31.5 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Finney, Smartphone Blockchain Pertama Segera Rilis di Bangladesh

duniafintech.com – Finney, telepon pintar pertama dengan teknologi blockchain akan segera rilis di pasar Bangladesh. Dikutip dari Cointelegraph, sebuah koran lokal, The Daily Star, melaporkan bahwa Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh telah menyetujui impor telepon selular ini di bulan Agustus dan akan tersedia untuk warga Bangladesh sekitar bulan Oktober.

Baca juga: Cari Pembiayaan, Industri Work Over Well Service (WOWS) Disarankan Masuk Pasar Modal

Mobile Phone di Bangladesh
Peluncuran smartphone Finney ini berada di tengah tren perkembangan kepemilikan telepon pintar di Bangladesh. Berdasarkan catatan GSMA Intelligence, perusahaan peneliti global, diperkirakan kepemilikan telepon pintar di tahun 2025 adalah 75% dari populasi (138 juta), sementara 41% (73 juta) lainnya merupakan para pelanggan internet mobile.

Menurut GSMA, populasi urban yang meningkat diiringi peningkatan pembelian smartphone karena dianggap sebagai perangkat yang lebih murah, dan dalam hal ini harga Finney, dapat dibandingkan dengan ponsel kelas atas yang tersedia di Bangladesh.

Finney diluncurkan tahun lalu dengan biaya $999, sementara Samsung Galaxy S10 tersedia di pasar telepon lokal MobileDokan seharga 74,900 taka atau sekitar $894.

Baca juga: Gopay Raih Penghargaan BAZNAS Kategori Mitra Fintech

Fitur Dompet dan Integrasi Blockchain
Sirin Labs yang berbasis di Swiss mengembangkan telepon ini mengikuti salah satu dari lima penawaran koin awal terbesar di tahun 2017 ($ 157,8 juta). Ponsel ini memiliki cold storage wallet terintegrasi, komunikasi aman dan ekosistem aplikasi terdesentralisasi.

Co-founder dan co-CEO Sirin Labs, Moshe Hogeg mengatakan bahwa Finney, yang diproduksi oleh raksasa elektronik Foxconn Technology Group, membawa berbagai aspek blockchain dan kripto ke dalam satu perangkat.

“Sebelum Finney, dibutuhkan ledger (buku besar), komputer dan perangkat lunak dompet untuk ditukarkan, baru kemudian bisa dikonversi. Tetapi dengan Finney, semua ini dilakukan dalam satu telepon,” ungkap Hogeg.

Blockchain di Bangladesh
Bulan lalu, pemerintah Bangladesh memutuskan untuk menggunakan dana proyek IT sebesar $208 juta untuk mengirim sejumlah lulusan ke pelatihan blockchain di Jepang dan India.

Baca juga: Kereta Api Logistik Siap Terjun ke Bisnis E-Commerce

Pemerintah berencana untuk mengirim 100 lulusan IT baru ke luar negeri untuk meningkatkan keahlian di bidang Distributed Ledger Technology (DLT) atau sistem ledger yang terdistribusi, Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, pembelajaran mesin dan keamanan siber.

-Karin Hidayat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE