29.3 C
Jakarta
Senin, 8 Agustus, 2022

Fintech Perencanaan dan Agregator Beri Dampak Paling Positif

duniafintech.com – Meski banyak orang mengidentikkan fintech dengan pinjaman online, teknologi finansial merupakan salah satu sektor keuangan yang memiliki banyak jenis. Menurut Bank Indonesia, ada banyak jenis fintech yang beroperasi di Indonesia seperti:

  • Peer-to peer lending atau layanan peminjaman online
  • Market aggregator
  • Manajemen risiko dan investasi
  • Payment, clearing dan settlement
  • Dll

Semua layanan di atas harus beroperasi di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan organisasi resmi.

Baca juga: Dukung Laga PSM vs Tira Persikabo, KiosTix Siapkan Tiket Online

Perkembangan pesat dari sektor ini sepertinya masih akan terus berlanjut. OJK selaku pengawas memprediksi bahwa jenis fintech yang akan memberikan manfaat paling banyak. Dua dari 15 klaster perusahaan fintech itu adalah perencana keuangan (financial planner) dan agregator keuangan/financial aggregator. Pernyataan ini disampaikan oleh OJK melalui Triyono Gani selaku Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital.

Hingga saat ini setidaknya ada 48 entitas inovasi keuangan digital yang terbagi ke dalam 15 klaster. Ke-15 klaster tersebut antara lain financial aggregator, claim service, credit scoring, handling, financial planner, financing agent, funding agent, online gold depository, project financing, social network and robo advisor, Block-chain based, verification non-CDD, tax and accounting, online distress solution, digital DIRE dan e-KYC. 

Financial planner merupakan perusahaan fintech yang beroperasi dengan teknologi kecerdasan buatan untuk memberikan nasihat perencanaan keuangan kepada pelanggannya. Tujuannya untuk mencapai tujuan keuangan yang diharapkan dengan menggunakan perhitungan serta strategi yang akurat. Semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan benar membuat layanan ini semakin banyak diminati di Indonesia.

Baca juga: E-Wallet OVO Umumkan Pimpinan Baru

Di sisi lain, financial aggregator hadir sebagai sebuah layanan keuangan di mana masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan terkait produk keuangan sehingga dapat memilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Karena kecerdasan masyarakat semakin baik dalam memilih produk, lembaga keuangan dan entitas fintech juga akan lebih hati-hati dalam memberikan harga atau imbal hasil.

Agar fintech bisa berkembang lebih baik lagi, selain perusahaan-perusahaan yang dituntut untuk lebih inovatif, pemerintah sebagai pengawas juga berperan penting mengatur operasional agar seluruh aktivitas yang ada bisa memberikan hasil maksimal dan menghindari beragam kerugian. Dengan iklim yang semakin kondusif, tujuan inklusi keuangan yang ingin diraih pun bisa segera tercapai.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Profil Asuransi Mobil BESS hingga Daftar Bengkel Rekanannya

JAKARTA, duniafitech.com – Asuransi Mobil BESS atau BESS Car Insurance merupakan salah satu perusahaan asuransi kendaraan terbaik dan populer di Indonesia. Sebagai informasi, perusahaan ini...

Harus Cepat Dihindari, Inilah Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Bahaya FOMO bagi trader kripto merupakan istilah rasa ketakutan yang berlebihan akan suatu hal.  FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa...

Mudah! Begini Cara Top Up OVO lewat Bank Bukopin via Wokee

JAKARTA, duniafintech.com – Mau tahu cara top up OVO lewat Bank Bukopin? Pada dasarnya, caranya  sebenarnya sangat gampang kok untuk kamu lakukan. Seperti diketahui, belakangan...

Luhut: Kita Salah Satu Negara yang Punya Utang Terkecil di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Letnan Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal utang pemerintah Indonesia yang sudah menembus...

Tol Serang-Panimbang Pakai Utang China, Luhut: Jangan Mubazir!

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan...
LANGUAGE