25.7 C
Jakarta
Rabu, 7 Juni, 2023

Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA, Mandiri, BRI, Cek Kurs-nya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, mengacu kurs yang ada, menguat di level Rp 14.836 pada perdagangan pasar spot Rabu (26/4).

Rupiah alami penguatan 0,69% dibanding Jumat (Rp 14.976). Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,18% pada level Rp 14.882 dibanding Rabu (Rp 14.855).

Bagi kamu yang ingin melakukan penukaran valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat, referensi kurs dari perbankan berikut ini perlu kamu ikuti, seperti disitat dari Kontan.co.id

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Cek Kurs-nya

Dollar ke Rupiah Hari Ini

1. Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA

Pada hari ini, Kamis 27 April 2023, situs resmi BCA menampilkan beberapa kurs, baik di TT counter, e-rate, maupun bank notes.

Berikut detail kurs yang dikutip dari laman BCA (Diperbarui pada pukul 08.25 WIB per 27 April 2023)

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 14.825 per dollar AS

Kurs jual Rp 14.845 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.685 per dollar AS

Kurs jual Rp 14.985 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 14.685 per dollar AS

Kurs jual Rp 14.985 per dollar AS

2. Kurs di Bank Mandiri

Referensi kurs hari ini di Bank Mandiri bisa diikuti oleh nasabah yang ingin menukarkan valas.

Melalui situs resmi Bank Mandiri, jenis kurs seperti TT counter, special rate, dan bank notes bisa didapatkan oleh nasabah.

Berikut ini kurs di Bank Mandiri, Kamis 27 April 2023 (Diperbarui 09.15 WIB).

Kurs special rate:

Kurs beli Rp 14.825 per dollar AS

Kurs jual Rp 14.845 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.650 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.000 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 14.650 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.000 per dollar AS

3. Kurs di BRI

Pada hari ini, Kamis 27 April 2023, situs resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI) menampilkan beberapa kurs, baik di TT counter maupun e-rate.

Melalui situs resmi BRI, jenis kurs seperti TT counter dan e-rate bisa didapatkan oleh nasabah.

Berikut detail kurs dollar rupiah yang dikutip dari situs resmi BRI (Diperbarui pada pukul 10.45 WIB):

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 14.765 per dollar AS

Kurs jual Rp 14.785 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 14.665 per dollar AS

Kurs jual Rp 14.885 per dollar AS

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs di BCA dan Bank Lainnya

Dollar ke Rupiah Hari Ini – Perbedaan Tingkat Dollar Rupiah

Perlu diketahui, ada perbedaan tingkat pertukaran dua mata uang ini yang pada kurs TT counter, e-rate, dan bank notes.

Penggunaan kurs dua mata uang ini, TT counter hanya berlaku di kala nasabah melakukan setoran atau transfer via counter bank.

Adapun kurs e-rate adalah kurs yang berlaku ketika nasabah melakukan transaksi dengan nilai nominal ekuivalen di atas 25.000 dollar AS.

Baik BCA, Mandiri, maupun BRI mengimbau nasabahnya untuk menghubungi cabang terdekat terlebih dahulu.

Kurs bank notes berlaku ketika nasabah menukarkan uangnya via kantor bank secara langsung. 

Kurs dua mata uang ini hanya berlaku pada sudut pandang bank. 

Kurs beli digunakan saat bank membeli dollar dari nasabah dan kurs jual dipakai saat bank menjual dollar ke nasabah.

Dollar ke Rupiah Hari Ini

Berita Terkait Dollar ke Rupiah Hari Ini

Melangsir Bisnis.com, nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Kamis (27/4/2023), menyusul pelemahan indeks dolar AS.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.15 WIB, rupiah dibuka menguat 44,5 poin atau 0,30 persen ke Rp14.791 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,08 persen ke 101,38. Bersama rupiah, mata uang lainnya di Asia juga menguat di antaranya yen Jepang menguat 0,10 persen, dolar Taiwan menguat 0,03 persen, rupee India menguat 0,18 persen, dan baht Thailand menguat 0,20 persen.

Analis Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan bahwa pelemahan dolar AS disebabkan oleh para pedagang yang menunggu data pertumbuhan ekonomi AS dan data inflasi pilihan Federal Reserve yang akan dirilis.

“Fokus saat ini terutama tertuju pada data PDB kuartal pertama AS yang akan dirilis hari ini, yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa pertumbuhan melambat setelah kuartal keempat yang lebih kuat dari perkiraan,” jelas Analis MIFX dalam riset, Kamis (27/4/2023). 

Suku bunga yang tinggi, inflasi yang tinggi dan aktivitas manufaktur yang melambat diperkirakan telah mempengaruhi perekonomian AS selama tiga bulan terakhir. 

Data inflasi pilihan Fed, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi akan dirilis hari ini dan diperkirakan akan menunjukkan bahwa inflasi tetap bertahan di bulan Maret dari bulan sebelumnya.

Namun, meskipun ada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan, beberapa pejabat Fed menyerukan lebih banyak kenaikan suku bunga tahun ini, terutama karena inflasi tetap jauh di atas kisaran target bank sentral.

Sementara itu, di dalam negeri Macro Equity Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi menyebutkan bahwa saat ini asing sedang cukup optimistis dengan prospek pasar Indonesia.

Pasar saham dan obligasi Indonesia bergerak positif disebabkan oleh tingginya antusiasme asing terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Aliran masuk dana asing ke IHSG mencapai US$122,1 juta atau setara Rp1,81 triliun pada Rabu (26/4/2023) yang menyebabkan IHSG naik 1,3 persen.

“Meskipun data aliran masuk dana asing ke pasar obligasi masih belum tersedia, imbal hasil (yield) INDOGB tenor 10 tahun turun sebesar 15 bps menjadi 6,52 persen sesuai ekspektasi kami. Kami memperkirakan aliran masuk dana asing masih akan berlanjut  seiring dengan keluarnya investor global dari pasar komoditas maupun pasar saham dan obligasi AS,” jelasnya.

Samuel Sekuritas Indonesia juga memperkirakan yield INDOGB 10-tahun berpotensi melanjutkan penurunan menuju rentang 6,45—6,55 persen hari ini dan rupiah akan melanjutkan apresiasi dalam rentang Rp14.800—Rp14.900 per dolar AS.

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Cek Kurs-nya sebelum Tukar Valas

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Hindari Investasi Bodong: Lakukan Riset hingga Jaga Kewaspadaan

JAKARTA, duniafintech.com – Tips hindari investasi bodong sangat penting untuk diketahui oleh siapa pun, khususnya bagi calon investor. Hal itu karena minimnya literasi keuangan saat...

6 Tips Mengatur Keuangan Usaha Online, Simak Yuk !

JAKARTA, duniafintech.com - Tips mengatur keuangan usaha online menjadi pegangan dan pengetahuan bagi anda yang tengah merintis usaha. Terkadang modal yang didapat belum tentu...

Tips Beli Rumah KPR Terjamin Aman Terpercaya, Intip Juga Persyaratannya!

JAKARTA, duniafintech.com – Tips beli rumah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah tentunya penting diketahui jika kamu ingin mencoba skema ini. KPR sendiri telah menjadi semacam...

Berita Fintech Hari Ini: Generasi Muda Dominasi Pengguna Pinjol

JAKARTA, duniafintech.com - Berita fintech hari ini terkait jumlah pengguna platform pinjaman online yang mengalami peningkatan. Pengguna yang mengalami peningkatan dipegang oleh generasi muda.  Berdasarkan...

Berita Ekonomi Hari Ini : Menteri ESDM Tetapkan ICP dan Subsidi Listrik

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengusulkan besaran Indonesian Crude Price (ICP) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja...
LANGUAGE