26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Danamas Raih Investasi dari Itochu

duniafintech.com – Perusahaan Jepang, Itochu, akan menginvestasikan uang sebesar US$50 juta (sekitar Rp670 miliar) ke platform peer-to-peer (P2P) lending  PT Pasar Dana Pinjaman atau PDP produk Danamas yang berada dibawah naungan Sinarmas Financial Service.

Proyeksi investasi ini, dirasa dapat membantu perekonomian masyarakat kelas menengah kebawah di Asia Tenggara melalui layanan kredit generasi baru.

Diperkirakan Itochu, perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur ini akan memiliki 30% saham dari PDP yang dikenal lewat produk Danamas tersebut setelah selesai musim panas. Di samping itu, Itochu juga akan memberi dukungan seperti pengetahuan dan personel ahli untuk meluncurkan platform P2P lending berbasis aplikasi mobile pada tahun 2018.

Diketahui, Danamas merupakan salah satu dari sekian perusahaan penyedia layanan P2P lending yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski kancah Danamas relatif kurang terdengar oleh masyarakat dibanding penyedia layanan sejenis lainnya, namun status perizinan OJK sendiri telah mereka dapat semenjak 3 Februari 2017. Dengan demikian, Danamas merupakan salah satu perusahaan P2P lending yang pertama terdaftar di OJK selain koinworks.

Menurut Nikkei Asian Review, layanan uang elektronik gaya baru yang diarahkan ke unbanked semakin meningkat seiring dengan berkembangnya smartphone. Dengan begitu, Itochu memperkirakan bahwa pinjaman peer-to-peer yang luar biasa bisa meningkat menjadi sekitar $9 miliar dalam beberapa tahun dari sekitar $18 juta sampai $27 juta sekarang.

Selama dua tahun terakhir, layanan P2P Lending Danamas dikabarkan telah membukukan transaksi sekitar US$7 juta (Rp93 miliar). Menurut Nikkei, dengan suntikan modal dari Itochu, Danamas menargetkan transaksi hingga US$3,6 miliar (atau Rp48 triliun) dalam beberapa tahun ke depan.

Dikutip dari okezone, pihak OJK sendiri juga mendorong pengembangan likuiditas fintech melalui keberadaan suntikan dana dari luar, negeri. Meski OJK mengizinkan pihak asing untuk berpartisipasi sebagai pemberi pinjaman namun mereka tidak diperbolehkan untuk mendaftar sebagai penerima pinjaman. Aturan inilah yang menjadi dasar Itochu masuk ke dalam ranah P2P lending terlibat Indonesia.

Selain di Indonesia, Perusahaan manufaktur Jepang ini juga dalam bisnis pembiayaan konsumen di Thailand dan Hong Kong dengan perusahaan kredit Jepang Acom dan mitra lainnya. Operasi keuangan luar negeri Itochu menghasilkan beberapa miliar yen (1 miliar yen sama dengan $ 8,9 juta) dalam laba bersih tahunan untuk kelompok yang berbasis di Tokyo.

Sourcenikkei.com 

Writen by : Andriani Supri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE