29.7 C
Jakarta
Sabtu, 28 Mei, 2022

Seberapa Jauh Ekspansi Fintech Indonesia ke Luar Negeri?

duniafintech.com – Perluasan pasar memang kerap dilakukan oleh perusahaan apa pun, tidak terkecuali startup atau perusahaan rintisan. Jika sebelumnya kita sudah menyaksikan ekspansi fintech Go-Jek ke Singapura, Vietnam dan Thailand, sebentar lagi perusahaan-perusahaan fintech lokal konon akan melakukan langkah serupa.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI, Tumbur Pardede menyebut bahwa banyak perusahaan fintech asal Indonesia yang sudah siap melakukan ekspansi ke negara-negara lain di Asia Tenggara. Alasan memilih Asia Tenggara sebagai target awal adalah karena kesamaan karakteristik pasar baik secara budaya maupun perilaku dengan Indonesia.

Baca juga: Microsoft Umumkan Rilis Aplikasi Blockchain Manager Baru

Langkah ini tentu dianggap layak mengingat semakin banyaknya entitas teknologi finansial yang terdata di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun untuk sementara, langkah ini mungkin hanya bisa ditempuh oleh perusahaan-perusahaan fintech tertentu saja, yakni yang sudah memiliki investor global untuk mendukung perkembangan bisnis mereka.

Tumbur juga melanjutkan bahwa meskipun ekspansi fintech ke luar negeri mulai diincar, pasar lokal tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

“Mereka tetap melakukan perluasan pasar di dalam negeri dengan mendirikan kantor cabang dan perwakilan di berbagai kota dan provinsi di tanah air,” ungkapnya.

Baca

Perusahaan-perusahaan Fintech yang Siap Merambah Pasar Asia Tenggara

Salah satu perusahaan fintech yang sedang menuju ke tahap ini adalah Investree. Perusahaan ini konon akan memulai ekspansinya pada tahun depan.

Adrian Gunadi ,Chief Executive Officer (CEO) dan Co-Founder Investree menyebut bahwa langkah awal yang ingin mereka lakukan adalah dengan menyediakan produk keuangan berupa pembiayaan produktif seperti yang mereka tawarkan di Indonesia.

Selain mendaftarkan diri di Thailand, Investree konon sedang mempelajari pasar Filipina.

“Mudah-mudahan finalisasinya bisa selesai tahun ini dan kami bisa meluncurkannya tahun depan,” imbuh Adrian Gunadi.

BACA

Baca juga: Potensi Bullish Kembali Dibentuk Setelah Meningkatnya Gairah Pasar di Minggu Ini

Di lain sisi Ada Kredit Pintar yang juga berencana melakukan perluasan jangkauan layanan tahun ini. Boan Sianipar, Vice Presiden Kredit Pintar menyebut bahwa Asia Tenggara ada dalam target mereka. Dia juga menyebut bahwa sebenarnya pasar Asia Tenggara berbeda-beda. Sejauh ini Filipina dan Vietnam dianggap memiliki peluang besar untuk menjadi target pasar karena kebutuhan akan akses keuangan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat tergolong tinggi.

Selain Investree dan Kredit Pintar, Kredivo juga disebut-sebut sedang menyusun rencana untuk menggarap pasar Asia Tenggara. Semoga ekspansi fintech ini juga bisa mendukung industri fintech di dalam negeri.

Baca

picture: pixabay.com

-Dita Safitri-

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Profil Lengkap PT Asuransi Binagriya Upakara dan Daftar Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Binagriya Upakara merupakan salah satu perusahaan asuransi umum di Indonesia yang sudah mendapatkan izin operasional resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada...

Tabungan Haji Muamalat: Cara Daftar dan Keunggulannya

JAKARTA, duniafintech.com – Tabungan Haji Muamalat melalui program Tabungan iB Hijrah Haji merupakan produk dari Bank Muamalat yang dikhususkan untuk pembiayaan haji atau umrah. Dengan...

Tips Merencanakan Biaya Naik Haji bagi Anak Muda

JAKARTA, duniafintech.com – Tips merencanakan biaya haji sangat penting untuk diketahui, apalagi bagi anak muda yang punya mimpi untuk berangkat haji ke Tanah Suci...

Nasib Tragis Nasabah BPR Ditagih Rp100 Juta karena Utang Rp8 Juta

JAKARTA, duniafintech.com – Nasib tragis dialami oleh keluarga Nasikah, istri dari salah satu nasabah bank perkreditan rakyat (BPR) Bumi Sanggabuana di Gresik, Jawa Timur.  Hal...

Minta Maaf, Dirut DNA Pro Berharap Industri Robot Trading Lebih Maju Lagi

JAKARTA, duniafintech.com – Direktur Utama (Dirut) DNA Pro, Daniel Abe, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para korban robot trading DNA Pro. Hal itu diutarakannya...
LANGUAGE