25.1 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

FDA Pertimbangkan Blockchain untuk Pengawasan Pangan

DuniaFintech.com – Pengawas obat-obatan dan makanan Amerika Serikat (FDA) mengumumkan keinginannya untuk mempelajari teknologi blockchain dalam melakukan pengawasan pangan yang lebih efisien. FDA merilis blueprint dan studi percontohan keamanan makanan dan menjadikan blockchain sebagai opsi yang terkualifikasi sebagai untuk berbagai masalah yang tengah dihadapi.

Cetak biru proyek tersebut memilah sekumpulan masalah yang dihadapi oleh distribusi pangan di segala penjuru Amerika Serikat. Nantinya, kepiawaian teknologi blockchain akan diukur seberapa jauhnya dalam menyelesaikan masalah.

“Dunia berkembang sangat pesat. Perubahan ini menghadirkan teknologi baru, mulai dari alat terkini untuk menggali sumber dari pangan itu sendiri,”

“Perkembangan dunia menyediakan alat serta pendekatan baru, namun sekaligus menghadirkan beberapa masalah baru yang dipertimbangkan dalam menentukan pengawasan pangan,”

Ada pun teknologi yang disebutkan meliputi pemanfaatan artificial intelligence, internet of things, teknologi sensor dan blockchain. Sejumlah perangkat tersebut akan dihubungkan dengan 4 objek permasalahan, yakni kemampuan penelusuran, ketanggapan dalam mencegah dan menyebarkan serta budaya dari pengamanan pangan tersebut.

Baca juga:

Blockchain dan Kebijakan Pangan di Amerika Serikat

FDA telah berbicara tentang potensi blockchain selama dua tahun terakhir. Pada bulan Juni, Komisioner Makanan dan Obat-obatan FDA Stephen Hahn dan Deputi Komisioner Kebijakan dan Respons Pangan Frank Yiannas mencatat dampak buruk COVID-19 terhadap sektor rantai pasokan makanan.

Hal ini membuat seluruh pihak yang terkait melirik blockchain sebagai solusi atas pengamanan pangan, lantaran menghadirkan teknologi yang lebih mudah untuk dilacak, serta mampu menelusuri produk melalui rantai pasokan.

Sementara itu, IBM telah memiliki dasar penerapan blockchain dalam bidang serupa sejak lama. IBM membawa blockchain ke industri pertanian beserta pengirimannya dengan program FoodTrust yang diluncurkan bersamaan dengan Walmart. Melayani banyak ritel besar di Amerika, blockchain mencatat informasi produk makanan dan sertifikasi yang memiliki proses rumit di tahap penyimpanan sertifikasi dan penarikan produk.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Fungsi Manajemen Keuangan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Salah satu fungsi manajemen keuangan adalah bagaimana mengelola keuangan dari satu perusahaan dengan baik dan benar tentunya. Dari fungsi tersebut, usaha yang sedang dijalankan...

Gandeng Fintech Batumbu, CIMB Niaga Salurkan Rp50 Miliar Bagi UMKM

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkolaborasi dengan perusahaan financial technology (fintech) pembiayaan berbasis aplikasi atau fintech lending PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu). Head...

Ini Alasan Maudy Ayunda Jadi Salah Satu Investor Startup Segari

Satu tahun beroperasi di Indonesia, Segari, startup grocery commerce terus catat pertumbuhan bisnis yang signifikan. Segari baru saja menyelesaikan pendanaan Seri A dari para...

Anuitas: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Kerja

Anuitas adalah metode penghitungan bunga pinjaman dalam rangka memudahkan nasabah membayar angsuran setiap periodenya. Biasanya, sistem yang diterapkan adalah bunga mengambang atau efektif (floating...

Belum Punya Asuransi Kartu Kredit? Simak Pertimbangannya di Sini

Asuransi kartu kredit adalah produk perlindungan finansial yang diberikan oleh penerbit kartu kredit (CC atau credit card) kepada nasabah mereka. Proteksinya meliputi pembebasan tagihan...
LANGUAGE