30.9 C
Jakarta
Rabu, 27 Oktober, 2021

Fintech Indonesia Miliki Tantangan Serupa dengan Singapura & Malaysia

DuniaFintech.com – Penyelenggara fintech di Indonesia memiliki segenap persoalan yang perlu diseesaikan, mulai dari literasi, inklusi hingga dukungan infrastruktur. Namun, hal tersebut tidak hanya terjadi di Tanah Air, di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga dihadapkan pada persoalan yang sama.

Reynold Wijaya, CEO dan Co-Founder Modalku menjelaskan berbagai kesamaan permasalahan yang terjadi oleh penyelenggara fintech dalam negeri dengan negeri tetangga.

Dari sisi target pasar, Reynold menerangkan kesamaan antara fintech Indonesia dengan negara tetangga terletak pada pendanaan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ia mengklaim, para pelaku UMKM baik di Malaysia mau pun Singapura belum tersentuh pendanaan dari berbagai jasa keuangan.

“Saat ini, edukasi masih menjadi tantangan utama di ketiga negara ini. Edukasi mengenai manfaat P2P lending harus selalu dijalankan,”

Meski demikian, Indonesia terbilang cukup tertinggal pada masalah literasi keuangan, dengan maraknya penipuan hingga fintech pinjaman ilegal.

“Menjadi tugas bersama untuk menjaga agar industri ini tetap memiliki ekosistem yang baik dan masyarakat tetap percaya untuk menggunakan platform ini, tentunya dengan edukasi cara memilih P2P lending yang benar yaitu yang sudah terdaftar atau berizin di otoritas,” 

Baca juga:

Permasalahan Fintech di Indonesia

Meski demikian, literasi masyarakat Malaysia dan Singapura telah meningkat jauh soal keuangan, jika dibandingkan dengan Indonesia. Namun, inisiatif kolaborasi dan kemauan dari pemangku kepentingan untuk mendorong industri dinilai masih sangat minim.

“Di Singapura, terdapat asumsi bahwa UMKM yang tidak bisa mendapatkan pendanaan ke institusi keuangan tradisional adalah UMKM yang tidak layak kredit,”

Pernyataan tersebut tentunya bertentangan dengan visi dan misi fintech pinjaman yang memperluas pendanaan kepada berbagai kalangan. Hal ini yang membuat Reynold mengatakan perlunya pengenalan lebih luas lagi soal fintech pinjaman.

“Di Malaysia, edukasi terkait manfaat P2P lending untuk perkembangan bisnis UMKM masih terus dijalankan, karena segmen ini masih baru mengetahui tentang pendanaan digital yang bisa mendukung mereka lebih cepat dengan pendekatan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Sektor Saham Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang

Sektor saham adalah hal penting untuk dipahami ketika memutuskan saham apa saja yang ingin dikoleksi untuk jangka panjang saat dihadapkan dengan ratusan saham untuk...

Apa Itu Premi, dan Tujuan Membayar Premi Asuransi

Mengapa premi tertera pada perjanjian asuransi? Dan apa yang dimaksud dengan premi asuransi? Berikut penjelasan pengertian premi asuransi. Setelah Anda mengetahui pengertian asuransi dan risiko,...

Ketahui Syarat dan Cara Mendapatkan Pinjaman UMKM agar Cepat Cair

Pinjaman UMKM cepat cair adalah solusi dalam berwirausaha yang seringkali terkendala pada modal awal untuk memulai usaha. Padahal, usaha tanpa modal sebenarnya sudah bisa...

Aplikasi GoTrade, Solusi Mudah Beli Saham Listing di Luar Negeri

GoTrade adalah sebuah merek dagang yang bernama TR8 Securities Inc., sebuah perusahaan berlisensi untuk menjalankan bisnis oleh lembaga pengatur dan pengawas dari Pemerintah Malaysia....

Perusahaan Asuransi yang Mengantongi Izin OJK

Sebelum membeli jaminan asuransi, di bawah ini telah dirangkum daftar perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).  Kendati telah memiliki sederet list mengenai...
LANGUAGE