebih dari lima ribu aplikasi yang masuk dari berbagai lokasi di Kalimantan, Bali, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Bangka Belitung.

Source: danadidik.com

 Written by: Sebastian Atmodjo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...
LANGUAGE