29.5 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

Digitalisasi UMKM Berpeluang Atasi PDB Indonesia Hingga Rp2.433 T di Tahun 2024

DuniaFintech.com – Digitalisasi UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di Indonesia berpeluang bisa meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 160-164 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.433 Triliun pada tahun 2024, serta berkontribusi pada pemulihan ekonomi pasca COVID-19.

Studi ini merupakan temuan dari riset Asia Pacific SMB Digital Maturity Study tahun 2020, yang dibuat berdasarkan hasil survei UKM dari seluruh kawasan Asia Pasifik oleh International Data Corporation (IDC) sesuai komisi Cisco.

Managing Director Cisco Indonesia Marina Kacaribu mengatakan, pendapatan akan jauh lebih meningkat apabila kita mengerti digitalisasi UMKM. Peningkatannya bisa lebih tinggi lagi, apabila pelaku usaha mahir menggunakan berbagai platform digital dalam memasarkan produk.

Hasil survei menunjukkan bahwa UMKM yang lebih matang secara digital bisa menikmati keuntungan lebih tinggi, dalam hal pendapatan dan produktivitas, dibanding UMKM yang mengabaikan digitalisasi.

Studi yang berdasarkan survei primer pada UKM ini menunjukkan bahwa 82 persen UKM di Indonesia memiliki keinginan bertransformasi secara digital agar bisa menghadirkan produk dan layanan baru ke pasar. Angka ini merupakan lompatan kenaikan besar dibandingkan tahun lalu, di mana hanya 41 persen UKM yang menyampaikan keinginan yang sama.

Selain itu, 59 persen mengakui bahwa persaingan saat ini sedang berubah dan mereka harus mengimbanginya. Sedangkan 38 persen lainnya mengatakan bahwa mereka bertransformasi karena ada permintaan dari pelanggan.

Baca Juga:

UKM adalah bagian penting dari perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), UMKM menyumbang 57,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia secara keseluruhan. Kementerian juga telah menetapkan target 10 juta UKM merambah ke digital pada tahun 2020.

AVP Head Digital Transformation & SMB research di IDC, Daniel-Zoe Jimenez mengatakan, “setidaknya, ada tiga investasi teknologi yang menjadi prioritas digitalisasi UMKM. Pertama, 20% UMKM memilih berinvestasi di teknologi komputasi awan (cloud computing). Kedua, 18% pelaku usaha berfokus pada keamanan siber. Terakhir, 13% berinvestasi pada perangkat lunak (software).”

Zoe menambahkan, disamping itu semua, layanan cloud dan keamanan siber perlu ditingkatkan terlebih dahulu. Selain itu, UMKM juga perlu memberi perhatian lebih pada pengalaman pelanggan, konferensi video, dan solusi kemampuan analisis.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE