27.2 C
Jakarta
Kamis, 26 Mei, 2022

Fatwa Haram Crypto dari MUI, Ini Penjelasannya

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja selesai menggelar Ijtima Ulama ke-7. Dalam ijtima tersebut, para ulama menyepakati 12 poin bahasan yang mana salah satunya menyangkut cryptocurrency atau crypto yang dinilai haram sebagai jual beli.

Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh mengungkapkan, hasil putusan Ijtima ulama tersebut mengeluarkan fatwa bahwa crypto haram sebagai mata uang atau alat transaksi. 

“Penggunaan cryptocurrency sebagai mata uang hukumnya haram, karena mengandung gharar, dharar, dan bertentangan dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis,(11/11).

Haram Karena Mengandung Gharar, Dharar, dan Qimar

Asrorun menuturkan, cryptocurrency sebagai komoditi atau aset digital tidak sah diperjual belikan karena mengandung gharar, dharar, qimar. 

Gharar adalah ketidakpastian dalam transaksi yang diakibatkan dari tidak terpenuhinya ketentuan syariah dalam transaksi. Dampak dari transaksi yang mengandung gharar tersebut adalah adanya pendzaliman atas salah satu pihak yang bertransaksi sehingga hal ini dilarang dalam islam.

Sedangkan dharar adalah transaksi yang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian, ataupun ada unsur penganiayaan, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya pemindahan hak kepemilikan secara bathil.

Adapun, qimar adalah suatu bentuk permainan yang didalamnya dipersyaratkan, jika salah seorang pemain menang maka ia akan mengambil keuntungan dari pemain yang kalah dan sebaliknya.

Asrorun melanjutkan, selain yang disebutkan di atas, cryptocurrency dianggap haram karena tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i, yaitu ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli.

Eits, Tidak Melulu Haram Jika Memenuhi Syarat Ini

Namun, ditegaskan bahwa cryptocurrency sebagai komoditi atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying, serta memiliki manfaat yang jelas hukumnya sah untuk diperjualbelikan.

“Cryptocurrency sebagai komoditi atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas sah untuk diperjualbelikan,” tuturnya.

Selain mengeluarkan fatwa terkait cryptocurrency, ijtima ulama MUI juga menyepakati makna jihad, khilafah dalam konteks NKRI, kriteria penodaan agama, tinjauan pajak bea cukai dan juga retribusi untuk kepentingan kemaslahatan.

Selain itu juga membahas panduan pemilu dan pemilukada yang lebih bermaslahat bagi bangsa, dan distribusi lahan untuk pemerataan dan kemaslahatan.

Kemudian, juga membahas tentang hukum pinjaman online, hukum transplantasi rahim, hukum cryptocurrency, penyaluran dana zakat dalam bentuk qardhun hasan, hukum zakat perusahaan, dan hukum zakat saham.

Apa itu Cryptocurrency

Adapun, cryptocurrency adalah salah satu jenis aset digital atau mata uang digital. Mata uang ini sangat berbeda dengan uang fisik dimana mata uang terenkripsi dan bisa digunakan untuk transaksi virtual melalui Internet. 

Crypto mempunyai sifat desentralisasi, artinya tidak ada satu pihak pun yang menjadi perantara transaksi. Oleh karena itu, pembayarannya menggunakan peer-to-peer artinya pembayarannya terjadi secara langsung antara pengirim dan penerima. 

Semua transaksi tercatat melalui sistem dan keamanan terbaik. Karena sifatnya yang desentralisasi, cryptocurrency membutuhkan spesifikasi komputer yang kompleks dengan proteksi tinggi. Biasanya, platform blockchain akan membantu untuk menyederhanakan proses transaksi.

Penulis : Nanda Aria

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Jadi UMKM Binaan Pertamina, Berpeluang Dapat Pinjaman hingga Rp 250 Juta

JAKARTA, duniafintech.com - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmen mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.  Pelaku usaha kecil yang masih kebingungan mendapatkan modal...

Bujuk Elon Musk, Luhut Sodorkan Kawasan Industri Hijau Kaltara Buat Investasi Tesla

JAKARTA, duniafintech.com - Tesla bakal segera masuk ke ekosistem kendaraan dan baterai listrik Indonesia. Negosiasi investasi dari perusahaan milik miliarder Elon Musk itu dipimpin...

Waspada! Perusahaan Jual Beli Kripto Ini Ilegal, Binance Juga Tak Berizin 

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat mesti waspada, terbaru, ada perusahaan jual beli Kripto di Indonesia yang ilegal alias tak berizin.  Investasi uang kripto saat ini menjadi...

Kasusnya Diusut, Polisi Sebut Ada Karyawan Terraform yang Diduga Gelapkan Dana Perusahaan

JAKARTA, duniafintech.com - Unit Investigasi Kejahatan Dunia Maya Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengumumkan pada Senin, bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan atas kemungkinan penggelapan oleh...

Nilai Kripto Sedang Lesu, Ukraina Putar Otak Cari Dana Perang

JAKARTA, duniafintech.com - Ukraina berencana terus memanfaatkan investor kripto untuk membantu mengumpulkan dana. Meskipun kondisi anjloknya mata uang virtual ini sempat mengganggu upaya penggalangan...
LANGUAGE