25.2 C
Jakarta
Senin, 26 Oktober, 2020

Digitalisasi UMKM Berpeluang Atasi PDB Indonesia Hingga Rp2.433 T di Tahun 2024

DuniaFintech.com – Digitalisasi UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di Indonesia berpeluang bisa meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 160-164 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.433 Triliun pada tahun 2024, serta berkontribusi pada pemulihan ekonomi pasca COVID-19.

Studi ini merupakan temuan dari riset Asia Pacific SMB Digital Maturity Study tahun 2020, yang dibuat berdasarkan hasil survei UKM dari seluruh kawasan Asia Pasifik oleh International Data Corporation (IDC) sesuai komisi Cisco.

Managing Director Cisco Indonesia Marina Kacaribu mengatakan, pendapatan akan jauh lebih meningkat apabila kita mengerti digitalisasi UMKM. Peningkatannya bisa lebih tinggi lagi, apabila pelaku usaha mahir menggunakan berbagai platform digital dalam memasarkan produk.

Hasil survei menunjukkan bahwa UMKM yang lebih matang secara digital bisa menikmati keuntungan lebih tinggi, dalam hal pendapatan dan produktivitas, dibanding UMKM yang mengabaikan digitalisasi.

Studi yang berdasarkan survei primer pada UKM ini menunjukkan bahwa 82 persen UKM di Indonesia memiliki keinginan bertransformasi secara digital agar bisa menghadirkan produk dan layanan baru ke pasar. Angka ini merupakan lompatan kenaikan besar dibandingkan tahun lalu, di mana hanya 41 persen UKM yang menyampaikan keinginan yang sama.

Selain itu, 59 persen mengakui bahwa persaingan saat ini sedang berubah dan mereka harus mengimbanginya. Sedangkan 38 persen lainnya mengatakan bahwa mereka bertransformasi karena ada permintaan dari pelanggan.

Baca Juga:

UKM adalah bagian penting dari perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), UMKM menyumbang 57,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia secara keseluruhan. Kementerian juga telah menetapkan target 10 juta UKM merambah ke digital pada tahun 2020.

AVP Head Digital Transformation & SMB research di IDC, Daniel-Zoe Jimenez mengatakan, “setidaknya, ada tiga investasi teknologi yang menjadi prioritas digitalisasi UMKM. Pertama, 20% UMKM memilih berinvestasi di teknologi komputasi awan (cloud computing). Kedua, 18% pelaku usaha berfokus pada keamanan siber. Terakhir, 13% berinvestasi pada perangkat lunak (software).”

Zoe menambahkan, disamping itu semua, layanan cloud dan keamanan siber perlu ditingkatkan terlebih dahulu. Selain itu, UMKM juga perlu memberi perhatian lebih pada pengalaman pelanggan, konferensi video, dan solusi kemampuan analisis.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perubahan Paradigma Keamanan Siber, Ini Pandangan Microsoft

DuniaFintech.com – Bulan Oktober adalah bulan kesadaran keamanan siber (cybersecurity) di Amerika. Melihat kembali apa yang di alami Indonesia selama masa pandemi...

Ide Bisnis Rumahan yang Menguntungkan dengan Modal Pas-Pasan

Duniafintech.com - Bisnis menguntungkan dengan modal pas-pasan bukan angan-angan karena nyatanya ide ini bisa menjadi kenyataan. Menjalankan usaha kini menjadi impian hampir...

Kunci Sukses Menjadi Wirausaha Sosial. Simak Poin Penting Berikut

DuniaFintech.com - Perkembangan wirausaha sosial atau yang lebih populer dengan istilah social enterprise, merupakan sebuah peluang baru yang mulai disadari oleh berbagai...

Amankah Mengajukan Pinjaman Online dengan Bunga Rendah? Perhatikan Hal Ini

Duniafintech.com - Memanfaatkan pinjaman online dengan bunga rendah untuk modal usaha tentunya tidak dilarang, selama kita mampu melaksanakan kewajiban membayar angsuran bulanan...

Kementerian Industri Sebut Cloud Computing Solusi UKM Saat Pandemi

DuniaFintech.com - Kementerian Industri menilai pentingnya adopsi cloud computing serta berbagai manfaat yang terdapat dalam Internet of Things (IoT) oleh para pelaku...
LANGUAGE