25.1 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Cari Pembiayaan, Industri Work Over Well Service (WOWS) Disarankan Masuk Pasar Modal

duniafintech.com – Potensi bisnis Work Over (kerja ulang) dan Well Services (perawatan sumur) atau WOWS pada sumur minyak di Indonesia pertahun mencapai sekitar Rp23 triliun. Sayangnya, dunia perbankan tidak mengetahui banyak mengenai industri ini, sehingga kurang mendapatkan dukungan pembiayaan meskipun industri ini terbilang padat karya dan high investment. Tak heran jika tidak banyak perusahaan yang berkecimpung dalam industri WOWS, padahal 80% produksi minyak nasional disumbangkan dari aktivitas WOWS.

Baca juga: Tahun 2020 Bank Sentral Belanda Terapkan Regulasi Kripto Aset

“ANGKA INI MENARIK DAN POTENSI PERTUMBUHAN INDUSTRINYA MENJANJIKAN, MENGINGAT KEBUTUHANNYA SELALU MENINGKAT DAN PEMAINNYA TIDAK BANYAK,” JELAS CEO KLS Kapital Reagy Sukmana.

Untuk mengatasi masalah investasi, Reagy menyarankan agar pelaku industri WOWS mencari pembiayaan dari non perbankan.

“Dengan sifat industri ini yang recurring, resiko terukur dan high investment, pasar modal menjadi tempat yang tepat sebagai alternatif pembiayaan. Saya yakin market akan menyambut baik,” ujarnya.

Menurutnya jika industri WOWS mendapatkan dukungan pembiayaan, hal ini akan berdampak terhadap produksi minyak nasional, mendorong industri ini tumbuh sehingga dapat memenuhi kebutuhan migas Indonesia.

Dalam sebuah diskusi terkait Work Over Well Service (WOWS) beberapa waktu lalu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengungkapkan, potensi pertumbuhan industi WOWS di Indonesia cukup menjanjikan.

Baca juga: OJK : Kenali Manfaat dan Resiko Fintech Lending

Aktivitas WOWS berpotensi meningkatkan produksi minyak nasional menjadi lebih dari 250 ribu barel minyak per hari. Saat ini produksi minyak Pertamina mencapai 314 ribu barel per hari.

Pada tahun 2019, direncanakan ada sekitar 969 pekerjaan work over dan ada 25.260 pekerjaan well services. Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan data SKK Migas, sampai Juni 2019 untuk kegiatan work over sudah terealisasi sebanyak 417 dari 969 pekerjaan, alias baru 43%. Sedangkan untuk well services sudah bisa mencapai sekitar 60% dari target 25.260 kegiatan well services sepanjang tahun 2019.

-Karin Hidayat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Fungsi Manajemen Keuangan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Salah satu fungsi manajemen keuangan adalah bagaimana mengelola keuangan dari satu perusahaan dengan baik dan benar tentunya. Dari fungsi tersebut, usaha yang sedang dijalankan...

Gandeng Fintech Batumbu, CIMB Niaga Salurkan Rp50 Miliar Bagi UMKM

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkolaborasi dengan perusahaan financial technology (fintech) pembiayaan berbasis aplikasi atau fintech lending PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu). Head...

Ini Alasan Maudy Ayunda Jadi Salah Satu Investor Startup Segari

Satu tahun beroperasi di Indonesia, Segari, startup grocery commerce terus catat pertumbuhan bisnis yang signifikan. Segari baru saja menyelesaikan pendanaan Seri A dari para...

Anuitas: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Kerja

Anuitas adalah metode penghitungan bunga pinjaman dalam rangka memudahkan nasabah membayar angsuran setiap periodenya. Biasanya, sistem yang diterapkan adalah bunga mengambang atau efektif (floating...

Belum Punya Asuransi Kartu Kredit? Simak Pertimbangannya di Sini

Asuransi kartu kredit adalah produk perlindungan finansial yang diberikan oleh penerbit kartu kredit (CC atau credit card) kepada nasabah mereka. Proteksinya meliputi pembebasan tagihan...
LANGUAGE