28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Awal Pekan yang Cerah, Intip Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Kurs dollar ke rupiah menguat pada level Rp 14.870 di perdagangan pasar spot Jum’at (9/9/2022) akhir pekan kemarin, pada hari ini atau awal pekan ketiga September, turut menguat. 

Mata uang Rupiah menguat dibanding pada Kamis (Rp 14.902) atau sehari sebelumnya pada pekan lalu. Sedangkan, kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,15% pada level Rp 14.905 dibanding pada Rabu lalu, (Rp 14.927).

Referensi Kurs Dollar ke Rupiah hari ini di Bank Mandiri bisa diikuti oleh nasabah yang ingin menukarkan valas atau valuta asing. 

Kurs Rupiah ke Dollar Hari Ini

Melalui situs resmi Bank BCA, beberapa kurs dollar ke rupiah yang berlaku yakni TT counter, e-rate, maupun bank notes yang bisa didapatkan oleh para nasabah. 

Simak kurs dollar ke rupiah yang dicatat dari laman Bank Mandiri (Diperbarui pada pukul 08.01 WIB per Senin 12 September 2022) atau hari ini, inilah ulasannya:

Kurs dollar rupiah e-rate:

  • Kurs beli Rp 14.799,00 per dollar AS
  • Kurs jual Rp 14.819,00 per dollar AS

Kurs dollar rupiah TT counter:

  • Kurs beli Rp 14.659,00 per dollar AS
  • Kurs jual Rp 14.959,00 per dollar AS

Kurs dollar rupiah bank notes:

  • Kurs beli Rp 14.709,00 per dollar AS
  • Kurs jual Rp 15.009,00 per dollar AS

Dollar ke Rupiah Hari Ini

Hal yang Perlu Anda Pahami

Sebagai informasi buat Anda, ada perbedaan tingkat dollar rupiah yang pada kurs TT counter, kurs e rate, dan kurs bank notes.

Penggunaan kurs dollar rupiah TT counter hanya berlaku ketika nasabah melakukan setoran atau transfer melalui counter bank. 

Baca juga: Cara Investasi Saham Buat Pemula, Berikut Langkah Sederhananya

Kurs dollar rupiah e-rate merupakan kurs yang berlaku jika nasabah melakukan transaksi dengan nilai nominal equivalent diatas 25.000 dollar AS. 

Bank BCA menghimbau para nasabah untuk menghubungi cabang terdekat terlebih dahulu.

Sementara untuk kurs dollar rupiah bank notes berlaku saat nasabah menukarkan uangnya melalui kantor bank secara langsung. 

Adapun kurs ini hanya berlaku pada sudut pandang bank saja. Kurs beli dipakai ketika bank membeli dollar dari nasabah, sedangkan kurs jual dipakai ketika bank menjual dollar ke nasabah.

Berita Seputar Kurs Dollar ke Rupiah Hari ini

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) dipastikan akan berupaya mati-matian menjaga nilai tukar agar tidak melewati level psikologisnya Rp 15.000 per dolar AS.

S&P Global Ratings, dalam paparan webinar Spotlight on Emerging Market, Kamis (8/9/2022) lalu mengingatkan bahwa potensi gelombang gagal bayar akibat gejolak rupiah di korporasi hampir tidak ada, kecuali jika depresiasi rupiah tak terkendali melebihi Rp 15.000 per dolar AS.

Piter A. Redjalam, Direktur Riset CORE Indonesia, mengungkapkan bahwa potensi pelemahan rupiah sudah pasti ada karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan mendorong inflasi hingga 6-7 persen.

Baca jugaKurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA, Intip Harga Terkininya! 

“Secara teori purchasing power, inflasi pasti akan menurunkan melemah rupiah. Namun, BI tidak akan diam saja. BI akan melakukan upaya dengan menaikkan suku bunga,” ujar Piter dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (12/9/2022).

Dengan kenaikan suku bunga, aliran modal asing akan masuk dan tekanan bisa terbatas. Selain itu, cadangan devisa hingga Agustus 2022 terpantau mencukupi, yakni sebesar US$132,2 miliar.

“Saya kira rupiah akan mengalami pelemahan tapi masih bisa dikelola oleh BI pada level yang cukup aman. Ya mungkin mendekati kisaran Rp 15.000/US$ atau lewat sedikit dari Rp 15.000/US$, tetapi itu pun akan diusahakan turun di Rp 15.000/US$,” kata Piter.

Piter menambahkan bahwa stabilitas rupiah sebenarnya menjadi segala-galanya bagi BI. Dia yakin BI akan melakukan apapun untuk menekan rupiah agar tidak melewati Rp 15.000 per dolar AS tahun ini.

Namun, Piter memberikan catatan bahwa gejolak politik itu harus bisa diredam karena ini akan memicu investor kabur dari Indonesia. “Yang sekarang demo2 anti ke BBM bisa diredam oleh pemerintah,” papar Piter.

Rully Arya Wisnubroto, Senior Ekonom Mirae Asset Sekuritas, melihat depresiasi rupiah masih dapat diatasi dengan baik. Buktinya, rupiah terdepresiasi secara moderat di bulan Agustus sebesar 0,1% (mom).

“Sementara itu, sejumlah mata uang negara berkembang lainnya terdepresiasi lebih dalam, termasuk Ringgit Malaysia, Peso Filipina, Yuan China, dan Rupee India masing-masing sebesar 0,6%, 1,8%, 2,2%, dan 0,2% (mom). Sepanjang tahun ini, Rupiah adalah salah satu mata uang dengan kinerja terbaik didukung oleh keseimbangan eksternal yang solid,” ungkap Rully dalam laporannya, dikutip Jumat (9/9/2022).

Sejak awal September, lanjut Rully, dolar AS terus terapresiasi terhadap mata uang utama lainnya, termasuk Euro, Poundsterling, dan Yen seiring dengan memburuknya prospek ekonomi global dan kondisi geopolitik.

Alhasil, indeks USD (DXY) menembus level 110 untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir.

“Kami percaya bahwa volatilitas pasar akan bertahan dalam beberapa bulan mendatang mengingat bank sentral utama, kecuali BOJ, diperkirakan akan terus mengetatkan kebijakan moneter secara agresif untuk memerangi inflasi yang melonjak,” ungkap dia.

Dia tidak khawatir terkait dengan volatilitas rupiah, karena tingkat cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus masih cukup untuk mengantisipasi guncangan lebih lanjut di pasar keuangan, terutama nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 14.800 – Rpp 15.200 per dolar AS pada tahun depan. Pergerakan dengan kecenderungan melemah ini dipicu oleh kondisi ketidakpastian global.

Namun, dia mengungkapkan adanya sentimen positif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal itu berkaitan dengan neraca pembayaran yang masih cukup kuat dan persepsi positif kalangan internasional terhadap Indonesia.

Untuk tahun ini, Perry memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di level Rl 14.500-14.900.

“Faktor negatifnya adalah tentu saja kenaikan suku bunga tinggi baik Fed Fund Rate maupun US Treasury sehingga capital outflow risikonya masih tinggi,” paparnya di DPR RI, Rabu (31/8/2022) lalu.

Itulah ulasan seputar kurs dollar ke rupiah hari ini. Semoga bermanfaat ya.

Baca jugaIntip Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Sebelum Tukar Valas

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE