31 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

EKSPLORASI POTENSI WIRAUSAHA DALAM TECHNOPRENEUR 2017

duniafintech.com – Event Technopreneur kembali digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (Himatif) FMIPA Universitas Padjadjaran di Bandung (20/5/2017). Tahun ini, Technopreneur 2017, mengambil tema wirausaha dengan optimalisasi teknologi di era digital. Beberapa pembicara yang terdiri atas pendiri dan pengelola startup, e-commerce, investasi, dan game ini membagikan pengalaman serta pengetahuannya kepada para peserta tentang seluk beluk, potensi dan tantangan wirausaha dengan pemanfaatan teknologi informasi dan digital yang berkembang kian cepat.

Dari dunia startup, Edward Widjonarko, co-founder  Cicil.co.id membeberkan bagaimana bisa menjadi startup fintech yang berkembang dalam waktu cukup cepat dengan visi sosial bagi kemudahan akses pembiayaan mahasiswa. Selanjutnya, Adhitya Dwitama, Application Development Manager OLX Indonesia, berbagi ilmu dan pengalamannya tentang OLX yang eksis sebagai salah satu online marketplace yang bertahan cukup lama di Indonesia. Pembicara ketiga yang banyak mendapatkan antusiame dari peserta adalah CEO Bitcoin Indonesia (Bitcoin.co.id), Oscar Darmawan, yang mengungkap informasi tentang Bitcoin, teknologi Blockchain, dan menariknya investasi Bitcoin saat ini. Terakhir, peserta dibuat terhibur oleh presentasi tentang bisnis dalam bidang game development oleh Rachmad Imron, CEO dari Digital Happiness, yang memberikan motivasi dan wawasan kepada peserta untuk berbisnis mengembangkan kreasi berdasarkan passion, jiwa wirausaha serta kemampuan TI di era digital seperti sekarang.

Ketika ditemui oleh DuniaFintech di sela-sela acara, ketua panitia Technopreneur 2017, M. Umar Fadhlullah mengungkapkan bahwa tujuan acara Technopreneur ini adalah mengenalkan kepada masyarakat luas serta mahasiswa tentang apa itu technopreneur, atau berwirausaha dengan dukungan dan optimalisasi teknologi informasi dan digital. Dikatakannya, tujuan Technopreneur 2017 kali ini melanjutkan tujuan event yang sama tahun lalu yang berfokus pada pendirian startup, sehingga tahun ini tema tersebut berkembang pada bagaimana mengembangkan dan mengelola startup atau perusahaan sehingga menjadi sebuah bisnis yang berhasil terutama dengan dilakukannya pemanfaatan teknologi informasi.

Diungkapkan juga oleh Umar, alasan panitia kali ini memilih pembicara dari jenis industri yang berbeda, meski sama-sama mengusung platform digital, di antaranya adalah bagaimana mengeksplorasi pengalaman dari startup yang baru berdiri namun berkembang cukup cepat seperti Cicil.co.id dan dari e-commerce yang sudah berdiri mapan yang diwakili OLX Indonesia. Selain itu acara ini juga berharap untuk menggali informasi dan potensi bisnis baru dari hal yang kini sedang ‘trend’ seperti mata uang digital, serta belajar dari perusahaan yang basisnya murni teknologi seperti Digital Happiness.

Ketika ditanya mengenai indikator keberhasilan acara Technopreneur ini, pengagum pendiri Google, Larry Page dan Sergei Brin ini menyebutkan jika sebagai panitia mereka dapat melihatnya dari munculnya berbagai inisiatif ataupun rencana pembuatan startup dari sesama rekan mahasiswa yang telah mengikuti acara ini karena memang terdapat kuota khusus bagi peserta mahasiswa.

Mengenai rencana Himatif Unpad selanjutnya untuk menyelenggarakan acara bertema teknologi informasi lainnya, diungkapkan Umar bahwa organisasinya berencana meluncurkan rangkaian acara dalam Informatics Festival dengan event seperti seminar nasional tentang IoT (The Internet of Things), beberapa lomba untuk mempererat himpunan mahasiswa Teknologi Informatika se-Bandung raya, dan beberapa seminar nasional terkait dengan penerapan teknologi informasi.

Menutup pembicaraan, Umar mengungkapkan harapannya atas acara Technopreneur ini untuk bisa lebih memotivasi masyarakat agar mau berwirausaha dengan memanfaatkan dukungan teknologi, dan secara pribadipun, Umar sebagai seorang mahasiswa Teknik Informatika sangat berharap suatu saat dapat mendirikan startup atau perusahaan berbasis teknologi informasi yang bukan saja memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan perkembangan bisnis digital, namun juga mengaplikasikan ilmu yang didapatnya selama kuliah.

Picture: pixabay.com

Written by: Rosmy Sophia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bayar Pajak Mobil Tanpa BPKB? Begini Caranya

JAKARTA, duniafintech.com – Di beberapa daerah di Indonesia saat ini para pemilik kendaraan sudah bisa bayar pajak mobil tanpa BPKB. Misalnya, ketika BPKB (Buku Pemilik...

Komisi VI DPR Setuju, Waskita Karya Dapat ‘Dana Segar’ Rp 3 Triliun pada 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Komisi VI DPR RI menyetujui kucuran penyertaan modal negara atau PMN untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk senilai Rp 3 triliun...

Ford Ecosport — Harga hingga Besaran Pajaknya

JAKARTA, duniafintech.com – Mobil Ford Ecosport merupakan salah satu contoh mobil SUV yang mempunyai harga yang terjangkau.  Seperti diketahui, mobil SUV selama ini selalu dijual...

Wajib Diketahui, Ini Manfaat Sistem Akad Musyarakat di P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Konsep dari sistem pendanaan P2P LendingSyariah di era modern seperti sekarang mampu memberi poin terbaik. Pada banyak kebutuhan pinjaman dengan sistem...

Sebut Harga Pertalite dan Pertamax Harusnya Rp30 Ribu per Liter, Ini Alasan Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com – Harga keekonomian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk RON 90 (Pertalite) dan 92 (Pertamax) seharusnya sekarang ini mencapai Rp30 ribu/liter. Hal itu sebagaimana...
LANGUAGE