32.1 C
Jakarta
Jumat, 2 Desember, 2022

DEBUT IBM PADA PEMBAYARAN LINTAS BATAS

duniafintech.com – IBM, perusahaan teknologi informasi terbesat di dunia pada Senin kemarin memperkenalkan jaringan Blockchain untuk pembayaran internasional pertama dan sejenisnya.

Hal ini menandai pada tahap berikutnya dalam evolusi perusahaan Blockchain menjadi kenyataan,” tegas Jesse Lund, VP development IBM pasar global blockchain.

Ini menjadi suatu pergeseran paradigma yang terjadi. Apa yang dipikirkan orang mengenai mata uang digital menggoda kita kepada skala usaha dan berlanjut menjadi sebuah kenyataan.

Saat ini, pembayaran lintas batas yang melibatkan mata uang yang berbeda dapat memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu, dan itupun memerlukan beberapa perantara. Sebaliknya, jaringan teknologi IBM Blockchain ini bisa memfungsikan kliring dan penyelesaian transaksi dalam satu jaringan secara real time.

Memfasilitasi transaksi moneter dalam 12 koridor di seluruh Kepulauan Pasifik, Australia, Selandia Baru dan Inggris. Sementara sistem network system mendukung transaksi secara real,

Karenanya saat ini sedang terjadi pada lingkungan yang sangat terkendali,” sambung Lund. IBM tidak bekerja sendiri, namun dirinya akan bekerja dengan salah satu mitra-mitranya, seperti perusahaan jasa keuangan regional KlickEx Group, guna mengevaluasi karakteristik dan ‘skalabilitas jaringan dan meningkatkan volume.

Ini adalah pertama kalinya, kita menggunakan blockchain pada skala kelembagaan yang layak,” ucap Robert Bell, pendiri KlickEx Group, dalam sebuah pernyataan.

Untuk meluncurkan jaringan, IBM bermitra dengan KlickEx Group, juga dengan Stellar.org, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung open source blockchain jaringan untuk jasa keuangan. IBM menyediakan performa yang tinggi untuk mentransfer pembayaran. Setiap pembayaran tetap ada record-nya dan instruksi penyelesaian disediakan melalui kontrak smart Hyperledger. Pada awalnya, stellar akan menyediakan jaringan untuk memfasilitasi penyelesaian transaksi yang dibersihkan pada Hyperledger.

Ditambahkan Lund, jaringan yang diluncurkan di wilayah Pasifik karena volume pembayaran yang relatif rendah, dimana dengan risiko yang sedikit.

Pada peluncuran awal IBM dan mitranya akan memberikan cara untuk mengembangkan model komersial dan pemerintahan yang mempertimbangkan keprihatinan pada peraturan industri perbankan.

IBM bekerja dengan regulator dan promontory milik IBM, dan juga tentunya dapat memperluas jaringan. IBM juga telah mengadakan kelompok pertama terkemuka lembaga untuk memberi nasihat tentang bagaimana membawa jaringan ke dalam yurisdiksi baru perbankan.

Seperti perusahaan-perusahaan National Australia Bank, Rizal Commercial Banking Corp (RCBC) Filipina, Sumitomo Mitsui Financial Group, TD Bank dan Wizdraw (HK) WorldCom finance.

Apa yang Anda lihat adalah penanda dalam evolusi teknologi blockchain, perusahaan menjadi layak dan diterima dalam pembentukan perbankan global, dan itu adalah sebuah big deal,” tambah Lund.

Sementara sejumlah faktor dapat mempengaruhi adopsi teknologi blockchain dalam sektor perbankan, Lund meramalkan pergeseran drastis dalam membangun infrastruktur pembayaran dalam lima tahun ke depan.

Secara keseluruhan Anda akan melihat sebuah gelombang baru dengan solusi pembayaran internasional yang datang ke pasar,” tutupnya.

Source: zdnet

Writter: Romy Syawal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Kripto Hari Ini: Sepanjang 2022, Penipuan Kripto di Inggris Mencapai Rp4,1 T

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait penipuan cryptocurrency di Inggris sepanjang 2022 menurut data Action Fraud.  Berdasarkan data dari unit polisi Inggris itu,...

Berita Bitcoin Hari Ini: Lagi Loyo! Cek Harga Bitcoin Cs di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya pada perdagangan Jumat (2/12). Adapun mayoritas kripto jajaran teratas terpantau...

Berita Fintech Indonesia: Open Finance akan Jadi Masa Depan Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini mengulas soal open finance dan masa depan financial technology (fintech). Seperti diketahui, transformasi digital yang berjalan kian...

Cek Resi Standard Express Shopee dari Korea, Begini Caranya

JAKARTA, duniafintech.com – Cek resi Standard Express Shopee dari Korea sangat penting diketahui dan dipahami oleh para pengguna Shopee. Sebagai informasi, Standard Express merupakan layanan...

Cara Investasi Emas di Shopee Plus Kelebihan & Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas di Shopee bisa menjadi salah satu investasi jangka panjang yang mudah, praktis, dan aman. Saat ini di Shopee memang...
LANGUAGE