Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dan sempat menembus level US$65.000 pada 10 Agustus 2026. Kenaikan tersebut terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang lebih lemah dari perkiraan.
Data tenaga kerja yang melemah membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed ikut berkurang. Kondisi ini memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin, untuk mendapatkan sentimen positif.
Selain faktor makroekonomi, Bitcoin juga memperoleh dukungan dari kuatnya permintaan investor institusional. Arus dana bersih ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencapai sekitar US$854 juta, dengan produk IBIT milik BlackRock menjadi salah satu penyumbang terbesar.
Kombinasi antara perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan meningkatnya arus dana institusional membuat peluang Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan kembali terbuka.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Katalis Bitcoin
Salah satu pemicu utama penguatan Bitcoin berasal dari laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk periode Juli.
Data yang dirilis menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih lemah sehingga investor kembali memperhitungkan kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter The Fed.
Bagi pasar kripto, melemahnya data ekonomi dapat menjadi katalis positif apabila kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan bank sentral memberikan kebijakan yang lebih longgar.
Bitcoin dikenal cukup sensitif terhadap perubahan likuiditas dan ekspektasi suku bunga. Ketika kemungkinan kenaikan suku bunga berkurang, tekanan terhadap aset berisiko juga dapat mereda.
Perubahan ekspektasi tersebut kemudian membantu Bitcoin bergerak melewati level US$65.000.
Bitcoin Naik 3,4 Persen dalam Sepekan
Penguatan Bitcoin tidak hanya terjadi dalam satu sesi perdagangan.
Dalam periode satu pekan, BTC tercatat mengalami kenaikan sekitar 3,4 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya pemulihan minat beli setelah Bitcoin sebelumnya menghadapi tekanan di pasar.
Kenaikan ini juga terjadi ketika investor mulai mendapatkan dukungan dari dua sisi, yakni faktor makroekonomi dan meningkatnya permintaan institusional.
Namun, kenaikan mingguan tersebut belum otomatis menandakan Bitcoin telah memasuki reli besar. Pasar masih perlu melihat apakah BTC mampu mempertahankan level US$65.000 dan melewati resistance berikutnya.
Arus Dana ETF Bitcoin Capai US$854 Juta
Faktor lain yang memperkuat pergerakan Bitcoin adalah tingginya permintaan melalui produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Dalam periode yang dibahas, ETF Bitcoin spot mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$854 juta. Besarnya aliran dana tersebut menunjukkan bahwa investor institusional masih memiliki minat terhadap Bitcoin.
Produk IBIT milik BlackRock menjadi salah satu ETF yang memberikan kontribusi besar terhadap arus dana tersebut.
Arus dana ETF menjadi indikator penting karena pembelian melalui produk investasi tersebut dapat menciptakan permintaan Bitcoin dari investor institusional tanpa mereka harus membeli dan menyimpan aset kripto secara langsung.
Jika tren inflow terus bertahan, kondisi tersebut berpotensi menjadi salah satu fondasi bagi Bitcoin untuk mempertahankan momentum kenaikannya.
Resistance US$65.800 Jadi Level Penting
Meskipun Bitcoin telah melewati US$65.000, analis teknikal masih melihat adanya level resistance yang perlu diperhatikan.
Area US$65.800 menjadi salah satu penghalang penting yang harus dilewati Bitcoin untuk memperkuat sinyal bullish.
Jika BTC mampu menembus resistance tersebut dan mempertahankan harga di atasnya, peluang terjadinya kelanjutan reli akan semakin besar.
Sebaliknya, apabila Bitcoin gagal melewati US$65.800 dan kembali turun di bawah US$65.000, pasar dapat kembali memasuki fase konsolidasi.
Karena itu, pergerakan Bitcoin di sekitar area resistance tersebut akan menjadi salah satu penentu penting arah harga dalam jangka pendek.
Bitcoin Berpotensi Menuju US$73.700
Jika breakout berhasil dikonfirmasi, prospek kenaikan Bitcoin dapat menjadi semakin menarik.
Analisis teknikal yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin berpotensi bergerak menuju area US$73.700 apabila mampu melewati resistance penting dan mempertahankan momentum bullish.
Target tersebut tentu bukan kepastian harga. Bitcoin tetap memiliki risiko mengalami koreksi apabila tekanan jual meningkat atau sentimen makro kembali berubah.
Namun, keberhasilan melewati US$65.800 dapat menjadi sinyal bahwa momentum kenaikan mulai semakin kuat dan membuka ruang menuju target yang lebih tinggi.
Pasar Menunggu Data Inflasi AS
Setelah data ketenagakerjaan memberikan sentimen positif, perhatian investor kini beralih kepada data inflasi Amerika Serikat.
Indeks Harga Konsumen atau CPI menjadi salah satu indikator yang sangat diperhatikan karena dapat memengaruhi keputusan The Fed mengenai kebijakan suku bunga.
Pasar memperkirakan data CPI berikutnya dapat menunjukkan adanya penurunan tekanan inflasi. Jika ekspektasi tersebut terbukti, peluang kebijakan moneter yang lebih longgar dapat semakin meningkat.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
Sebaliknya, apabila inflasi ternyata lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat kembali berubah dan memberikan tekanan terhadap pasar kripto.
Bitcoin Masih Menghadapi Risiko Volatilitas
Meskipun sejumlah indikator menunjukkan kondisi positif, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas.
Kenaikan yang didorong oleh perubahan ekspektasi suku bunga dapat berbalik dengan cepat apabila muncul data ekonomi yang tidak sesuai perkiraan.
Selain itu, area US$65.800 masih menjadi resistance yang harus ditembus. Kegagalan menembus level tersebut dapat menyebabkan sebagian trader melakukan aksi ambil untung.
Dengan demikian, penguatan Bitcoin di atas US$65.000 perlu dilihat sebagai perkembangan positif, tetapi belum menjadi jaminan bahwa BTC akan langsung menuju target US$73.700.
Kesimpulan
Bitcoin berhasil menembus US$65.000 setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed.
Momentum tersebut semakin kuat karena ETF Bitcoin spot AS mencatat inflow bersih sekitar US$854 juta, dengan IBIT BlackRock menjadi salah satu produk yang memberikan kontribusi besar.
Dari sisi teknikal, US$65.800 menjadi resistance penting yang perlu ditembus Bitcoin untuk memperkuat peluang reli berikutnya. Jika level tersebut berhasil dilewati dan BTC mampu mempertahankan momentum, target kenaikan selanjutnya berpotensi mengarah ke US$73.700.
Namun, investor masih perlu mencermati data CPI Amerika Serikat. Perkembangan inflasi akan menjadi faktor penting yang dapat menentukan apakah sentimen positif terhadap Bitcoin mampu berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan.
Untuk saat ini, kombinasi antara melemahnya data tenaga kerja, arus dana ETF yang kuat, dan ekspektasi kebijakan The Fed memberikan katalis positif bagi Bitcoin.








