26.9 C
Jakarta
Selasa, 18 Januari, 2022

Deutsche Bank Bergabung dengan Jaringan Blockchain JPMorgan

duniafintech.com – Deutsche Bank, Bank terbesar Jerman, resmi bergabung dengan jaringan berbasis blockchain JPMorgan, Interbank Information Network (IIN). Diluncurkan sebagai pilot program pada tahun 2017, inisiatif blockchain yang dipimpin JPMorgan ini tercatat memiliki jaringan 320 bank. Financial Times melaporkan bank-bank tersebut telah memasuki platform untuk menukar data pembayaran global menggunakan jaringan Ethereum.

Baca juga: Eropa Tolak Pengembangan Mata Uang Digital Libra

Menurut Ole Matthiessen, Kepala Manajemen Kas Global Deutsche Bank, IIN akan memungkinkan Deutsche Bank untuk menawarkan layanan klien yang lebih baik. Matthiessen menjelaskan bahwa bank mengharapkan IIN untuk mengurangi biaya pemrosesan pembayaran yang sulit.

Takis Georgakopoulos, Kepala Pembayaran di JPMorgan, menyatakan harapan dengan bergabungnya Deutsche Bank akan menjadi pemicu untuk bank besar lainnya agar turut bergabung dengan IIN. Dilaporkan, Deutsche Bank adalah pembayaran denominasi euro terbesar di dunia.

Target 400 Anggota pada Akhir Tahun 
Jaringan IIN didasarkan pada platform Quorum yang dikembangkan JPMorgan dan ditujukan untuk mengatasi tantangan utama berbagi informasi antara bank dan mempercepat transaksi kepada penerima. Quorum didasarkan pada blockchain Ethereum, yang baru-baru ini dilaporkan oleh co-founder Vitalik Buterin hampir penuh karena merupakan jaringan blockchain publik yang paling populer untuk aplikasi yang didesentralisasi.

Baca juga: Perancis Meminta Adanya Regulasi Kripto untuk Seluruh Uni Eropa

Menurut Georgakopoulos, JPMorgan menargetkan untuk mencapai 400 perjanjian dengan bank pada akhir 2019. Pihaknya juga berharap dapat segera mengumumkan bank-bank besar lainnya.

Bulan Juni lalu sebuah laporan menyebut JPMorgan tengah berharap dapat memiliki mata uang kripto sendiri, JPM Coin, pada akhir tahun 2019. Baru-baru ini, CEO JPMorgan Jamie Dimon mendukung proyek kripto yang banyak dibahas, Libra, mengklaim bahwa stablecoin tidak menimbulkan ancaman bagi bank dalam jangka pendek.

Sementara itu, Deutsche Bank merupakan salah satu dari 26 bank sentral global yang dijadwalkan akan bertemu dengan para pendiri Libra di Swiss untuk membahas risiko stabilitas keuangan.

-Karin Hidayat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ingin Mendapatkan Kartu GPN di Berbagai Bank? Simak Caranya Berikut Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu GPN adalah salah satu jenis kartu debit atau yang biasa dikenal dengan kartu ATM. Sebagaimana diketahui, kartu ATM akan memberikan...

Ulasan Lengkap soal e-Money Mandiri: Cara Buat hingga Panduan Top Up

JAKARTA, duniafintech.com – E-money Mandiri adalah uang elektronik yang banyak digunakan oleh orang-orang lantaran kemudahan dalam penggunaannya. Diterbitkan oleh Bank Mandiri, uang elektronik yang...

Besaran Gaji Tukang Parkir Pesawat dan Biaya Pendidikannya

JAKARTA, duniafintech.com - Gaji tukang parkir pesawat atau marshaller dengan tanggung jawabnya memarkirkan pesawat terbang yang berukuran besar ternyata memiliki gaji yang menjanjikan.  Mungkin saja...

Mau Side Job? Ini 7 Situs Penghasil Uang Terpercaya 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Situs penghasil uang terpercaya 2022 sekarang ini sudah banyak beredar di internet yang bisa diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Akan...

Alasan Penting Menyimpan Slip Gaji bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Alasan menyimpan slip gaji bagi semua karyawan di perusahaan manapun tentu saja sangat penting. Menerima gaji adalah sebuah tujuan utama bagi...
LANGUAGE