30.5 C
Jakarta
Sabtu, 24 Oktober, 2020

Dua Startup Asuransi Digital Ini Peroleh Modal! Tren Insurtech Positif?

DuniaFintech.com – Qoala dan PasarPolis menjadi dua startup layanan asuransi berbasis digital yang mendapatkan suntikan dana di tahun 2020. Qoala mendapatkan pendanaan seri A senilai USD 13,5 juta, sementara PasarPolis memperoleh USD 54 juta di tahap seri B.

Para pendana di Qoala merupakan nama-nama besar, meliputi Telkom Indonesia, Bank Central Asia, Sequoia India dan juga menyertakan beberapa nama-nama di putaran permodalan sebelumnya MassMutual Ventures Southeast Asia dan SeedPlus.

Sementara, pendanaan PasarPolis diisi pendana ternama dari Tiongkok, Xiaomi. Perusahaan penyedia perangkat ponsel cerdas tersebut merupakan nama baru dalam putaran pendanaan kedua PasarPolis. Diketahui sebelumnya, nama besar seperti GoJek, Traveloka dan Tokopedia menjadi pendana di putaran pertama.

CEO dan Founder PasarPolis mengatakan bahwa tahap pendanaan ini merupakan pendukung untuk mengembangkan peluang bisnis pihaknya.

“Hanya 2% masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi. Ini pekerjaan berat. Banyak pihak yang mendukung dan ini baru babak awal,”

Dilain sisi, suntikan dana yang diterima Qoala diharap dapat menjadi dorongan pengembangan teknologi, Sumber Daya Manusia dan branding. Tommy Martin selaku Co-Founder mengatakan, momentum pandemi menjadi situasi yang tepat untuk memperkenalkan layanannya.

Baca juga:

Startup Asuransi Digital Qoala dan PasarPolis Terima Pendanaan

Sebagai salah satu pendana, Kenneth Li selaku Managing Partner Centauri Fund menilai inovasi yang dihadirkan Qoala memiliki prospek yang baik. Ia juga menilai kemunculan kelas menengah di Indonesia menjadi salah satu potensi startup yang pihaknya danai.

“Qoala merupakan jawaban dari tantangan inovasi asuransi ini. Itulah alasan utama kami memimpin putaran Seri A melalui Centauri Fund sebagai investasi pertama kami,”

Para mitra dari Qoala pun terhitung memiliki nama besar dengan bisnis yang beragam. Ada pun mereka yakni GrabKios, JD.ID, Shopee, Tokopedia, Investree, PegiPegi dan RedBus, dan MAP Group. Selain itu, juga terdapat nama besar perusahaan pendukung terkait, seperti AXA, ACA dan BRI Life.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

UMKM Bisa Ajukan Pinjaman dengan Bunga Rendah di Fintech Ini, Di Cek Yuk!

Duniafintech.com - Pinjaman dengan bunga rendah untuk Modal Usaha ditawarkan Fintech P2P Lending untuk pengusaha kecil yang menghadapi kesulitan modal dan tidak...

Mau Beli Mobil Tanpa Keuangan Terganggu? Ikuti Cara Ini

DuniaFintech.com - Beberapa orang mungkin berpikir, bahwa membeli mobil dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Namun ternyata belum tentu loh, bisa saja justru...

Pilihan Pekerjaan Online Tanpa Menggunakan Modal dengan Penghasilan Fantastis

Duniafintech.com - Ketika penghasilan tetap masih tidak bisa mencukup kebutuhan utama, tentu kerja sampingan adalah solusinya. Tetapi, Anda pasti lebih memilih pekerjaan...

Harga Emas Digital per Jumat 23 Oktober 2020 Masih Murah!

DuniaFintech.com - Harga emas di layanan digital per Jumat 23 Oktober terpantau masih berada di angka yang rendah. Jika melihat dari layanan...

Pembiayaan 30 Miliar untuk Pembudidaya Ikan di Indonesia, Kolaborasi P2P Lending dan Agritech

DuniaFintech.com – Pionir marketplace lending, Investree, menandatangani perjanjian kerja  sama dengan perusahaan rintisan agriculture technology (agritech), eFishery, untuk mendistribusikan pembiayaan 30 miliar...
LANGUAGE