29.3 C
Jakarta
Kamis, 30 Juni, 2022

DI THE KNOX GROUP OF COMPANIES BISA BELI APARTEMEN PAKAI BITCOIN

duniafintech.com –  Setelah apartment The Collective di London menerima pembayaran deposit dengan Bitcoin, The Knox Group of Companies juga mengambil langkah serupa untuk pembelian properti mereka. Dengan demikian transaksi pembelian properti dengan Bitcoin bukan lagi hal yang tabu untuk dilakukan.

Dilansir dari finance.yahoo.com, The Knox Group yang bermarkas di Isle of Man ini mengumumkan bahwa pada hari Selasa akan meluncurkan pengembangan properti residensial dan komersial di Dubai senilai 250 juta pound atau setara $ 325 juta, di mana para investor properti bisa membeli tempat tinggal tersebut dengan Bitcoin.

Properti seluas 2,4 juta kaki persegi (22,3 hektar) dalam proyek Aston Plaza and Residences, terdiri dari hunian apartemen dan pusat perbelanjaan, menjadi pengembangan real estate pertama yang akan menerima Bitcoin sebagai pembayaran pembelian properti. Seluruh proyek ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2019.

Ini kesempatan besar bagi komunitas mata uang kripto untuk melepaskan beberapa keuntungan yang signifikan, terutama para pengadopsi awal, dan benar-benar menerapkannya pada aset inti yang saya bangun,” kata Chairman The Knox Grou Doug Barrowman dalam wawancaranya dengan Reuters, Selasa (5/9).

Barrowman, yang berasal dari Skotlandia, pada tahun 2008 mendirikan Knox, yang bergerak dalam bidang ekuitas pribadi, pengelolaan properti dan kekayaan. Perusahaan ini mengelola aset 1,5 miliar pound.

Di proyek Dubai, Barrowman berkolaborasi dengan Baroness Michelle Mone, anggota House of Lords dan juga pendiri perusahaan pakaian dalam, Ultimo. Mone mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa perusahaan desain interiornya nanti yang akan melakukan desain interior apartemen Aston Plaza and Residences.

Untuk mempermudah transaksi, platform pembayaran Bitcoin BitPay akan memproses transaksi Bitcoin. Perusahaan ini telah menyediakan alat pembayaran Bitcoin untuk perusahaan besar seperti Microsoft dan perusahan penerbangan luar angkasa milik pengusaha Richard Branson, Virgin Galactic.

Pemakaian bitcoin dalam transaksi properi ini akan semakin mendorong penggunaan bitcoin dalam transaksi pembayaran. Barrowman juga mengatakan bahwa paket untuk jasa desain interior dan furnitur juga bisa dibeli dengan Bitcoin.

Apartemen satu kamar tidur bisa dibeli denga harga senilai 54 Bitcoin, atau $ 250.000, kata Barrowman, sementara dua kamar tidur dapat dibeli seharga 80 Bitcoin, atau $ 380.000. Apartemen ini akan ditawarkan dengan diskon 15-20 persen, kata Barrowman. Akan ada 1.133 apartemen, dan 480 telah terjual dalam mata uang tradisional dan sisanya akan dialokasikan untuk pemegang Bitcoin, kata Baroness Mone.

Barrowman mengatakan popularitas penawaran perdana koin digital (ICOs) saat ini, yang merupakan metode penggalangan dana berbasis teknologi token, menunjukkan bahwa ada permintaan yang besar dari investor uang kripto untuk mendiversifikasi aset mereka.

Source : finance.yahoo.com

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...

Kemenko Marves Sebut Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi...

Memalukan! Karyawan Terraform Labs Masuk Daftar Larangan Terbang oleh Pemerintah Korsel

JAKARTA, duniafintech.com - Beberapa karyawan Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), perusahaan di belakang stablecoin Terra USD, yang runtuh bulan lalu dan...
LANGUAGE