26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Digital Exchanger Baru untuk Startup Finance Syariah

duniafintech.com – Sebuah platform digital exchanger baru akan dibuka untuk menarik listing dari perusahaan teknologi finansial berbasis syariah. Berita ini disampaikan langsung oleh chief eksekutif perusahaan pada Senin lalu seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang ingin memodernisasi keuangan Islam.

Perusahaan  digital exchanger yang dikenal dengan nama Huulk ini telah memiliki lisensi pertukaran aset digital di Malta dan berharap bisa bekerja sama dengan beberapa bursa di Eropa dalam beberapa minggu mendatang. Keinginan ini disampaikan oleh chief eksekutif Huulk Ibrahim Muhammed dalam sebuah wawancara via telepon di Dubai.

Baca juga: Donor Darah Bersama Indodax dan Doktersehat!

Ini akan memungkinkan platform digital exchanger baru ini sebagai bagian dari grup perusahaan OneGram, untuk menjadi tuan rumah perdagangan aset digital serta saham dan komoditas. Bianchi Holdings Limited dari Malta akan menjadi mitra ekuitas di bursa, kata Mohammed.

Perusahaan Cryptocurrency semakin banyak yang mencoba bekerja sama dengan digital exchanger baru tradisional demi menarik lebih banyak bisnis, tetapi Huulk juga mencoba memanfaatkan investor Muslim yang sensitif terhadap agama sebagai target marketnya.

Mengincar Fintech Islam Sebagai Target Pasar

Pertukaran ini menurut Mohammed bertujuan untuk membuat daftar sekitar 20 perusahaan fintech Islam, beberapa di antaranya beroperasi di negara-negara mayoritas Muslim seperti Turki dan Malaysia.

OneGram juga berencana untuk memasukkan cryptocurrency yang sesuai syariah ke dalam bursa mulai pertengahan September. OneGram telah menjual sekitar $ 400 juta dalam token yang didukung emas selama setahun terakhir.

Baca juga: Indonesia Fintech Show Event 2018

Beberapa perusahaan teknologi keuangan, atau fintech, telah mengembangkan produk yang sesuai syariah untuk membantu memperluas jejak mereka untuk memasukkan pasar pertumbuhan di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Tahun lalu, Wahed Invest yang berbasis di New York meluncurkan penasihat robo yang mematuhi syariah dan pada bulan Juli, Stellar yang berbasis di California menerima sertifikasi dari para ulama Islam untuk platform blockchain dan cryptocurrency terkait.

Source: reuters.com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...

Cara Cek Tagihan Kartu Kredit BCA dengan 6 Metode Termudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek tagihan kartu kredit BCA dengan beberapa metode termudah berikut ini tentunya penting untuk diketahui. Di samping kartu debit, Bank BCA...
LANGUAGE