25.6 C
Jakarta
Selasa, 4 Oktober, 2022

Deutsche Bank Bergabung dengan Jaringan Blockchain JPMorgan

duniafintech.com – Deutsche Bank, Bank terbesar Jerman, resmi bergabung dengan jaringan berbasis blockchain JPMorgan, Interbank Information Network (IIN). Diluncurkan sebagai pilot program pada tahun 2017, inisiatif blockchain yang dipimpin JPMorgan ini tercatat memiliki jaringan 320 bank. Financial Times melaporkan bank-bank tersebut telah memasuki platform untuk menukar data pembayaran global menggunakan jaringan Ethereum.

Baca juga: Eropa Tolak Pengembangan Mata Uang Digital Libra

Menurut Ole Matthiessen, Kepala Manajemen Kas Global Deutsche Bank, IIN akan memungkinkan Deutsche Bank untuk menawarkan layanan klien yang lebih baik. Matthiessen menjelaskan bahwa bank mengharapkan IIN untuk mengurangi biaya pemrosesan pembayaran yang sulit.

Takis Georgakopoulos, Kepala Pembayaran di JPMorgan, menyatakan harapan dengan bergabungnya Deutsche Bank akan menjadi pemicu untuk bank besar lainnya agar turut bergabung dengan IIN. Dilaporkan, Deutsche Bank adalah pembayaran denominasi euro terbesar di dunia.

Target 400 Anggota pada Akhir Tahun 
Jaringan IIN didasarkan pada platform Quorum yang dikembangkan JPMorgan dan ditujukan untuk mengatasi tantangan utama berbagi informasi antara bank dan mempercepat transaksi kepada penerima. Quorum didasarkan pada blockchain Ethereum, yang baru-baru ini dilaporkan oleh co-founder Vitalik Buterin hampir penuh karena merupakan jaringan blockchain publik yang paling populer untuk aplikasi yang didesentralisasi.

Baca juga: Perancis Meminta Adanya Regulasi Kripto untuk Seluruh Uni Eropa

Menurut Georgakopoulos, JPMorgan menargetkan untuk mencapai 400 perjanjian dengan bank pada akhir 2019. Pihaknya juga berharap dapat segera mengumumkan bank-bank besar lainnya.

Bulan Juni lalu sebuah laporan menyebut JPMorgan tengah berharap dapat memiliki mata uang kripto sendiri, JPM Coin, pada akhir tahun 2019. Baru-baru ini, CEO JPMorgan Jamie Dimon mendukung proyek kripto yang banyak dibahas, Libra, mengklaim bahwa stablecoin tidak menimbulkan ancaman bagi bank dalam jangka pendek.

Sementara itu, Deutsche Bank merupakan salah satu dari 26 bank sentral global yang dijadwalkan akan bertemu dengan para pendiri Libra di Swiss untuk membahas risiko stabilitas keuangan.

-Karin Hidayat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Blibli.com Kembali Ajukan Rencana IPO di Tahun Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali buka suara terkait rencana Blibli.com untuk IPO/Initial Public Offering tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK...

Bulog Endus Perusahaan Swasta Rusak Harga Beras di Pasar

JAKARTA, duniafintech.com - Perum Bulog/Badan Urusan Logistik mengendus adanya permainan perusahaan swasta yang menyebabkan harga beras melonjak. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan perusahaan...

BSU Tahap 4 Sudah Cair, Begini Cara Cek Status Pencairannya

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah memastikan program bantuan subsidi upah (BSU) tahap 4 akan diberikan kepada para pekerja atau buruh. Bantuan sebesar Rp600.000 ini akan sampai...

Cara Tarik Tunai GoPay di Alfamart, ATM BCA, & Bank Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara tarik tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart berikut ini tentu sangat penting diketahui. Seperti diketahui juga, GoPay merupakan...

Cara Menabung di Bank Mandiri lewat ATM dan Teller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menabung di Bank Mandiri pada ulasan berikut ini sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Mandiri. Seperti diketahui bersama, Bank Mandiri...
LANGUAGE